Lifestyle

Mau Kuliah di Luar Negeri? Ini 6 Negara yang Termurah!

  by: Hana A. Devarianti       30/4/2018
  • Percaya atau tidak, tak selamanya kuliah di luar negeri itu harus menguras kantong! Kamu bisa kok meraih mimpi untuk kuliah di luar negeri on budget. Caranya? Cukup dengan memilih negara yang tepat.


    Yup, beberapa negara memiliki tuition fee atau uang kuliah yang cukup bersahabat di kantong bahkan ada juga yang gratis. Beberapa negara ada yang menawarkan living cost atau biaya hidup yang masih terjangkau. Dan, kalau menemukan perpaduan keduanya kamu bisa mewujudkan mimpi untuk kuliah di luar negeri.




    Nah, di sini Cosmo sudah menyusun daftar 6 negara termurah untuk kuliah di luar negeri. Eits, tapi bukan sembarang murah ya karena negara yang ada di bawah ini sudah terjamin kualitas pendidikannya. Simak, ladies!


    Jerman


    Ada alasan mengapa Jerman jadi salah satu negara tujuan untuk kuliah di luar negeri. Pertama, Jerman adalah rumah dari universitas-universitas terbaik dunia. Kedua, biaya kuliah di negara yang punya julukan the land of poets and thinkers ini terhitung murah. Ini karena Jerman memegang filosofi bahwa pendidikan tinggi harus terjangkau dan mudah diakses.

    Bahkan, Jerman membebaskan uang kuliah buat undergraduate alias S1. Sedangkan untuk S2, mereka yang memilih jurusan yang masih berhubungan dengan jurusan S1-nya bisa mendapatkan fasilitas bebas dari uang kuliah. Untuk mereka yang memilih jurusan yang berbeda dengan S1, umumnya harus membayar uang kuliah sekitar €500 atau 8,5 juta per semester. Untuk biaya hidup, kamu butuh sekitar €8,700- 9600 atau sekitar 150 juta per tahun. Jerman juga menawarkan beasiswa bagi pelajar, yaitu Deutscher Akademischer Austausch Dienst atau DAAD.

    Soal bahasa, sudah banyak universitas di Jerman menawarkan program kuliah dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Beberapa universitas terbaik di Jerman adalah Ludwig Maximilian University of Munich (Ludwig-Maximilians-Universität München atau LMU Munich), Technische Universität München (TUM), dan Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg atau lebih dikenal dengan Heidelberg University.


    Norwegia


    Okay, okay... Jangan pesimis dulu, ladies. Sebagai salah satu negara Skandinavia, Norwegia memang memiliki biaya hidup yang tinggi, yaitu sekitar NOK 120.000 atau 200 juta per tahun. Namun, uang kuliah di negara yang punya panorama alam yang cantik ini gratis lho. Layaknya Jerman, Norwegia juga memegang prinsip bahwa pendidikan harus gratis untuk semua kalangan.

    Yup, kamu tidak perlu membayar uang kuliah kalau menuntut ilmu di negara ini. Cukup membayar uang administrasi tiap semester sebesar NOK 300-600, atau 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Ini berlaku untuk seluruh tingkat perguruan tinggi, mulai dari S1 hingga S3. Kabar baiknya lagi, kebijakan ini juga berlaku buat pelajar internasional seperti kamu. Wow! Kalau ingin kuliah di Norwegia dengan menggunakan dana beasiswa, kamu bisa daftar beasiswa Quota Scheme yang ditujukan untuk pelajar internasional dari negara berkembang, termasuk Indonesia, yang ingin melanjutkan pendidikan S2 dan S3.

    Universitas di Norwegia menawarkan banyak program kuliah yang memiliki bahasa pengantar dengan bahasa Inggris. Orang-orang lokalnya pun rata-rata fasih berbahasa Inggris. Universitas terbaik di negara ini adalah University of Oslo (Universitetet i Oslo), University of Bergen (Universitetet i Bergen), dan Norwegian University of Science and Technology (Norges teknisk-naturvitenskapelige universitet atau NTNU).

