Career

11 Tips Memilih Sepatu Yang Tepat Untuk Interview Kerja

  by: Alexander Kusumapradja       4/4/2018
  • Let’s face it, dear… Hal pertama yang diperhatikan orang saat Anda tiba di calon kantor baru untuk wawancara adalah penampilan Anda. Walaupun alasan utama Anda dipanggil untuk interview karena memang tim HRD melihat potensi di CV dan resume Anda, tapi bagaimana dengan orang lain di sana, terutama that cute guy yang sempat berpapasan dengan Anda? You sure want to looks good from head to toe untuk meninggalkan impresi yang baik.

    Dalam studi yang dilakukan National Association of Colleges and Employers, 49% manajer HRD menyebut penampilan calon pekerja menjadi faktor penting dalam menentukan apakah Anda mendapatkan sebuah pekerjaan atau tidak. Terlepas apapun posisi yang dilamar, Anda tentu ingin membuat kesan terbaik di mata pewawancara. Lagipula, berpenampilan menarik pun tak hanya demi mendapat apresiasi dari orang lain saja, tapi juga untuk diri sendiri. When you know you look good, you also will feel good too dan menambah rasa percaya diri saat berhadapan dengan pewawancara.



    Termasuk urusan memilih sepatu yang akan dipakai saat wawancara kerja. Cosmo percaya memakai sepatu yang tepat bisa membawa langkah Anda ke banyak peluang. Tapi, sepatu apa yang paling tepat untuk interview? Should you wear heels or flats? Tenang ladies, kita bahas satu per satu ya.

     

    • Meskipun saat ini banyak pekerjaan dengan dress code yang lebih santai, bukan berarti saat interview kamu bisa langsung memakai sneakers favoritmu. Terlepas dari tren sepatu yang sedang in saat ini, pilih sepatu dengan desain profesional dan timeless. Kecuali Anda melamar di bidang fashion, memakai sepatu paling hits bisa menjadi statement bahwa Anda memang “melek mode” dan justru menjadi nilai plus.

     

     

    • Sekali lirik pun, high heels memang terlihat lebih sharp dan profesional dibanding memakai sepatu flats, namun jangan pilih hak yang terlalu tinggi dan runcing karena bisa membuat kaki Anda pegal bila dipakai dalam waktu lama. Heels sebaiknya tak lebih dari 3 inch atau 5 cm agar nyaman lebih lama.

     

     

    • Kalau Anda termasuk yang merasa canggung saat memakai heels, memakai flat shoes pun boleh-boleh saja, tapi pilih yang desainnya masih terlihat formal dan structured. Flat shoes dengan pattern ramai atau yang terlihat “kempes”, bisa membuat penampilan Anda terlalu santai untuk wawancara kerja. Flats dengan ujung yang meruncing terlihat lebih profesional dibanding flats dengan ujung membundar atau ballet flats. Tapi ingat, bagi Anda yang bertubuh pendek, memakai flats bisa membuat Anda terlihat semakin pendek.

     

     

    Ballerina flats memang nyaman dipakai, namun untuk alternatif yang lebih formal coba pilih sepatu brogues dengan aksen tali. Brogues maupun Oxford adalah pilihan yang nyaman namun masih terlihat smart. Desain yang terlihat androgynous juga membuat Anda siap bersaing dengan para pria sekalipun.

     

     

    Kitten heels adalah rekomendasi yang pas karena tak terlalu tinggi (2,5 – 5 cm) juga tak sedatar flats. Karena tak terlalu tinggi, kitten heels cocok dipakai dan disukai banyak orang, dari mulai Audrey Hepburn sampai Michelle Obama.

     

    Wedges dan block heels dengan sol tebal bukan ide bagus. Walaupun nyaman dipakai, tapi keduanya terlihat terlalu “berat” dan kasual. Plus suaranya bisa mengganggu. Anda ingin menarik perhatian dengan subtle, bukan membuat orang terganggu dengan bunyi langkah Anda.

     



    • Tidak ada aturan tertulis untuk hal ini, namun memakai sepatu dengan ujung terbuka yang memperlihatkan jari dan kuku kaki bisa terlihat mengganggu bagi banyak orang. Untuk wawancara kerja, tetap pilih sepatu dengan ujung tertutup ya dear.

     

     

    • Untuk perkara warna, paling aman memang memakai warna-warna netral seperti hitam, coklat gelap, atau biru tua. Memakai warna coklat muda saja bisa membuat kesan yang kurang formal, apalagi sepatu dengan warna-warna atau prints yang mencolok mata. Namun, bila Anda melamar di perusahaan bidang kreatif, tak ada salahnya pula untuk playful dengan warna pastel atau classic prints seperti houndstooth atau tartan.


    • Yang tak kalah distracting adalah sepatu dengan aksen-aksen seperti buckles berukuran besar, rhinestones, sequins, atau pita dan logo yang terlalu besar. Repeat these words: less is more.

     

    • Yang juga harus diperhatikan adalah kondisi sepatu. Jika ada bagian-bagian yang terlihat jelas rusak atau kotor dan tak bisa ditutupi, pilih sepatu Anda yang lain. Pastikan sepatu yang akan Anda pakai terlihat bersih.

     

    • Walaupun cara paling instan memang membeli sepatu baru, tapi Cosmo juga tak menyarankan untuk memakai sepatu baru yang belum pernah dipakai sebelumnya. Kenapa? Sepatu baru yang masih kaku bisa membuat kaki Anda tak nyaman atau bahkan membuat lecet.


    Bagaimana ladies? Sudah jelas atau malah makin bingung? Well, kuncinya sederhana saja. Yang harus dipertimbangkan adalah pekerjaan atau kultur kantor seperti apa yang akan Anda datangi, pakaian yang Anda kenakan, dan yang penting sepatu yang nyaman baik bagi dipakai oleh Anda maupun dilihat orang lain. Looks good, feel good, and do good. Sukses terus, ladies!

     

    (Image: gstockstudio©123RF.com)