Love & Sex

Mantan Minta Balikan? Uh-oh, Ini yang Harus Kamu Lakukan!

  by: Alvin Yoga       18/4/2018
  • Bermula dari sang mantan yang kembali menghubungi kamu lewat media sosial, hingga kemudian kalian berdua jadi sering bertukar pesan lewat pesan pribadi. Beberapa hari pun berlalu seperti itu, hingga akhirnya si dia mengajak untuk bertemu. Satu kali. Dua kali. Kali ketiga, kalian sudah seperti kencan. Tanpa membutuhkan waktu yang lama, kamu pun kembali dekat dengan si dia, seperti waktu dulu. Hingga kemudian kamu berada di satu titik, di mana kamu ingin kembali menjalin hubungan dengan sang mantan.

    Jika Anda bertanya pada Cosmo, well, tidak masalah sebenarnya, kembali dengan sang mantan, karena bisa saja si dia memang jodoh Anda. Tapi, sebelum Anda memutuskan untuk benar-benar kembali ke dekapannya, pastikan dulu bahwa kalian berdua memang sudah siap. Mengapa? Karena balikan dengan mantan adalah sebuah hal yang sedikit tricky. Hubungan yang akan kalian jalani bisa saja berakhir baik, namun bisa juga berakhir kebalikannya. Berikut adalah saran dari para ahli relationship jika Anda ingin balikan dengan sang mantan.




    Ingat-ingat kembali, mengapa kala itu hubungan kalian bisa berakhir.

    Alasan dibalik berakhirnya hubungan kalian dapat menunjukkan apakah kamu bisa memberinya kesempatan kedua, atau justru sebaiknya tidak sama sekali. Kelley Kitley, seorang psikolog asal Chicago sekaligus pengarang My Self, mengatakan, "Kamu pasti pernah berandai-andai seperti ini ketika teringat dengan sang mantan: apa jadinya ya kalau waktu itu kita tidak putus? Nah, di saat seperti ini, kamu biasanya lupa alasan dibalik berakhirnya hubungan kalian kemarin."

    Megan Stubbs, seorang ahli relationship dan juga seorang sexologist, memberi saran lain, "Tanyakan pada dirimu; Apa yang membuat hubungan kalian kali ini bisa berbeda? Apa yang harus kamu katakan padanya agar kalian bisa saling memperbaiki kesalahan di masa lalu?" Selain itu, cobalah untuk se-netral mungkin. Jika dulu kamu yang membuat hubungan tersebut berakhir, maka tanyakan pada diri sendiri, apakah kali ini kamu akan jatuh di lubang yang sama.


    Cari tahu: apa alasanmu ingin kembali dengan sang mantan, dan apakah alasan tersebut tepat untuk kalian berdua.

    Ada begitu banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk kembali dengan mantannya. Nah, sayangnya, kebanyakan dari mereka kembali dengan alasan yang tidak benar-benar kuat. "Sebagian besar orang ingin kembali pada sang mantan hanya karena - menurut mereka - hal tersebut bisa menyembuhkan hati mereka yang terluka. Hal ini biasanya terjadi pada pasangan yang mengakhiri hubungan secara mendadak. Sehingga kata 'putus' tersebut keluar begitu saja dari bibir mereka tanpa pikir panjang," ujar Brandy Engler, seorang psikolog dan pengarang The Men On My Couch.

    Jika alasanmu ingin kembali dengan sang mantan adalah karena kamu ingin memperbaiki kesalahan tersebut, then forget it. Menurut Brandy, yang kamu lakukan saat ini sebenarnya semata-mata hanyalah "menambal" luka hati tersebut, namun di sisi lain kamu tidak benar-benar ingin kembali pada sang mantan.

    Ingin tahu contoh alasan yang baik untuk kembali pada si dia? Tanyakan pada dirimu, apa yang membuatmu jatuh cinta dengan si dia pertama kali? Lalu bandingkan, apakah sekarang ini kamu jatuh cinta pada si dia masih dengan alasan yang sama? If it is a yes, then proceed.




    Tanyakan juga keputusan si dia

    Here's the thing about relationships—hubungan ini berlangsung dua arah, dan kamu memerlukan perasaan yang sama dari si dia agar hubungan tersebut bisa berlangsung timbal balik dan bukan searah saja. Atau dengan kata lain, ketika di satu sisi kamu merasa tidak bisa hidup tanpa si dia, ia mungkin tidak merasakan hal yang sama. "Bisa saja si dia hanya ingin menjaga hubungan pertemanan yang baik dengan para mantannya, tanpa bermaksud untuk kembali menjalin hubungan romantis," ujar Brandy. "Sebaiknya, tanyakan apa yang ia rasakan sekarang, dan biarkan si dia menentukan pilihannya sendiri - kembali dengan kamu, atau tidak," lanjutnya.

    Nah, sebelum mengatakan pada si dia bahwa kamu ingin kembali menjalin hubungan, pastikan dulu bahwa kamu sudah berusaha menunjukkan yang terbaik. And maybe they need you to show more actions before they make a decision. Selain itu, ingatlah bahwa si dia mungkin tidak ingin kembali ke pelukanmu - dan keputusan tersebut harus kamu terima dengan lapang dada. Jika hal ini terjadi padamu, maka hargailah perasaannya dan tinggalkan dia. The sooner the better.


    Be realistic

    Jika pada akhirnya kalian memutuskan untuk kembali menjalin hubungan, remember to take things slowly. "Kembali berkencan saja sudah cukup sulit, ditambah saling membahas masa lalu, hubungan ini bisa saja lebih sulit dari yang kalian bayangkan," ujar Stubss. Yes, truth is: don't expect it to be an easy ride.

    "Seringnya, hubungan yang seperti ini tidak berjalan dengan baik. Selalu saja ada alasan untuk mengakhirinya, dan salah satunya adalah karena kesalahan yang dilakukan oleh satu pihak di masa lalu," lanjutnya. Menurut Stubbs, komunikasi merupakan kunci agar hubungan kamu kali ini bisa berakhir dengan sukses. Usahakan untuk saling membicarakan semuanya dengan baik-baik, dengan begitu kamu bisa mempertahankan apa yang dulu sempat hilang. Good luck, dear!


    Artikel disadur dari: cosmo.ph. Alih bahasa: Alvin Yoga. Image: Dok Outnow.ch. Perubahan telah dilakukan oleh editor