Beauty

Ini Sejarah Lipstik yang Perlu Anda Tahu!

  by: Ainjia Phioltia Paat       13/4/2018
  • Happy International Kissing Day! Untuk merayakan hari ciuman sedunia dan menunjukkan penghargaan terhadap produk kecantikan yang bisa dengan sekejap mengubah tampilan wajah dan jadi mood booster ini, maka Cosmo menyusun sedikit penjelasan dan sejarah bagaimana terciptanya lipstik. Put your favourite lip colour before reading!


    Tak ada yang bisa menemukan siapa penemu lipstik pertama. Namun, dari zaman prasejarah, manusia diketahui telah menggunakan jus dari buah dan tanaman untuk melukis wajah pada ritual keagamaan dan agar terlihat lebih menarik untuk lawan jenis. Bangsa Sumaria diketahui menggunakan buah, bubuk tanah liat, henna, hingga serangga untuk mewarnai bibir.



    Namun, wanita Mesopotamia (wilayah Irak sekarang), dikabarkan menciptakan lipstik dengan menghancurkan batu-batu mulia dan menggunakan bubuknya untuk menghiasi bibir mereka. Hmm, fancy. 

    Mesir adalah salah satu pencipta lipstik kuno yang cukup berkembang. Saat itu, para bangsawan menggunakan beberapa tipe lipstik. Bahkan ada yang menggunakan lipstik yang terbuat dari bahan beracun, seperti timah, juga warna yang ditemukan dari tanaman mengandung merkuri yang dinamakan fucus, yang membahayakan jiwa. Kiss of death, anyone? Di sana juga warna carmine, atau warna merah keunguan, jadi favorit. Warna tersebut diciptakan dari ekstrak tubuh serangga Kocineal, semacam kutu pemakan kaktus tak berduri, yang dicampur dengan minyak dan wax. Teknik ini masih digunakan hingga sekarang, walau berbagai negara amat mengontrol penggunaan pigmen ini.

    Mari beranjak ke Eropa di abad pertengahan, dimana sejarah lipstik kian meredup. Keadaan hidup para manusia Medieval cukup susah dan menyedihkan, dengan peperangan yang tanpa henti, kurangnya makanan, banyaknya wabah penyakit dan sedikitnya obat penyembuh, buat manusia pada era ini tak banyak mendalami ilmu pengetahuan dan seni. Hukum dan tren diatur oleh para petinggi agama. Penggunaan lipstik pun dilarang. Wanita yang menggunakan lipstik disebut sebagai penyembah setan dan pengikut sekte. Sama seperti di Yunani Kuno, lipstik digunakan oleh para pekerja seks dan para aktor. Hmm...

    Bergeser kembali ke middle east. Salah satu momen penting dalam sejarah lipstik adalah saat masa kejayaan agama Islam, dimana ahli kimia dan kosmetologis bernama Abu Al-Qasim Al-Zahrawi menemukan cara membuat lipstik padat. Lipstik batangan ini adalah dasar dari lipstik yang ada di counter-counter kecantikan sekarang! Cool!

    Maju ke beberapa abad setelahnya. Di abad ke-16, lipstik sempat naik daun waktu Ratu Elizabeth I naik takhta. ELizabeth I terkenal mempopulerkan tren kulit pucat dan bibir merah. Namun demikian, lipstik kembali dicap buruk hingga 3 abad setelahnya. Pada akhir 1800an, Guerlain, perusahaan parfum asal Prancis pertama kali menciptakan dan menjual lipstik yang terbuat dari lemak rusa, lilin lebah, dan minyak jarak yang dibungkus dalam kain sutra.  



    Pada tahun 1920an, di mana bibir dengan cupid’s bow teraksentuasi jadi idola, thanks to Clara Bow and Max Factor, warna lipstik gelap seperti dark red, aubergine, plum, dan coklat digemari. Di zaman jazz dan flapper girls ini, gelombang feminisme pertama hadir, dan lipstik naik level jadi simbol feminisme. Brand mewah seperti Dior, Chanel, dan Estee Lauder juga mulai menjual lipstik. 

    Lalu di era 50an, yang dikenal sebagai era keemasan para artis Hollywood, lipstik makin berjaya. Warna yang paling populer? Merah, berkat Marilyn Monroe dan Elizabeth Taylor! Satu lagi cerita yang menarik dari era tersebut. Pada tahun 1952, Ratu Elizabeth II diberitakan menciptakan warna lipstik, The Balmoral, dengan bantuan beauty brand Perancis, Clarins, khusus untuk dipakai saat pelantikannya. Yasss, Elizabeth II the real Beauty Queen!

    Di tahun 1960-1970an warna lipstik cenderung lebih pastel dan nude. Sedang 1980an adalah era eksploratif dimana tekstur shimmer dan gloss muncul. Warna bold seperti fuchsia jadi favorit, dan warna gothic, seperti hitam dan biru mulai dilirik.

    1990an adalah eranya lipliner dan lipstik kecoklatan, sedang sebaliknya, 2000an saat naiknya tren lipstik warna-warni dan gloss, bersamaan dengan eksisnya para Bubblegum Pop Princess seperti Britney Spears dan Christina Aguilera. 

    2010 until now? Liquid lipstick dengan tekstur matte merajalela, apalagi kalau bukan Kylie Jenner! Para brand juga semakin berani menciptakan warna-warna out-of-the-box, dari biru, hijau, hingga keabuan. Teksturnya pun semakin inovatif, cream liquid, tint, hingga ombre. But one thing for sure, lipstick is here to stay!

    tags: lipstik