    Taiwan


    Kalau di Asia, Taiwan jadi salah satu negara yang paling ramah buat kantong pelajar internasional. Pemerintah Taiwan sendiri memang sedang gencar untuk menarik pelajar internasional untuk menuntut ilmu di Taiwan. Malah, punya target untuk memiliki 150 ribu pelajar internasional pada tahun 2020. Tak heran kalau negara dengan ibu kota Taipei ini punya berbagai fasilitas yang sayang dilewatkan buat para pelajar internasional. Berdasarkan survei pemerintah terhadap pelajar internasional, beberapa kelebihan belajar di Taiwan adalah sumber daya akademik negara yang berkualitas tinggi, lingkungan budaya yang kaya, dan prospek pekerjaan yang baik di masa depan.

    Nah, untuk biaya kuliah, universitas di Taiwan menawarkan uang kuliah sebesar TWD50.000-79.000, atau sebesar 24 juta hingga 36 juta rupiah untuk S1 dan S2. Sedangkan, untuk biaya hidup di Taiwan, kamu butuh dana kurang lebih TWD74.000 atau 35 juta rupiah per tahun. Taiwan juga menawarkan berbagai skema beasiswa bagi pelajar internasional, diantaranya adalah MOE Taiwan Scholarship, MOST Taiwan Scholarship, Academia Sinica Taiwan International Graduate Program, dan International Higher Education Scholarship Programs of Taiwan atau lCDF.

    Sebagai salah satu negara di Asia yang punya teknologi maju, program jurusan teknologi dan sains jelas menjanjikan. Namun, program jurusan bisnis dan manajemen lah yang paling populer bagi pelajar internasional. Taiwan juga bisa jadi pilihan negara yang tepat buat kamu yang ingin mengambil program jurusan bahasa Mandarin.



    Tak perlu khawatir soal bahasa karena Taiwan menawarkan 120 program jurusan dalam bahasa Inggris di lebih dari 40 universitas. Bahasa Inggris juga dipelajari dan dipahami secara luas di negara ini. Universitas top di Taiwan adalah National Taiwan University, National Tsing Hua University, dan National Cheng Kung University.


    Prancis


    Prancis memang cocok jadi destinasi liburan, tapi bagaimana kalau jadi destinasi kuliah? Well, ternyata Prancis jadi salah satu destinasi yang paling populer untuk kuliah di luar negeri, terutama untuk tingkat S2. Prancis menempati urutan ke-3 sebagai negara paling populer buat pelajar internasional di luar negara yang menggunakan bahasa Inggris, dengan total 17.000 pelajar internasional tiap tahun. Ibu kotanya, Paris, sudah terpilih selama empat kali berturut-turut sebagai kota pelajar terbaik di dunia!

    Alasannya? Prancis memiliki biaya kuliah yang murah kalau dibandingkan negara Eropa lainnya. Untuk universitas negeri, rata-rata uang kuliahnya berkisar antara €189 atau 3 juta rupiah per tahun untuk S1. Dan, €259 atau 4,5 juta rupiah untuk S2. Namun, untuk perguruan tinggi privat yang prestisius, grandes écoles dan grands établissements, kamu membutuhkan dana yang lebih banyak karena perguruan tinggi ini menentukan sendiri uang kuliahnya. Untuk biaya hidup sendiri butuh sekitar €200-300 atau 3 juta hingga 5,5 juta rupiah per bulan. Perlu diingat kalau biaya hidup di Paris cenderung lebih mahal dibandingkan kota-kota lain di Prancis, yaitu sekitar €800 atau 12 juta rupiah per bulan. Beasiswa yang tersedia untuk kuliah di Prancis adalah beasiswa Eiffel untuk seluruh pelajar internasional dan beasiswa BGF (Bourse du Gouvernement Français) yang khusus untuk pelajar Indonesia.

