Better You

10 Tips Travel Ramah Lingkungan, Coba Yuk!

  by: Alexander Kusumapradja       21/4/2018
  • Ladies, memanfaatkan hari libur dengan traveling memang telah menjadi bagian gaya hidup banyak orang. Demikian juga gaya hidup ramah lingkungan yang kian populer dengan semakin terbukanya wawasan dan kepedulian untuk menjaga lingkungan sekitar. Kita mungkin telah menerapkan beberapa tips eco-friendly dalam gaya hidup sehari-hari, namun apakah kebiasaan itu tetap kita terapkan saat sedang berlibur ke tempat lain? Entah itu berlibur selama beberapa minggu atau sekadar weekend getaway, Cosmo tahu rasanya excited mengunjungi tempat baru sehingga mungkin lupa pada kebiasaan yang kita lakukan di rumah. Namun, kita tetap bisa lho melakukan gaya hidup eco-friendly saat jauh dari rumah.

    Menyambut Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, berikut ini beberapa tips yang dapat dengan mudah bisa kamu terapkan di perjalanan liburan berikutnya.




    1. Bawa barang seperlunya saja 

    Ladies, kalau selama ini kamu berpikir membawa bagasi berat-berat hanya akan berdampak pada biaya lebih yang harus dikeluarkan, sebaiknya coba dipertimbangkan kembali benda apa saja yang akan dimasukkan ke bagasi. Setiap kilo barang yang kamu bawa akan berpengaruh pada beban yang diangkut pesawat. Semakin berat bebannya, semakin besar pula emisi karbon yang akan dikeluarkan pesawat itu. Jadi, bawa benda yang benar-benar penting saja ya.



    2. Kurangi mencetak kertas

    Thanks to technology, sekarang ini kamu sebetulnya tidak perlu buang-buang kertas untuk mencetak tiket perjalanan, booking hotel, maupun tiket-tiket objek wisata yang akan didatangi. Sebisa mungkin, lakukan semuanya secara digital lewat barcode dan e-ticket yang bisa disimpan di smartphone. Begitupun dengan peta dan itinerary dalam perjalanan, tulis atau foto saja di smartphone. Kamu pun bisa mengembalikan peta, brosur, dan pamflet lainnya ke raknya setelah kamu selesai membaca informasi di dalamnya.

    Baca Juga: Ingin Berlibur Ke Luar Negeri? Unduh 6 Aplikasi Ini


    3. Naik transportasi umum

    Menurut riset UCS, perjalanan dengan bus bisa mengurangi emisi karbon sebesar 55-75% tergantung jarak perjalanannya. Selain mengurangi emisi karbon yang dikeluarkan oleh kendaraan pribadi, naik transportasi umum seperti bus atau kereta juga bisa menambah pengalaman dan keseruan jalan-jalan karena kamu bisa berinteraksi dan merasakan langsung membaur dengan warga lokal. Bila ingin sekadar jalan-jalan dengan jarak tak terlalu jauh dari tempat kamu menginap, jalan kaki atau naik sepeda pun bisa lebih bebas dan menyenangkan dibanding naik mobil.

    Baca Juga: 5 Kegiatan yang Dapat Dilakukan Saat Hari Bumi


    4. Kurangi sampah sekali pakai

    The Guardian melaporkan di bulan Juni 2017, satu juta botol plastik terjual di seluruh dunia, setiap menitnya (yup, setiap satu menit!). Benda-benda sekali pakai seperti botol plastik, sedotan, kantung plastik umumnya hanya dipakai sekali lalu dibuang. Untuk menguranginya, bawalah botol minum yang bisa dipakai ulang dibanding harus selalu membeli air minum dalam kemasan plastik. Demikian juga dengan membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantung plastik. Kalau kamu tak bisa hidup tanpa sedotan, alternatif dari sedotan sekali pakai adalah membawa sedotan sendiri dari bahan metal atau bambu. Bila ingin membawa peralatan mandi sendiri dari rumah, daripada membawa kemasan sachet dari shampoo atau sabun cair, lebih baik bawa botol-botol travel size yang bisa dipakai ulang.

    Baca Juga: 10 Hal yang Bisa Anda Lakukan Untuk Menyelamatkan Bumi


    5. Bersikap sewajarnya di rumah sendiri

    Saat menginap di hotel, terkadang kita cenderung bersikap lebih cuek dibanding saat berada di rumah karena merasa kita sudah membayar mahal. Misalnya dengan menyalakan AC seharian, meminta handuk baru setiap mandi, atau berlama-lama di bath tub. Bersikaplah selayaknya kamu berada di rumah sendiri, which is hemat energi. Matikan lampu dan peralatan listrik yang tidak kamu perlukan, jaga kebersihan dan kerapian kamar sehingga kamu tidak butuh cleaning service membersihkan kamarmu setiap hari, dan jangan minta ganti handuk atau seprai bila tidak perlu. Kurangi menghamburkan air kamar mandi, atau lupa hal-hal seperti mematikan televisi, lampu, dan AC ketika meninggalkan kamar. Kita memang telah membayar mahal untuk fasilitas dan servis, namun jika kita bertindak seenaknya, yang harus membayar mahal bukan hanya hotel itu, tapi juga lingkungan sekitar.


