Lifestyle

Serunya Konser The Chainsmokers di Jakarta!

  by: Alexander Kusumapradja       2/4/2018
  • Setelah penantian yang cukup panjang, konser The Chainsmokers di Jakarta akhirnya sukses digelar hari Jumat, 30 Maret 2018 kemarin. Bertempat di area JIEXPO, Kemayoran, area konser sudah dipadati penonton dari sore hari dan dibuka oleh beberapa opening act yang meliputi DJ Jenja, Weird Genius, dan Alffy Rev. Makin malam pun makin ramai, terlihat dari bibir panggung yang sudah terisi penuh oleh ribuan penonton yang menikmati penampilan dari Dipha Barus sambil menunggu The Chainsmokers yang dijadwalkan tampil tetap pukul 10 malam.



    Hanya telat 4 menit dari jadwal tersebut, ketika terlihat dua sosok pria naik ke DJ deck, penonton pun sontak berteriak dan bergerak mendekati panggung. Yup, mereka adalah Andrew Taggart dan Alex Pall, duo asal New York yang membentuk The Chainsmokers sejak tahun 2012 silam. Langsung menghentak dengan remix dari single “Sick Boy” yang dilanjutkan single terbaru mereka, “Everybody Hates Me”, aksi mereka disertai oleh video visual dan special effect seru seperti laser dan letupan asap. It's show time!

    Penampilan mereka di Jakarta kali ini adalah perhentian terakhir dalam tur Asia mereka. Ini pun bukan kali pertama mereka datang dan tampil di Indonesia, namun dibandingkan dengan penampilan-penampilan sebelumnya, jelas ada yang berbeda. Bila sebelumnya, mereka lebih dikenal sebagai duo DJ yang me-remix lagu-lagu populer dalam bentuk DJ set, kini mereka datang dengan kapasitas sebagai musisi berkaliber yang menyajikan materi-materi sendiri dan pengalaman yang sudah terasah di berbagai festival dunia.



    Hal itu terasa dari aksi panggung mereka yang semakin pede dan atraktif. Andrew yang menjadi vokalis looks so good with his platinum blonde hair dalam balutan kaus putih dan red jeans. Pria berusia 28 tahun ini tak lelah melompat dan berdiri di atas DJ deck sambil mengajak penonton untuk singalong. Begitu pun dengan Alex yang memekik semangat dan menyapa penonton untuk membangun hype. Banyak yang bilang vokal Andrew sebenarnya tidak sebagus rekamannya, but lets admit it, they're started as DJ, bukan vokalis profesional.





    Tak melupakan akar mereka sebagai DJ, mereka pun sesekali menyelipkan remix dari artis-artis populer dalam set mereka. Mulai dari Papa Roach, The Killers, Queen, The Cranberries, Drake, Major Lazer, hingga Justin Bieber. Semuanya ditanggapi dengan koor membahana dari penonton. Still, sambutan riuh diberikan kepada lagu-lagu racikan mereka sendiri seperti “Don't Let Me Down”, “Paris”, “Roses” dan collab mereka bersama Coldplay, “Something Just Like This”.





    Lantas bagaimana dengan “Closer”, lagu sejuta umat yang melontarkan nama The Chainsmokers ke tangga lagu dunia sekaligus menjadi lagu guilty pleasure banyak orang karena saking seringnya diputar? Well, save the best for the last! Walaupun sebelumnya mereka sempat memutar cuplikan lagu itu, namun versi penuh “Closer” baru benar-benar dibawakan setelah mereka kembali ke panggung untuk encore. Menjadi lagu pamungkas untuk mengakhiri konser sepanjang satu setengah jam tersebut, “Closer” is indeed their biggest hit yang disertai dentuman kembang api dan hujan confetti yang membuat malam itu begitu berkesan. Meraup penonton yang diperkirakan lebih dari 15 ribu orang, angka fantastis untuk sebuah konser musik EDM yang notabene hanya menghadirkan satu international lineup, konser ini pun sukses menjadi mood booster bagi Cosmo untuk memasuki bulan April ini. Until next time!

    (Image: doc. Third Eye Management)