Celebrity

Tokoh Indonesia Ini Berhasil Masuk TIME 100 2018

  by: Alvin Yoga       24/4/2018
  • Majalah TIME belum lama ini merilis daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2018 (The Most Influential People 2018) versi mereka. Ada banyak nama-nama terkenal di dalamnya, mulai dari aktris Nicole Kidman dan Gal Gadot, atlet Chloe Kim, Presiden Prancis Emmanuel Macron, aktris dan penyanyi Jennifer Lopez, hingga tokoh terkenal seperti Oprah Winfrey. Di antara nama-nama tersebut, muncul Sinta Nuriyah, istri dari almarhum Abdurahman Wahid, yang kini dikenal sebagai aktivis feminisme di Indonesia serta pembela kaum minoritas.

    Di dalam daftar tersebut, Sinta masuk ke dalam kategori "Icons", bersanding dengan penyanyi Rihanna dan penggagas gerakan #MeToo Tarana Burke. Mona Eltahawy, seorang jurnalis keturunan Mesir-Amerika yang kini tinggal di New York City sekaligus pengarang Headscarves and Hymens: Why the Middle East Needs a Sexual Revolution, dipilih untuk menulis artikel mengenai Sinta Nuriyah. Hal ini tentu sangat membanggakan, mengingat Sinta Nuriyah berhasil menjadi perempuan pertama dari Indonesia yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut, dan menjadi tokoh ketiga dari Indonesia selain Presiden Joko Widodo di tahun 2015 dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2009. 

    Ada beberapa alasan mengapa Sinta Nuriyah dipilih oleh TIME menjadi sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia, salah satuya adalah karena latar belakangnya dan apa yang ia perjuangkan. Dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum syariah dan feminisme, Sinta memahami bahwa diskriminasi terhadap kaum perempuan dan minoritas di Indonesia ternyata masih cukup tinggi. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Sebagai perempuan dengan agama mayoritas, ia terus menularkan keseimbangan demokrasi bagi perempuan, serta toleransi beragama yang tinggi di antara para tokoh agama di Indonesia.



    Tak hanya itu, ia juga sering menjadi tempat berkonsultasi bagi banyak perempuan transgender yang tersisihkan, serta tak takut mendukung Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama ketika ia terjerat pasal penodaan agama. Ini membuktikan bahwa Sinta tidak ingin hidup dalam kenyamanan yang umumnya diperoleh seorang mantan Ibu Negara.

    "There are roses, jasmines, orchids and Sita-Ashok. Semua bunga ini cantik. Tak ada yang bisa memaksa mawar menjadi melati atau anggrek menjadi Sita-Ashok," ucap Sinta, menggambarkan keberagaman agama di Indonesia yang semestinya membuat bangsa ini seperti sebuah taman yang indah.



    Tak hanya muncul di majalah TIME, pada 2017 lalu, surat kabar New York Times juga memasukkan nama Sinta Nuriyah dalam daftar 11 Perempuan Paling Berpengaruh di dunia versi mereka. Menurut New York Times, Sinta dianggap berani mengeluarkan pendapatnya soal pandangan umum Islam mengenai poligami. Sebagai seorang feminis, ia menegaskan menolak praktik tersebut. Dalam salah satu wawancaranya, ia berkata,"Siapa yang bisa adil pada banyak istri? Tidak ada!" Can't be more proud of you, Sinta!

    (Image: Dok. Time 100)