    6. Hemat air

    Berendam di bath tub setelah seharian berada di luar ruangan memang menyenangkan, namun sayangnya kebiasaan itu termasuk boros air. Mandi di bawah pancuran lebih hemat karena umumnya hanya menghabiskan 10-25 galon air bila dibandingkan berendam di bath tub yang butuh lebih dari 70 galon air. Bila kamu tidak membawa peralatan mandi dari rumah, jangan ragu untuk menghabiskan atau membawa pulang sisa sabun, shampoo, pasta gigi dari hotel yang telah kamu pakai. Karena peralatan mandi yang sudah dibuka dan masih bersisa juga akan langsung dibuang hotel dan menambah sampah. Botol-botol tersebut pun bisa kamu pakai lagi untuk botol isi ulang di rumah atau perjalanan berikutnya.



    Baca Juga: Rutinitas Eco-Friendly Dalam Kamar Mandi


    7. Menginap di rumah orang? Kenapa tidak?

    Mungkin ini terdengar mengejutkan, tapi akomodasi dengan cara menginap di rumah orang seperti menyewa kamar/rumah (Airbnb) atau menumpang tidur (couch surfing) ternyata lebih ramah lingkungan dibanding menginap di hotel pada umumnya. Hotel membutuhkan energi besar untuk listrik dan air, belum lagi untuk mencuci seprai dan handuk, serta mengganti semua peralatan mandi. Untungnya, belakangan ini muncul beberapa hotel yang menerapkan kebijakan eco-friendly yang bisa menjadi pilihan.

    Baca Juga: Selamatkan Bumi Sambil Bercinta


    8. Menyantap makanan lokal

    Dengan memilih produk makanan dan minuman dari bahan-bahan lokal, kamu tak hanya mendukung ekonomi sekaligus mencicipi budaya autentik setempat, tapi juga mengurangi emisi karbon yang diperlukan untuk mengimpor bahan makanan dari tempat lain.  


    9. Membeli oleh-oleh yang ramah lingkungan

    Demikian pula saat membeli oleh-oleh. Usahakan membeli oleh-oleh yang dibuat warga setempat dibanding oleh-oleh hasil produksi pabrik yang diimpor dari tempat lain. Tak semua oleh-oleh itu ramah lingkungan, perhatikan dulu apakah yang akan kamu beli terbuat dari bahan yang merusak ekosistem atau tidak, contohnya adalah pohon atau binatang yang dilindungi atau mineral yang dieksploitasi secara berlebihan.


    10. Jangan usik alam sekitar

    Saat mendatangi tempat baru, kita yang harus sadar diri dan menghormati aturan di tempat tersebut, termasuk alam liarnya. Saat hiking atau berkemah di gunung, selalu patuhi jalur yang telah disediakan, jangan meninggalkan sampah, dan jaga jarak aman dengan hewan yang mungkin kamu temui di jalan. Berkelana seenaknya tanpa memedulikan peringatan atau tanda yang sudah disediakan tak hanya berbahaya bagi dirimu tapi juga pada hewan dan tumbuhan yang ada di alam. Begitu pun saat melakukan aktivitas bawah laut seperti snorkeling atau scuba diving, jangan usil menyentuh koral dan fauna yang ada, apalagi membawanya pulang sebagai souvenir!


    Yang patut diingat selama berlibur adalah menjaga sikap dan hormat, karena bagaimanapun kita hanya tamu yang datang bertandang. Namun bukan berarti kamu pun bisa bersikap seolah tamu adalah raja, dan hanya karena orang sekitar terbiasa buang sampah sembarangan, kamu tidak perlu ikut melakukan kebiasaan buruk tersebut. Stay true to your eco-conscious self dan jangan pernah berpikir tindakan kamu tak akan ada pengaruhnya kepada lingkungan. Jangan takut juga dicap aneh atau ribet oleh orang sekitar karena kamu punya banyak aturan atau permintaan khusus. Bila ditanya, coba jelaskan saja dengan santai sebagai bentuk edukasi, syukur-syukur mereka pun akan tergerak untuk mengikuti contohmu. 


    (Image:  ammentorp¬©123RF.com)