Career

Apa yang Terjadi Kalau Anda Tidak Bayar Kartu Kredit?

  by: Hana A. Devarianti       3/4/2018
  • Setiap kali surat tagihan kartu kredit datang, pernahkah Anda berpikir kira-kira apa yang terjadi kalau tidak bisa membayar tagihan yang tertera di surat tersebut? Atau jangan-jangan saat ini Anda sedang menunggak membayar tagihan kartu kredit? Uh-oh... Bad idea, darling. Karena konsekuensi yang harus dihadapi ketika tidak membayar kartu kredit ternyata tidak main-main.


    Jadi, apa saja sih yang bakal terjadi ketika tidak membayar tagihan kartu kredit?




    Anda Harus Membayar Bunga yang Tinggi

    Kartu kredit ternyata jadi salah satu jenis utang dengan bunga yang cukup tinggi lho, dengan rata-rata bunga 2%-2,5% per bulan. Bunga bukan cuma dikenakan ketika Anda tidak membayar kartu kredit, tetapi juga ketika membayar kurang dari jumlah total tagihan atau hanya membayar sejumlah pembayaran mininum, dan ketika melakukan pembayaran penuh tetapi setelah tanggal jatuh tempo.

    Perhitungan dari bunga ini bukan dibebankan sesuai sisa tagihan di bulan berikutnya. Akan tetapi, dihitung secara proporsional terhadap setiap transaksi sejak transaksi dibukukan. Adapun selisih hari antara tanggal pembukuan dengan tanggal tagihan juga akan dikenakan bunga harian. Jadi, sudah terbayang kan betapa membengkaknya bunga yang harus dibayar ketika menunggak kartu kredit?


    Dan, Membayar Denda

    Bukan cuma membayar bunga, Anda juga harus membayar denda yaitu biaya keterlambatan. Pada tahun 2012, Bank Indonesia telah menetapkan kalau denda keterlambatan pembayaran adalah sebesar 3% dari total tagihan pada bulan tersebut, dengan jumlah maksimal denda adalah sebesar Rp150.000 setiap bulan. Bagaimana kalau ternyata di bulan depannya Anda masih tidak membayar kartu kredit? Well, jumlah denda pun akan semakin menggunung.


    Baca juga: Ups, Ini 6 Tanda Bahwa Kamu Sebenarnya Boros!


    Skor Kartu Kredit akan Menurun

    Setiap nasabah yang menggunakan kartu kredit memiliki skor atau kualitas kredit. Skor atau kualitas kredit ini adalah "nilai" yang menentukan apakah Anda layak atau tidak mendapat pinjaman. Selain itu, juga menentukan besaran jumlah pinjaman yang bisa didapatkan.

    Mereka yang membayar tagihan kartu kredit dengan disiplin dan tepat waktu akan memiliki skor atau kualitas kredit yang lancar. Mereka yang tidak membayar tagihan kartu kredit? Kemungkinan besar skor atau kualitas kreditnya akan menurun atau malah macet. Akibatnya, Anda jadi sulit mengajukan pinjaman lainnya yang bernilai "besar" ke bank. Contohnya saja pinjaman membeli rumah, mobil, atau bahkan membuka usaha.


    Anda akan "Diteror" Bank

    Jangan kaget kalau telepon akan lebih rajin berdering ketika tidak membayar tagihan kartu kredit. Dan, bisa ditebak kalau yang menelepon Anda bukanlah pria incaran, tetapi bank! Ya, bank tidak akan lelahnya menelepon nasabah yang menunggak pembayaran kartu kredit meskipun hanya terlambat beberapa minggu dari tenggat waktu.



    Kalau utang kartu kredit sudah sampai pada tahap utang kredit yang macet, kemungkinannya Anda akan didatangi oleh debt collector atau penagih utang. Perlu diingat kalau debt collector itu bukanlah preman. Ia hanya boleh menagih utang sesuai dengan etika yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Tidak hanya itu, debt collector juga tidak diperbolehkan untuk mengancam, melakukan kekerasan, atau memperlakukan nasabah yang berutang. Begitu pula dengan menyita barang yang dimiliki nasabah.


    Baca juga: 7 Kesalahan Fatal Penggunaan Kartu Kredit


    Anda Masuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia

    Konsekuensi terbesar ketika tidak membayar kartu kredit adalah Anda akan masuk dalam daftar hitam atau blacklist BI. BI memiliki catatan rekam jejak pembayaran yang Anda lakukan dalam jangka waktu 24 bulan terakhir. Fungsinya adalah untuk mengetahui apakah pembayaran Anda lancar atau tidak. Catatan ini disebut dengan Informasi Debitur Individual Historis atau biasa disebut IDI Historis. Setiap pengajuan kredit ke bank, entah itu kartu kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), mensyarakatkan pengecekan IDI Historis atau BI Checking untuk membantu bank menentukan apakah nasabah layak mendapat pinjaman atau tidak.

    Nah, apabila nama sudah masuk dalam daftar hitam BI, Anda akan mengalami kesulitan mengajukan kredit ataupun mendapatkan kenaikan limit kartu kredit. Nama pun akan terus ada di daftar hitam kalau belum bisa melunasi utang yang menumpuk karena tidak membayar kartu kredit.


    Lalu, mungkinkah Anda masuk penjara ketika tidak membayar kartu kredit?

    Sebenarnya, sampai saat ini belum ada hukum pidana yang mengatur masalah kartu kredit yang macet. Pada dasarnya, masalah ini memiliki ikatan yang sejenis dengan perjanjian, yakni perjanjian antara Anda sebagai debitur dan bank sebagai kreditur. Jika memang masalah ini ingin diproses secara hukum, maka hukum yang digunakan adalah hukum perdata. Jadi, kalau ditanya apakah Anda mungkin masuk penjara karena tidak membayar kartu kredit, jawabannya adalah tidak. Hal yang mungkin terjadi adalah adanya gugatan secara perdata kepada debitur alias Anda untuk membayar tagihan yang tertunggak.


    Hal yang paling penting ketika memiliki kartu kredit adalah disiplin dan teliti dalam penggunaannya. Selalu ingat kalau kartu kredit bukan "kartu ajaib" yang bisa digunakan seenaknya saja karena ada tagihan yang menanti tiap kali kartu tersebut digesek di mesin pembayaran. Namun, rasanya setelah mengetahui apa yang akan terjadi ketika membayar kartu kredit di atas, Cosmo yakin Anda akan lebih bijak menggunakannya. Right, ladies(Hana Devarianti / SW / Image: Dean Drobot©123RF.com)