Fashion

Beradu Kreativitas di Indo Project Runway 2018

  by: Alexander Kusumapradja       10/4/2018
  • Sebagai negeri yang memiliki ragam warisan budaya tekstil, Indonesia memang tak seharusnya menutup mata bagi perkembangan pasar tekstil dan garmen. Untungnya, perkembangan dunia tekstil di Indonesia pun kian membaik. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) melaporkan bahwa hasil ekspor tekstil dan garmen Indonesia di tahun 2017 meningkat sebesar 5% setelah mengalami stagnansi selama 4 tahun sebelumnya. Hasil tersebut tentu tak lepas dari campur tangan aktif para pelaku industri, termasuk yang dilakukan oleh Indonesia International Textile and Garment Machinery & Accessories Exhibition (INDO Intertex).

    Salah satu karya desain yang ditampilkan.




    INDO Intertex merupakan pameran garmen dan tekstil berskala internasional dan terbesar di Asia Tenggara yang menjadi platform bagi para pelaku industri tekstil dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini menjadi perhelatan ke-16 INDO Intertex yang telah berlangsung dari tanggal 4 sampai 7 April 2018 lalu di Jakarta International Expo Kemayoran. Diikuti lebih dari 500 perusahaan terkemuka baik lokal maupun internasional dari 23 negara, pameran yang merupakan kerjasama antara Peraga Expo dan Fourteen Events ini tak hanya menampilkan beragam produk teknologi serta tren tekstil dan garmen terkini di dunia, tapi juga rangkaian acara seru bagi pecinta mode. Salah satunya adalah lomba desain busana “Indo Project Runway 2018” yang menjadi wadah kreativitas bagi para desainer muda.

    Terinspirasi oleh acara kompetisi desain terkenal Project Runway, dalam perlombaan yang baru pertama kali diadakan ini, 15 orang peserta yang telah terpilih sebelumnya melalui penyeleksian portofolio dan hasil karya ditantang untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam proses pembuatan sebuah karya busana dari awal sampai selesai. Dari mulai mendesain, memilih bahan, hingga menjahit dan menyelesaikan langsung pakaian tersebut di lokasi lomba sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

    Hasil karya finalis di hari pertama dengan tema "Sheer & Ruffles".


    Di hari pertama, 15 peserta diberikan pengarahan mengenai produk dan alat yang bisa digunakan selama acara. Tidak tanggung-tanggung, seluruh peserta dibekali dengan mesin jahit dari salah satu perusahaan mesin jahit terbesar di Indonesia, PT. Indo Hose. Tak hanya itu, peserta juga dimanjakan dengan material tekstil yang disediakan oleh Lenzing. Produsen serat cellulose-based terbesar dari Austria ini melalui anak perusahaan mereka di Indonesia, PT South Pacific Viscose, mendukung penuh terselenggaranya lomba dengan menyediakan kain woven yang terbuat dari bahan baku berkualitas tinggi asal Eropa, TENCEL™ Lyocell fiber dan TENCEL™ Modal fiber.

    Salah satu finalis yang sedang serius menyelesaikan rancangannya. 




    Dalam lomba ini seluruh peserta bebas untuk berkreasi dengan menggunakan bahan dan alat yang telah disediakan dalam periode batas waktu yang telah ditentukan. Babak penyisihan bertema “Sheer & Ruffles” diadakan pada tanggal 5 April dan menyisakan 10 orang finalis yang kemudian berkompetisi kembali di babak Final yang bertemakan “Batik for Red Carpet” pada 6 hingga 7 April 2018. Setelah jadi, hasil karya peserta langsung ditampilkan dalam bentuk sebuah peragaan busana dan presentasi di hadapan juri untuk dinilai secara saksama. Setelah melalui pertimbangan matang, para juri pun memilih tiga orang pemenang yang berhak membawa pulang hadiah berupa mesin jahit dan uang tunai jutaan Rupiah. Juara pertama dimenangkan oleh Anita Natalia, disusul oleh Annisa Diyan Fitri di posisi kedua dan Fiwih Kurnia Pratiwi di urutan ketiga. 

    Tiga pemenang utama Indo Project Runway 2018.


    Selain Indo Project Runway, panggung acara juga dimeriahkan oleh Fashion Business Seminar yang menghadirkan tokoh-tokoh berpengalaman dalam dunia industri mode, Kids Clothing Line Fashion Show, serta Make-Up Workshop dari Victoria Atelier. Paul Kingsen selaku Project Director Peraga Expo mengungkapkan, “INDO Intertex merupakan pameran terbesar dan terlengkap untuk industri tekstil. Wadah bagi para pelaku industri dari hulu ke hilir. Kami berharap dengan penyelenggaraan Indo Project Runway ini menghasilkan talenta-talenta muda potensial di industri fashion.” Melihat respons positif di gelaran pertamanya, Paul juga menyampaikan harapan agar acara ini semakin berkembang setiap tahunnya dan menargetkan peserta dan pengisi acara yang tak hanya berasal dari Indonesia tapi juga dari mancanegara. “Kami optimis hal ini bisa tercipta mengingat pasar yang besar dan respons yang sangat baik oleh para produsen tekstil dan garmen internasional yang ingin mendapatkan dan menguatkan posisinya di pasar Indonesia,” simpulnya.  

    (Images: Dok. Fourteen Events)