Better You

Kurang Tidur Bisa Merusak Kulit Wajah. Benarkah?

  by: Redaksi       14/4/2017
  • Tak hanya bisa bikin mood berantakan sepanjang hari, dan memberikan beberapa masalah kesehatan serius lainnya, kurang tidur juga ternyata bisa merusak kulit wajah dan membuat Anda tampak beberapa tahun lebih tua. Hiii… mengerikan!

     

    Penelitian Berikan Tanda-Tanda Mengerikan dari Kurang Tidur



    Sebuah studi baru yang Cosmo lansir dari MSN telah menunjukkan bahwa efek kurang tidur yang tampak pada wajah, kulit, dan kesehatan Anda bisa jadi tanda yang nyata untuk melihat masalah kesehatan yang lebih besar. Penelitian yang dilakukan Bensons for Beds pada 30 partisipan yang tidur enam dan delapan jam dalam lima hari berturut-turut memberikan hasil mengejutkan.

     

    (Baca juga artikel: Lakukan Ini Ketika Anda Kurang Tidur)

     

    Sebelum memulai penelitian, wajah para partisipan difoto dengan mesin Visia yang memetakan dan menghitung beberapa elemen dalam kulit seperti bercak, pori-pori, area merah, brown spots dan porphyrins (bakteri pada wajah). Mantan supermodel Inggris, Jodie Kidd yang menjadi salah satu partisipan terkejut dengan hasil penelitian ini setelah ia menyelesaikan percobaan selama lima malam. Pori-porinya membesar 56% secara angka dan 83% secara kasat mata. Ia memiliki 11% lebih banyak bercak dan 23% lebih terlihat. Porphyrins pada kulitnya pun meningkat jadi 65%.

     

    via GIPHY

     

    Kurang tidur ternyata bisa memberikan efek jangka pendek yang langsung terlihat, seperti tampilan fisik yang terlihat lebih tua, lebih banyak bercak, kulit yang lebih berminyak, terlihat kusam, hingga kantong mata yang terlihat membesar. Tanda-tanda ini mengingatkan jika Anda kurang tidur atau tidur kurang dari delapan jam di malam hari. Jika hal ini terus terjadi dalam jangka panjang, Anda bisa mengalami penuaan dini, kerutan pada wajah, masalah kompleks yang lebih buruk dan permanent discoloration pada kulit wajah.

     



    Kenapa Memiliki Tidur yang Berkualitas Itu Penting?

    Selama tidur, sistem hidrasi tubuh dan beberapa hormon penting akan bekerja memperbaiki keseimbangannya. Hal ini menyebabkan kulit dapat mengembalikan kelembapannya dan sel-sel rusak dapat diperbaharui. “Tidur adalah waktu tubuh untuk menyembuhkan, memperbaiki, dan mengeliminasi toksin dari kulit,” jelas Dr. Guy Meadows, penemu The Sleep School.

     

    (Baca juga artikel: 10 Fakta Menarik Tentang Tidur)

     

    Jika waktu tidur dikurangi, ini juga berarti Anda mengurangi kemampuan tubuh untuk menjalani fungsi ini. Penelitian menunjukkan hasil signifikan hanya dalam waktu lima hari, tapi nyatanya banyak orang tetap melakukan kebiasaan ini berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Hal ini memberikan konsekuensi jangka panjang pada penampilan fisik dan apa yang mereka rasakan tentang dirinya.

     

    (Baca juga artikel: Tidur Larut Malam Bikin Gendut? OH NO!)

     

    Di malam hari, sistem syaraf tubuh manusia berpindah dari tahap parasimpatetik yang memungkinkan sirkulasi darah dan peredaran oksigen pada kulit. “Inilah saatnya kulit mendapatkan banyak perhatian internal dan memperbaiki mekanismenya dalam bekerja,” jelas penulis Ellen Marmur MD, penulis buku Simple Beauty Skin: Every Woman’s Guide to a Lifetime of Healthy, Gorgeous Skin (panjang ya, hehe). So ladies, jangan sekali-kali lagi Anda memangkas jam tidur cantik Anda di malam hari ya. (Vidi Prima / Image: doc. Teerawit Chankowet / Shutterstock / Clickphotos)