Lifestyle

Regenerasi 5 Ilustrator Muda di Mixed Feelings 03

  by: Alexander Kusumapradja       17/4/2018
  • Berawal dari kesadaran pentingnya regenerasi di dunia seni Indonesia yang terus berkembang, seniman multitalenta Atreyu Moniaga berinisiatif membuat sebuah proyek inkubasi yang akan membina, mengembangkan, dan memperkenalkan para seniman muda Indonesia ke khalayak yang lebih luas. Proyek tersebut pun terwujud dengan nama Mixed Feelings yang telah diadakan sejak tahun 2014 di mana Atreyu dan timnya di bawah naungan Atreyu Moniaga Project (AMP) memilih beberapa nama seniman muda yang baru mulai berkecimpung di dunia seni dan membimbing mereka untuk menyiapkan pameran kolektif.  

    Untuk tahun ini, pameran kolektif Mixed Feelings 03 telah dibuka untuk publik hari Rabu, 11 April 2018 lalu di Qubicle Center Senopati, Jakarta. Mengambil tema Fabel, angkatan keempat Mixed Feelings terdiri dari 5 ilustrator muda, yaitu Rasheeda Rahma, Kevin Keev, Riki Sumardianto, Ray Lidya, dan Tiarama yang datang dari beragam latar belakang. Untuk pameran ini, masing-masing ilustrator diminta membuat satu rangkaian koleksi yang terdiri dari sepuluh karya. Dipengaruhi oleh cerita personal dan latar belakang yang beragam, kelima ilustrator dengan berani menunjukkan estetika karya masing-masing yang menarik untuk disimak. Berikut ini adalah profil singkat dari kelima talenta muda tersebut .



    Rasheeda Rahma

    Berasal dari latar belakang pendidikan yang tak berkaitan dengan seni, Rasheeda adalah seorang mahasiswi jurusan Kesehatan yang menjadi “kapten” untuk angkatan Mixed Feelings kali ini. Bukan tanpa alasan bila gadis berhijab ini memberi judul “Mixed Feelings” untuk koleksinya di mana ia menceritakan tentang proses, perasaan, dan usaha yang ia alami selama terlibat proyek ini. Karyanya yang kental akan elemen whimsical merupakan tribut untuk mentor, rekan satu tim, dan senior-senior Mixed Feelings angkatan sebelumnya.

    Kevin Keev

    Berjudul “Kemarau Vakansi”, kesepuluh karya Kevin dalam koleksi ini merupakan kilas balik tentang dirinya di masa kecil. Menampilkan sosok anak kecil yang terasa autobiographical, Kevin mengaku bahwa membuat koleksi ini merupakan proses dari pendewasaan diri dan cara ia untuk memaafkan diri sendiri. Walaupun menggunakan palet warna pastel yang terlihat manis dan innocent, ada perasaan kosong dan kesepian yang terasa dari sosok si anak kecil yang seringkali sendirian di dalam kanvas.

    Riki Sumardianto

    Berbeda dari Kevin Keev yang menampilkan aktivitas masa kecil, Riki Sumardianto yang berlatar sekolah arsitektur mengubah verbal bullying yang dilontarkan kepada dirinya sewaktu kecil dalam bentuk visual yang dikemas dengan jenaka dan imajinatif. Bertajuk “Celotehan Lampau”, lewat koleksi ini Riki mengingatkan bahwa seni adalah salah satu bentuk terapi terbaik, di mana kata-kata yang dulu menyakitkan, kini justru menjadi dorongan untuk berkarya dan memaafkan.

    Ray Lidya

    Berasal dari sekolah desain, Ray dengan koleksinya “Wild Flowers” yang berkonsep paper theatre menghadirkan taman bunga-bunga liar bagi perempuan yang hidup sendirian, dengan pesan khusus: “You bloomed on your own, like me.” Keinginan Ray untuk menuangkan perasaan romantis dalam karyanya disalurkan dengan menggabungkan bait puisi dengan ilustrasi serta menggunakan teh sebagai bahan dasar karyanya yang berhasil menghadirkan nuansa hangat.



    Tiarama

    Baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas, gadis berusia 18 tahun ini merantau dari Medan ke Jakarta demi mengejar ambisinya menjadi ilustrator. Koleksi yang dipamerkannya kali ini bertajuk “Odro” dengan tema kecantikan dan kekuatan perempuan dalam balutan busana Haute Couture yang terinfluens karya desainer-desainer ternama Indonesia seperti Sebastian Gunawan, Eddy Betty, Toton Januar, dan Rama Dauhan.

    Mixed Feelings 03: FABEL telah dibuka pada 11 April dan akan berlangsung hingga 25 April 2018. Tidak dikenakan biaya untuk menikmati pameran ini, kamu cukup datang langsung ke Qubicle Center, Jl. Senopati no. 79, Jakarta Selatan.


    (Images: Dok. Atreyu Moniaga Project & Cosmopolitan)