Better You

6 Wanita Inspiratif dalam Film

  by: Adya Azka       21/4/2014
  • Sosok Kartini selalu menjadi inspirasi wanita Indonesia dari masa ke masa. Namun kini, inspirasi tidak melulu datang dari seorang pahlawan kemerdekaan, selebriti, ataupun wanita yang sukses menduduki tahta politik. Beberapa karakter fiktif dalam film pun ternyata banyak yang inspiratif. Cosmo memilih enam di antaranya. (Adhia Azka/IR/Image: various)



    Daenarys Targaryen (Game of Thrones)
    Sebagai satu-satunya pewaris klan Targayen, Daenarys tak tinggal diam. Ia berhasil mengumpulkan  ratusan ribu pendukung dan menjadi pemimpin yang pemberani, tangguh, dan tegas sehingga disegani seantero negeri. Semua dimulai dari nol. Tak hanya cantik, ia juga dikenal memiliki hati lembut dan penuh kasih sayang yang menjadi ciri khas seorang wanita. Maka tak heran jika ia dianggap sebagai dewi pembawa kebahagiaan bagi rakyat tertindas. Daenarys sukses menginspirasi wanita masa kini untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh tanpa mengesampingkan kodratnya sebagai wanita yang lemah lembut dengan tetap menjaga naluri keibuan. Dalam serial ini juga Daenarys menunjukan bahwa seorang wanita harus bisa melawan semua ketidakadilan.



    Black Widow (Captain America: The Winter Soldier)
    Sosok Black Widow sangat terlatih untuk menghadapi situasi yang paling berbahaya. Dengan kecerdasan yang dimiliki, ia mampu memproses dengan cepat semua aliran informasi yang masuk. Si seksi yang memiliki nama asli Natalia Romanova juga memiliki beragam keahlian bela diri. Keahlian ini tentu sangat penting untuk dapat melindungi dirinya dari serangan orang jahat. Yeah, ia benar-benar seperti superhero wanita yang sangat ideal. Namun bagi Cosmo, yang membuatnya menginspirasi adalah keberaniannya untuk memperjuangkan apa yang ia yakini kebenarannya, meski banyak yang menentangnya.





    Tris (Divergent)
    From zero to hero. Ungkapan tersebut nampaknya tepat jika ditujukan kepada pemilik nama lengkap Beatrice Prior ini. Tris muncul sebagai sosok yang tidak memiliki keahlian apapun. Namun, satu hal yang ia tahu pasti adalah jati diri serta impian yang ingin dia raih. Tris tidak ingin berada dalam sebuah zona nyaman apabila itu bertentangan dengan kata hatinya. Keberaniannya Tris untuk mengikuti kata hati, meski harus melalui perjuangan yang amat berat, patut dicontoh oleh banyak wanita.



    Irene Adler (Sherlock)
    Ya ya, ia adalah tokoh antagonis. Tapi Cosmo menganggap sosoknya sangat inspiring (di luar aksi kriminalnya, ya!). Namun ia dikenal memiliki beragam taktik dan strategi yang baik untuk mencapai tujuannya. Dalam memecahkan suatu masalah, ia juga mampu untuk  tetap tenang. Siapa lagi wanita yang bisa memerdaya seorang Sherlock Holmes? Meski kecantikannya saja bisa membawanya meraih semua impian, namun Irene tahu bahwa daya tarik utamanya adalah kepercayaan diri yang tinggi. Kepercayaan diri yang hanya bisa diraih jika Anda membekali diri dengan ilmu dan skill yang layak.



    Olivia Pope (Scandal)
    Bercerita mengenai kehidupan politik yang berbalut kisah asmara, Scandal sukses memunculkan karakter Olivia Pope. Sebagai seorang pimpinan organisasi yang rawan intrik politik dan menyangkut hajat hidup orang banyak, ia mampu memimpin anak buahnya dalam menyelesaikan berbagai skandal politik. Untuk mencapai posisi tersebut, Pope didukung oleh sifatnya yang ambisius untuk meraih hasil maksimal. Bahkan tak jarang ia menjadi sosok perfeksionis yang menuntut semua orang untuk mengikuti ritme kerjanya. Anda harus memiliki ambisi untuk bisa berkembang menjadi sosok yang lebih baik. Karena tanpa ambisi, posisi Anda akan stagnan tanpa ada hasrat untuk maju.





    Carly Whitten, Kate King, Amber (The Other Woman)
    Kekuatan cinta memang sulit untuk mengalahkan solidaritas sesama wanita. Dari film ini, Anda akan lebih mengetahui pentingnya rasa kebersamaan dan saling memahami antar wanita. Saat mengetahui bahwa pasangan mereka ternyata adalah pria yang sama, bukannya saling cakar-cakaran, ketiga sosok wanita dalam film ini justru memilih untuk bersatu dan menyusun rencana balas dendam. Tujuannya, tentu saja untuk memberikan efek jera pada si pria agar tak mengulangi perbuatan brengseknya lagi. Menurut Cosmo, The Other Woman  sukses menginspirasi para wanita agar tidak mau diadu domba dan dibodohi oleh pria.