Better You

Jenis-Jenis Diet Sehat dari Seluruh Dunia

  by: Adya Azka       5/4/2015
  • Menjelang long weekend, sudahkah Anda siapkan daftar panjang restoran yang menu lezatnya ingin dicicipi? Saat jarum timbangan mulai beranjak ke bagian kanan, Anda pun mulai panik dan mencari-cari jenis diet yang tepat. Untuk menambah referensi, berikut Cosmo paparkan jenis-jenis diet sehat dari seluruh dunia.

    Mediteranian Diet
    Diet ini biasanya dilakukan oleh orang-orang di Yunani, Italia, dan Spanyol. Buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak zaitun menjadi santapan utama dalam aturan diet ini. Dan sebuah penelitian yang dilakukan selama 70 tahun mengungkapkan jika penggunaan minyak zaitun dalam Mediteranian Diet dapat membantu menurunkan berat badan, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes.

    New Nordic Diet
    Inilah tren diet baru yang mulai populer di Indonesia. Sebenarnya, diet ini hampir sama dengan Mediteranian Diet, namun yang membedakannya hanyalah penggunaan minyak rapa atau rapeseed untuk mengganti minyak zaitun. Sebuah studi terbaru yang diungkap oleh The American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan jika diet ini sangat membantu untuk menurunkan berat badan dan juga mengurangi risiko diabetes tipe 2 dengan level kepuasan tingkat tinggi.



    Traditional Okinawa Diet
    Inilah diet rendah kalori namun memaksimalkan asupan nutrisi untuk tubuh. Diet ini sangat menitikberatkan pada konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, dan makanan berbahan dasar kedelai seperti tahu atau tempe. Meskipun diet ini awalnya dilakukan karena keterbatasan ekonomi penduduk di Pulau Okinawa, namun para ilmuwan percaya jika selain menjaga metabolisme dan berat badan, diet ini juga berpengaruh besar terhadap panjang umur seseorang.



    Traditional Asian Diet
    Memang tidak ada diet tradisional yang benar-benar berasal dari Asia. Namun, diet ini mengedepankan piramida makanan khas Asia yang tetap mengonsumsi mie atau nasi. Untuk lauk pauk, Anda disarankan lebih banyak menyantap ikan dan kerang dalam menu sehari-hari. Sementara itu, untuk daging dan permen diharapkan hanya dikonsumsi beberapa kali saja dalam sebulan. Karena kasus obesitas di Asia tidak setinggi di negara-negara barat, maka diet ini biasanya dilakukan hanya untuk menjaga kesehatan saja.

    French Paradox Diet
    Mungkin Anda akan geleng-geleng kepala saat tahu diet ini masih menyarankan Anda untuk menyantap keju dan daging dalam jumlah yang cukup banyak (untuk ukuran sebuah diet). Tapi, wanita Perancis memang dikenal memiliki tubuh yang langsing. Ingin tahu rahasianya? Karena mereka makan dalam porsi kecil, menyantap makanan secara perlahan, menghindari snack cemilan, dan banyak berjalan kaki keliling kota. (Adhia Azka/VP/Image: various)