    Untuk kuliah di negara Eropa Barat ini kamu sebaiknya sudah fasih berbahasa Prancis, karena universitas di negara ini menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa pengantar. Orang lokal pun memilih menggunakan bahasa Prancis dibandingkan bahasa Inggris. Universitas terbaik di negara ini adalah École Normale Supérieure de Paris (ENS), Sorbonne University (sebelumnya Paris-Sorbonne University dan Pierre and Marie Curie University), dan École Polytechnique.

    Malaysia


    Menuntut ilmu di negara tetangga juga bisa jadi opsi buat kamu yang ingin kuliah di luar negeri, lho. Kuala Lumpur disebut sebagai kota yang paling murah di daftar QS Best Student Cities 2016. Untuk hidup nyaman di kota ini, kamu butuh sekitar RM1.500 atau 5,5 juta rupiah per bulan. Untuk biaya kuliahnya sendiri rata-rata RM17.000 atau 60 juta rupiah per tahun akademik, tapi ada beberapa program jurusan yang menawarkan biaya yang lebih murah.

    Nah, yang menarik ketika kamu kuliah di Malaysia adalah negara ini jadi rumah bagi branch campus ternama dunia. Diantaranya adalah University of Nottingham dari Inggris dan Monash University dari Australia. Beberapa kampus lainnya seperti University of Reading, University of Southampton, dan Newcastle University Medicine dari Inggris, Maritime Institute of Technology dari Belanda, Raffles University dari Singapura, School of Cinematic Arts University of Southern California dari Amerika Serikat juga akan membuka branch-nya di negara ini. Yup, kamu bisa kuliah di universitas ternama tersebut dengan biaya yang lebih bersahabat jika dibandingkan ketika kuliah di negara asalnya.

    Namun, perguruan tinggi asal Malaysia pun tak boleh dipandang sebelah mata. Perguruan tinggi di negara ini menduduki peringkat 27 di QS Higher Education System Strength Rangkings tahun 2016. Beberapa perguruan tinggi unggulan di negara ini adalah Universiti Malaya (UM), Universiti Putra Malaya (UPM), dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

    Keuntungan lainnya kuliah di Malaysia? Kamu tak perlu pusing soal bahasa, karena Indonesia dan Malaysia memiliki bahasa yang serupa.


    Polandia


    Salah satu negara yang patut jadi pilihan kamu untuk kuliah di luar negeri adalah Polandia. Negara Eropa Timur ini memiliki kualitas pendidikan yang tinggi. Tak heran kalau Polandia jadi salah satu negara yang menarik perhatian para pelajar internasional, tahun 2015/2016 lalu ada 57 ribu pelajar internasional yang menuntut ilmu di sini.

    Daya tarik lainnya dari negara ini adalah biaya hidup yang tergolong murah jika dibandingkan dengan negara Uni Eropa lainnya, tak lebih dari €7,800 atau 130 juta rupiah per tahun. Ibu kotanya, Warsawa, bahkan menduduki peringkat kedua sebagai kota paling terjangkau buat pelajar di QS Best Student Cities 2016.

    Bagaimana dengan biaya kuliahnya? Kalau kamu bisa bahasa Polandia, memilih jurusan dengan bahasa Polandia sebagai bahasa pengantar, dan lolos dari ujian yang sama seperti pelajar Polandia, kamu punya kesempatan untuk kuliah gratis. Akan tetapi, kamu yang tidak bisa berbahasa Polandia tak perlu berkecil hati karena biaya kuliah untuk program jurusan berbahasa Inggris juga bersahabat di kantong, yaitu sekitar €2,000-3000 atau 30 juta sampai 50 juga per tahun.

    Ada lebih dari 500 universitas di negara ini, tetapi yang menjadi unggulan adalah University of Warsaw (Uniwersytet Warszawski atau UW),  Jagiellonian University (Uniwersytet Jagielloński atau lebih dikenal dengan University of Kraków), dan Warsaw University of Technology (Politechnika Warszawska).


    (Image: DOK. Vladlen Abdullin©123RF.com)