Fashion

Semua Yang Perlu Anda Tahu Tentang Tartan Musim Ini

  by: Alexander Kusumapradja       6/4/2018
  • Bila orang Indonesia bangga akan batik sebagai kekayaan budaya, maka orang Skotlandia boleh besar hati dengan tartan. Menjadi salah satu motif yang paling dikenal di seluruh dunia, tartan yang merupakan motif kotak-kotak hasil persilangan garis horizontal dan vertikal adalah motif tradisional bangsa Skotlandia yang telah berusia ratusan tahun dan tetap bertahan sampai hari ini. Dari mulai simbol aristokrat hingga simbol perlawanan, tartan terus hadir dalam berbagai rupa dan warna, entah itu di dunia musik (punk & grunge), film (Clueless, anyone?), dan tentu saja panggung mode.

    Walaupun awalnya identik sebagai motif yang dikenakan pria, saat ini tartan telah menjadi motif unisex yang tak mengenal batas gender, usia, geografis, dan tren. Beberapa momen paling ikonis di dunia fashion mengedepankan tartan sebagai benang merah. Sebut saja koleksi Highland Rape di musim dingin 1995 yang melambungkan nama Alexander McQueen dan koleksi Anglomania Vivienne Westwood di tahun 1993 yang mengawinkan elemen punk dan high fashion. Sekarang pun, motif tartan terus berkembang seiring zaman, tak terkecuali untuk musim Spring/Summer 2018 di mana beberapa desainer dan rumah mode berlomba mengusung tartan dalam berbagai spektrum warna dan eksplorasi material. Untuk merayakan National Tartan Day yang jatuh setiap tangal 6 April, berikut highlight yang telah Cosmo susun.




    Balenciaga

    Di tangan Demna Gvasalia, tartan ditampilkan dengan gaya provokatif khas desainer yang juga pendiri label Vetements tersebut. Model masyhur Stella Tennant membuka show dalam balutan rok tartan palet hijau dengan detail putih dan kuning mustard yang dipadukan dengan buttoned up shirt bergaris vertikal yang chic. Berturut-turut, tartan dalam warna kuning, merah , dan biru muncul sebagai tailored pants, cape, dan kemeja. Mengenakan tartan untuk atasan dan bawahan sekaligus memang terasa tricky, namun bila dilakukan dengan tepat, tabrak tartan pun tetap terlihat atraktif. Triknya adalah memilih tartan dengan palet warna yang sama sebagai penghubung namun pilih motif yang beda ukuran dan kerapatan garisnya untuk bermain dengan proporsi.


    Burberry

    Burberry dan tartan memiliki sejarah panjang. Motif tartan Burberry muncul sejak tahun 1920an dan telah menjadi simbol label Inggris tersebut sampai sekarang. Yang paling khas adalah tartan warna krim, dengan garis putih-hitam, dan percikan garis merah. Di koleksi terakhirnya untuk Burberry, Christopher Bailey menampilkan tartan khas Burberry yang telah terinfluens gaya streetwear zaman sekarang. T-shirt putih polos langsung naik kelas begitu dipadukan dengan outerwear tumpuk dari tartan merah dan hitam-putih. Begitu pun coach jacket tartan dengan topi with matching prints yang dipadankan dengan celana training merah menyala. Approachable bagi kalangan muda, tartan pun muncul sebagai puff jacket dengan warna pelangi yang seolah disemprot langsung dari botol cat graffiti. Sebuah statement yang mengangkat kesetaraan gender sekaligus mengingatkan bahwa tartan adalah simbol anti-establishment.


    Fendi



    Bila Anda menganggap tartan hanya cocok menjadi motif untuk outerwear berbahan tebal, Karl Lagerfeld siap membantah hal itu lewat koleksi Fendi yang menggabungkan Italian Futurism dengan perjalanan ke negara tropis. Hasilnya adalah palet warna yang vibran dan material yang lebih melayang. Tartan berwarna aquamarine muncul sebagai sebuah sheer dress terusan maupun rok high waist dipadukan dengan kemeja transparan, plus bikini yang mengintip. Legging tartan dengan warna cream yang mute pun bisa menjadi item pencuri perhatian ketika dipasangkan dengan flowy dress organza hitam. Hasilnya terlihat seksi, tapi juga begitu ringan. Favorit Cosmo adalah tumpukan tartan dalam warna senada namun dalam pola garis dan ukuran yang beragam. Walaupun menciptakan ilusi optik dengan begitu banyak garis dan pieces, namun thanks to their sheer effect and lightweight material, seluruh ensemble ini sama sekali tak terlihat berat dan terkesan playful dengan warna mute sekalipun.


    Hermès

    Senada dengan Fendi, Hermès pun menyajikan tartan dalam material dan mood yang lebih ringan. Structured dress lengan panjang dengan aksen kerah dalam tartan yang garis vertikalnya lebih dominan tersimpul manis dengan sebuah belt yang tak hanya berfungsi sebagai aksen, tapi juga memberi siluet pada bagian pinggul. Begitu pun dengan kombinasi atasan lengan panjang dan bawahan rok tumpuk yang sama-sama mengusung tartan monokromatis dan diperkuat sebuah mini belt hitam. Untuk looks yang lebih santai, sang desainer Nadège Vanhee-Cybulski memadukan kaos putih tanpa lengan dengan celana tartan bersiluet lebar sampai ke mata kaki. Looks tersebut memberi Cosmo inspirasi untuk mencari kaos band kesayangan di lemari dan memadukannya dengan celana lebar serta belt.


    Alexander McQueen 

    Back to the square one, label Alexander McQueen yang masih digawangi oleh Sarah Burton kembali menyelipkan tartan dalam koleksinya. Walaupun bukan menjadi bintang utama dalam koleksi yang memadukan elemen military, punk, dan fetish influences ini, namun di tengah dominasi gaun-gaun bergaya New Romantics, tartan tetap mencuri perhatian dalam bentuknya yang paling liar. Tartan klasik warna merah, hitam, dan putih muncul sebagai aksen lengan di zipper jacket serta organza dress yang terlihat seperti ledakan stroberi (or hearts, or both). Our favorite? Paduan full tartan berupa structured top kemeja lengan panjang dengan detail cape yang dipadukan rok di atas lutut dan combat boots. Tentu saja Anda tak harus memakainya secara total seperti di runway, the fun thing about it adalah Anda bebas memilah mana yang akan Anda ambil dan kenakan. Lagi pula rok tartan adalah salah satu item essential yang mudah dipadupadankan dan tak akan termakan zaman, atau seperti yang akan dicetuskan oleh Cher Horowitz dalam Clueless: “As if!”

    (Image: Dok. Instagram @burberry)