Better You

Mendeteksi Gejala Kanker Yang Paling Diresahkan Wanita

  by: Nungki Dwiandara       12/4/2018
  • Kanker dinobatkan sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Di Indonesia sendiri jumlahnya kian meningkat, bahkan World Health Organization (WHO) meramalkan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sebanyak 7 kali lipat, setidaknya pada tahun 2030. Salah satu yang paling meresahkan adalah kanker serviks yang menjadi hal menakutkan bagi wanita.

    Beberapa waktu lalu, Cosmopolitan dan Combiphar mengajak para cosmo readers untuk sharing seputar kesehatan terutama penyakit kanker dalam Healthy Forum bersama dr. Carlinda Nekawaty. Nah, berikut ini telah 3 pertanyaan terbaik yang telah diajukan para cosmo readers. Check these out!




    Q (Question) :

    Apakah benjolan pada payudara yang hilang dapat kembali timbul? Dan bagaimana cara untuk mengetahui gejala kanker payudara? - Hapsari Trisetianingsih


    DC (Doctor Carlinda) : 

    Secara medis, tumor/benjolan di payudara belum tentu mengarah pada penyakit kanker. Benjolan/tumor terbagi menjadi dua macam, yaitu:

    1) Tumor jinak, yang memiliki ciri tumbuh secara terbatas, memiliki selubung, tidak menyebar, dan bila dioperasi dapat dikeluarkan secara utuh sehingga dapat sembuh sempurna.

    2) Tumor ganas, memiliki ciri yaitu dapat menyusup ke jaringan sekitarnya, dan sel kanker dapat ditemukan pada pertumbuhan tumor tersebut. Jika tumor payudara yang dirasakan terasa sakit,lalu kemudian hilang dengan sendirinya, maka perlu dilakukan pemerikasaan lebih lanjut. karena ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan adanya benjolan pada payudaranya, misalnya adanya masalah hormone yang tidak seimbang atau adanya gejala infeksi pada kelenjar getah bening yang terletak di ketiak yang berdekatan dengan posisi payudara. Oleh karena itu, disarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diagnose kanker payudara tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan temuan adanya benjolan di payudara.

    Gejala kanker payudara seperti yang sudah anda katakan, yaitu: adanya benjolan pada payudara terutama mendekati ketiak, rasa nyeri pada payudara, adanya perubahan struktur atau tekstur pada payudara, putting yang tertarik kedalam, ditemukannya cairan dari putting susu yang berwarna kekuningan/kehijauan atau bahkan bernanah.

    Untuk itu, disarankan untuk dapat melakukan pengecekan dini yaitu dengan melakukan “Sadari = Periksa Payudara Sendiri” dengan: berdiri depan cermin dengan posisi bahu lurus dan kedua tangan dipinggang, perhatikan apakah ada perubahan fisik pada payudara Anda (bentuk, ukuran, warna), setelah itu angkat kedua tangan keatas dan perhatikan kembali perubahan fisik payudara, tekan putting susu dan lihat apakah ada cairan yang keluar dari putting susu, kemudian anda berbaring dan raba payudara kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya serta buat pola memutar untuk memeriksa apakah ada benjolan pada payudara, raba daerah ketiak sampai perut untuk memeriksanya. Semoga penjelasan ini membantu dan bermanfaat.


    Q :



    Apakah papsmear wajib dilakukan setelah melahirkan untuk menghindari kanker serviks? Apa sajakah penyebab terjadinya kanker serviks dan bagaimana cara pencegahannya? - Prinidiati Savitri


    DC :

    Pap Smear merupakan salah satu cara mendeteksi dini kanker serviks, dan secara medis disarakan untuk dilakukan pada semua wanita yang sudah menikah/aktif secara seksual minimal 1x setahun atau jika hasil pap smear normal selama 3 tahun berturut-turut maka pap smear dapat dilakukan 1x setiap 5 tahun. 

    Penyebab lain dari kanker serviks itu beragam. Secara medis kanker mempunyai 3 faktor penyebab utama, yaitu: 1) Faktor genetik, 2) Faktor karsinogenik, diantaranya adalah zat kimia, radiasi, virus, hormone, dan iritasi kronis, 3) Faktor prilaku dan gata hidup, diantaranya merokok, pola makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurang aktifitas fisik. Dan, perlu diketahui, faktor utama saat ini yang mempengaruhi terjadinya kanker adalah faktor pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. 

    Oleh karena itu, untuk pencegahan terjadinya kanker mulai dengan menjalani pola makan dan gaya hidup sehat, dan melakukan skrining/deteksi awal dengan dokter spesialis. Semoga bermanfaat.


    Q :

    Saya wanita berumur 33 tahun yang sudah menikah, namun belum memiliki anak. Apakah wanita berusia 30 tahun ke atas yang belum memiliki keturunan berisiko terkena kanker rahim dan payudara? Dan apa yang harus saya lakukan untuk mencegahnya? - Irene


    DC : 

    Semua wanita mempunyai potensi menderita kanker, baik kanker payudara maupun kanker serviks. Usia diatas 30 tahun secara medis memang mempunya resiko untuk mengalami kanker payudara, dan usia yang paling sering terjadi adalah 45-66 tahun. Namun, yang perlu ketahui adalah terjadinya kanker tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, melainkan faktor-faktor penyabab yang sudah diuraikan di atas. (Nungki DA/Image: Dok. Freepik.com)