Fashion

London Fashion Week Fall/Winter 17 Highlight

  by: Nina Natasya       2/4/2017
  • Diadakan bulan Februari lalu, London Fashion Week jadi yang "big four fashion week" kedua yang diadakan setelah New York Fashion Week. Para desainer dan label dari London memiliki ciri khas dan desain yang berbeda dari negara lainnya. Penasaran? Simak!

     

    David Koma



    Seksi dan tangguh. Dua kata tersebut yang dapat menggambarkan koleksi milik David Koma. Terinspirasi dari male war dress di Georgia yang dinamakan the chokha serta tarian yang menggambarkan peraduan pria dan wanita yang dinamakan Kartuli, hasilnya adalah koleksi yang sangat menarik. Dari v-neck, detail cut out, material sheer, dan aksen logam sampai metalik jadi daya tarik utama desainer ini.

     

    Erdem

    Meskipun didominasi oleh pakaian yang tertutup, namun koleksi Erdem somehow mengingatkan akan musim Semi, dengan motif English floral dan miniature paintings yang terinspirasi dari kultur Islam. Kedua inspirasi tersebut dituangkan melalui patchwork dalam bahan velvet.

     

    J.W. Anderson

    J.W. Anderson berhasil menyuguhkan gaya wanita sophisticated yang eksentrik. Lewat warna-warna netral serta selipan warna vibran seperti ungu elektrik dan kuning mustard. Detail feather di bagian bawah rok juga jadi daya tarik tersendiri, serta warna metalik dan satin yang memberikan kesan glamor. Love it!

     

    Toga



    Yang menjadi ciri khas koleksi milik Toga adalah adanya added materials dalam pakaian yang dibuatnya. Sweater dengan sleeves berbeda material, rok menyerupai apron yang dikenakan diatas celana panjang. Unsur dekonstruktif sarat terasa dengan warna-warna segar yang diolah menjadi color block. Cosmo suka cara label ini menginspirasi penggunaan belt dalam warna yang kontras dengan pakaian, untuk aksi musim dingin yang fresh.

     

    Victoria Beckham

    Sang fashion mogul telah bergerak jauh dari koleksi yang pertama kali ia luncurkan. Kali ini, koleksi Fall/WInter 17 nya terlihat lebih structured, effortless dan relaxed. Ia banyak menggunakan blazer yang dipadankan dengan rok panjang, dihiasi permainan layering dalam warna-warna dingin namun diselipkan warna merah raspberry yang eye catchy. Well done, Mrs. Beckham!

     

    Vivienne Westwood

    Ini adalah kali pertamanya sang desainer menggabungkan womenswear dengan menswear dalam satu fashion show. Terlihat unsur recycling dan deconstructive sangat kental, dengan permainan patchwork dan model pakaian loose dan relaxed. Warna khaki terlihat dimana-mana, serta motif plaid dan tartan yang juga menjadi ciri khasnya. Just pretty unique!

     

     

    (Nina Natasya / AP / Dok. Instagram)