Career

Ingin Menarik Perhatian di LinkedIn? Ini Dia Tipsnya!

  by: Alexander Kusumapradja       2/4/2018
  • Bagi Anda yang berkecimpung di dunia kerja, situs LinkedIn tentu bukan hal asing lagi. Dibanding situs pencari kerja lain yang hanya berfokus pada info soal lowongan kerja, situs yang diluncurkan tahun 2003 ini juga berfungsi sebagai situs jejaring sosial bagi para profesional di berbagai bidang dan industri. Bila dimanfaatkan dengan baik, profil LinkedIn Anda bisa membuka peluang karier yang Anda butuhkan. Karena itu penting untuk membuat profil yang bisa menarik hati para perekrut dan perusahaan idaman Anda.

    Sayangnya, dalam riset yang dilakukan LinkedIn dalam rangka Women’s Equality Day tahun lalu, terungkap bila perempuan cenderung kurang mempromosikan diri dan keahlian mereka dibanding para pria, sekalipun mereka punya posisi, pengalaman kerja, dan keahlian yang sama. Untuk menarik lebih banyak peluang kerja, ini saatnya untuk membenahi dan mengoptimalkan profil LinkedIn Anda. Begini caranya:




    1. Bikin nama URL sendiri

    Saat membuat profil LinkedIn, Anda akan mendapat alamat URL yang bisa diklik untuk tiba di halaman profil Anda. Awalnya alamat URL tersebut hanya berupa kombinasi angka, tapi Anda bisa mengubahnya di halaman edit profile untuk memilih nama URL yang ingin Anda pakai. Sebaiknya jangan bikin nama yang susah diingat atau yang terkesan main-main. Yang paling aman adalah menggunakan nama lengkap Anda.

    2. Pilih foto profil yang tepat

    Karena pengguna LinkedIn adalah para profesional, foto profil yang Anda pasang pun harus terlihat proper. Jangan pakai foto-foto kasual seperti selfie dan OOTD yang biasa Anda pakai untuk Facebook atau Instagram. Anda pun tak harus memakai foto formal seperti pas foto KTP atau ijazah. Foto yang terlihat santai pun boleh saja, asalkan wajah tetap terlihat jelas (sekitar 60% dari frame), tidak menggunakan kacamata hitam, foto yang terlalu diedit (and please no sparkle or glitter effect), atau foto beramai-ramai dengan teman. Pakai pakaian yang biasanya Anda pakai saat bekerja dan jangan lupa tersenyum.

    3. Bikin daftar keahlian yang Anda kuasai

    Dari riset LinkedIn, dibanding pria ternyata perempuan lebih sedikit menuliskan daftar keahlian (skill) di profil LinkedIn mereka. Kolom skill di LinkedIn berfungsi sebagai tagar yang memudahkan orang untuk mencari pekerja yang menguasai sebuah skill tertentu. Semakin banyak skill yang Anda tulis, semakin besar pula kemungkinan Anda muncul di kolom pencarian. Di samping itu, daftar skill yang Anda punya juga bisa mendapat endorse dari pengguna lain. Semakin banyak endorsement yang Anda raih untuk sebuah skill, semakin tinggi pula nama Anda muncul di hasil pencarian untuk skill tersebut. Sejauh ini Anda bisa menulis sampai 50 skill di profil LinkedIn Anda, manfaatkan dengan optimal dan urutkan berdasarkan skill yang paling relevan dan Anda kuasai. Saat orang mengunjungi profil Anda, mereka hanya dapat melihat tiga skill teratas yang Anda tulis, kecuali bila mereka mengklik tombol panah di bawahnya untuk melihat keseluruhan skill yang Anda urutkan.

    4. Fokus dengan pengalaman kerja terbaru

    Riset yang sama juga mengungkap bila pria cenderung fokus menceritakan pekerjaan dengan jabatan paling senior yang mereka punya dibanding level-level junior di awal karier mereka. Anda bisa ikuti cara itu dengan fokus menceritakan pengalaman kerja Anda yang paling tinggi dan terbaru. Ceritakan tentang apa saja tanggung jawab Anda dan pencapaian apa yang telah Anda raih.

    5. Tulis bio singkat yang menggambarkan diri Anda



    Kolom summary di LinkedIn adalah kesempatan untuk memperkenalkan diri ke pengunjung profil Anda. Perempuan cenderung lebih “malu-malu” menulis tentang diri dan pencapaian mereka di kolom summary LinkedIn dibanding pria. Tulis tentang diri Anda dengan singkat tapi padat yang menceritakan tentang background Anda, pencapaian kerja, dan proyek yang sedang dijalani saat ini. 100 sampai 300 kata adalah jumlah yang ideal.

    6. Minta rekomendasi

    Terlihat sepele, tapi rekomendasi dari kolega Anda bisa meningkatkan kredibilitas Anda di mata perekrut. Coba setidaknya meminta beberapa kalimat rekomendasi dari atasan, kolega, ataupun anak buah Anda yang menceritakan tentang pengalaman mereka bekerja dengan Anda. Jika merasa sungkan untuk meminta langsung, Anda pun boleh saja lebih dulu memberikan rekomendasi ke orang lain. Mayoritas orang biasanya akan balik memberi rekomendasi. Selain itu, dengan menulis rekomendasi di profil orang lain, nama Anda akan muncul di profil orang tersebut dan bisa dilihat orang lain.

    7. Membangun relasi

    Manfaatkan fitur networking di LinkedIn dengan cara mengirim invitation berhubungan ke pengguna lainnya. Namun ingat, setiap mengirim invitation untuk orang terutama yang belum Anda kenal sebelumnya, selalu sertakan kalimat perkenalan tentang diri Anda dan alasan singkat mengapa Anda ingin menjalin networking dengan orang itu. Di LinkedIn pun juga terdapat banyak grup yang bisa Anda ajukan permintaan bergabung sesuai dengan minat dan lapangan pekerjaan Anda.

    8. Bagikan konten yang relevan dan sesuai minat

    Punya profil saja mungkin belum cukup, Anda pun harus terlihat aktif dengan cara membagikan konten yang berhubungan dengan dunia kerja di feeds LinkedIn Anda. Biasanya selain news, artikel yang dibagikan adalah artikel yang bisa memotivasi pembacanya. Cara lain untuk menunjukkan eksistensi adalah memberikan komentar atau opini pribadi di konten yang Anda share. Dengan itu, orang jadi bisa lebih mengenal kepribadian dan sudut pandang Anda.


    (Image: Olena Kachmar©123RF.com)