Celebrity

Cerita dan Makna Hari Kartini Para Selebriti

  by: Alexander Kusumapradja       20/4/2018
  • Indonesia punya banyak pahlawan perempuan dengan perjuangan masing-masing. Tak semua mengacungkan senjata dan terjun ke medan perang secara langsung, beberapa berjuang dengan cara yang mungkin lebih halus namun tentu tak kalah patriotik dan berani. Salah satunya adalah Raden Adjeng Kartini. Kartini memang tak pernah memanggul senapan atau bambu runcing, senjata beliau adalah ujung pena yang sama tajamnya dengan pemikiran yang jauh melampaui zamannya. Di masa ketika warga pribumi, apalagi perempuan, masih berada di bawah tekanan penguasa, Kartini berani bermimpi dan bertindak untuk menyuarakan hak-haknya sebagai perempuan.

    Semangat tersebut tak hanya menular bagi orang-orang di sekitarnya, tapi juga menyebar ke seluruh Indonesia. Maka tak heran, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini yang juga identik dengan Hari Emansipasi Perempuan Indonesia. 

    Cosmo yakin kamu masih ingat perayaan Hari Kartini di masa kecil ketika bersama teman-teman memakai baju adat dan berpawai di sekolah. Namun, semakin dewasa, kita pun paham bahwa Hari Kartini tak sekadar memakai baju daerah. Maknanya ternyata jauh lebih dalam dan itu pula yang dirasakan beberapa selebriti perempuan berikut ini tentang makna Hari Kartini bagi mereka. 





    Andien Aisyah, Penyanyi 

    “Pengalaman Hari Kartini yang paling berkesan… dulu kan setiap Hari Kartini di sekolah pasti ada lomba baju nusantara, jadi katanya boleh pilih dari 27 provinsi waktu itu, tapi ternyata pas hari H semuanya pada pakai kebaya, sementara aku pakai baju Irian, beda sendiri gitu, benar-benar pakai rumbai-rumbai Irian, nyeker, yang lain pada rapi banget, tapi ya itulah perbedaan. Kalau makna Hari Kartini sendiri sekarang sebenarnya adalah bagaimana kita bisa menjiwai proses dari Ibu Kartini, bagaimana ia menjalankan kehidupannya yang tadinya diremehkan dan dipandang sebelah mata tapi kemudian bisa memberdayakan dirinya sendiri sampai akhirnya di hari ini semua orang bisa terinspirasi dan mendapatkan manfaatnya juga. Kita sebagai perempuan harus bisa memberdayakan diri selayaknya Ibu Kartini.”

    Baca Juga: Inspiratif! 6 Film Perjuangan Perempuan Indonesia


    Asmara Abigail, Aktris/Penari/Model

    “Dulu pernah ikut sih acara-acara kostum daerah, tapi acara Hari Kartini biasa dengan kostum daerah. Makna Hari Kartini untuk saya adalah meliberasikan diri saya ke segala kesempatan untuk menikmati kehidupan. Untuk melakukan hal yang saya cintai dan mencintai orang yang saya pilih dengan segala otoritas yang saya punya untuk hidup saya. Untuk tidak menutup diri dan selalu berkembang untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Hidup ini terlalu kaya dan jiwa ini terlalu dalam untuk dikekang.”

    Baca Juga: Gaya Etnik Modern Di Hari Kartini



    Ayushita Nugraha, Aktris/Penyanyi

    “Waktu kecil, Hari Kartini jadi hari yang paling aku tunggu karena setiap tahun bisa pakai baju daerah dari seluruh Indonesia yang aku suka warna dan adatnya. Itu adalah hal-hal yang paling tidak bisa dilupakan karena senang bisa keliling sekolah sambil pakai baju daerah bareng teman-teman. Tapi seiring berjalannya waktu, aku jadi semakin paham bahwa Hari Kartini itu bukan sekadar pakai baju daerah saja, karena kebetulan ibuku dulu sempat kerja di LSM perempuan, namanya Mitra Perempuan. Mama sering membantu orang yang jadi korban KDRT, pelecehan seksual, dan sebagainya, jadi hasil dari seminar dan pengalaman orang-orang yang pernah dibagi ke Mitra Perempuan pasti mama cerita lagi di rumah untuk bekal bagi anak-anak perempuannya. Aku jadi lumayan terlatih dan seringkali dapat pesan dari mama kalau jadi perempuan itu harus berani berkata tidak, harus berani menyuarakan apa yang mereka inginkan, bebas memilih, hal-hal seperti itu. Setelah main di film Kartini, aku pun jadi semakin paham kalau Kartini itu walaupun hidupnya singkat tapi sangat berkualitas dan jasa yang beliau berikan sampai hari ini masih bisa dirasakan oleh perempuan di seluruh Indonesia.”


    Fahria Yasmin Baladraf, DJ



    “Dulu waktu TK pernah pakai kebaya dan didandanin lucu banget… pakai lipstick merah soalnya temanya Kartini. Bagi saya, Kartini adalah salah satu sosok yang dapat memberikan semangat bagi perempuan Indonesia untuk dapat berkembang lebih baik dalam berbagai sektor.”

    Baca Juga: 17 Kutipan R.A.Kartini yang Paling Inspiratif


    Jessica Veranda, Aktris/Penyanyi

    “Menurutku, Hari Kartini itu bukan hanya sekadar seremoni sehari untuk memperingati perjuangan yang ditempuh untuk dapat privilege yang bisa kita nikmati hari ini. Justru peringatan Hari Kartini ini adalah pengingat untuk diri kita supaya tidak hanya larut menikmati privilege tersebut, namun dapat menggunakannya dengan bijaksana. Aku selalu kagum dengan sosok wanita yang dapat memimpin, atau yang dapat menjadi figur pemberi motivasi dan inspirasi untuk semua orang, tidak hanya bagi kaum wanita saja. Bagiku sosok wanita seperti itu memiliki semangat juang Kartini di dalam diri mereka. Pada dasarnya, semua wanita memiliki pilihan untuk bisa menjadi sosok Kartini modern.”

    Baca Juga: Para Pahlawan Wanita Ini Tidak Kalah Keren Dari Kartini



    Rinni Wulandari, Penyanyi

    “Aku pernah jadi salah satu sosok Kartini masa kini di salah satu radio dan itu berkesan banget karena dipilih menjadi salah satu sosok Kartini berarti sosok aku bisa berguna bagi orang lain. Makna Hari Kartini buat aku adalah sangat bersyukur dan berterimakasih kepada R.A. Kartini yang sudah memperjuangkan hak-hak wanita sehingga generasi penerus bangsa yang hidup di era sekarang ini bisa meneruskan perjuangan beliau untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi.”



    Sabai Dieter Morscheck, Aktris

    “Yang paling aku ingat banget tentang Hari Kartini itu waktu TK! Pertama kalinya pakai baju adat Minang karena waktu itu aku tinggal di Padang. Ditambah lagi fotonya masih ada sampai sekarang, jadinya ingat terus. Hari Kartini di masa sekolah itu yang paling seru deh! Di mana dulu para ibu pada heboh jahit baju tradisional buat anak-anaknya. Semoga tradisi itu terus bertahan! Kalau sudah dewasa begini baru bisa mengerti bahwa seorang wanita harus mandiri, cerdas, dan juga santun. Sebagai perempuan, Hari Kartini bisa dibilang sebagai pengingat kalau perempuan itu kuat.”

    (Image: Doc. Instagram @andienaisyah)