Better You

Ingin Mendukung Sesama Perempuan? Hindari Hal Ini!

  by: Nadhifa Arundati       1/4/2019
  • Saat ini perempuan berbondong-bondong untuk mengedepankan kesetaraan gender – namun apa arti kesetaraan kalau pada kenyataannya masih banyak perempuan yang saling menjatuhkan. Pertengkaran antar perempuan memang selalu ‘renyah’ untuk dikonsumsi oleh banyak orang – apalagi kalau ada adegan jambak-jambakan, ugh so childish. Well, kalau kamu ingin membuat perubahan dengan saling mendukung satu sama lain, langsung saja simak hal-hal yang perlu kamu hindari.


    Body shaming




    Yes, jujur ini adalah hal yang paling sensitif, khususnya bagi Cosmo. Meski banyak orang yang mengikuti gerakan body positivity, tetapi sebagiannya masih rendah kepercayaan diri akan tubuh yang mereka miliki. Ladies, kamu perlu hati-hati! Bukan berarti mengomentari ke teman dengan maksud bercanda itu adalah hal yang lucu untuk diperbincangkan. Contoh: “Makanya jangan keberatan badan, jadinya nyusahin orang kan!” Please, stop saying this, bagi kamu ini adalah lelucon, tetapi deep down ia akan merasa salah dengan tubuhnya. Atau  mengomentari perempuan tak dikenal yang sedang lewat di sekitar mall dengan: “Kenapa sih kurus banget, enggak kebawa angin itu badan?” Also this is very rude. Tetapi giliran ada yang mengomentari balik, kamu malah tersinggung. Jangan hanya berteriak: “Dasar pria! Selalu menilai dari fisik!” Hmm... Pada kenyataanya, kamu enggak jauh beda.


    Dan tak cuma body parts, bahkan penampilan (pakaian atau make up look) cenderung dihakimi oleh perempuan lain. Ingat, tidak semua orang memiliki selera yang sama – kamu enggak bisa mengomentari dari A sampai Z tentang penampilan mereka. They deserve to choose what they want, kamu hanya punya dua pilihan: mendukung atau diam.


    Berkompetisi untuk mendapatkan pria incaran


    Hal ini memang sulit untuk dihindari – karena pada dasarnya, perempuan selalu berhadapan dengan perempuan lain untuk mendapatkan pria incaran. Mungkin kompetisi yang sering dilakukan mencondong ke hal yang negatif, contohnya seperti mengumbar kekurangan si lawan. Padahal kompetisi bisa saja dilakukan secara suportif, bahkan dalam hal percintaan. Semisalkan kamu tahu kalau lawan kamu lebih cantik, then take it – jangan malah mencari kesalahan lain, seperti: “Percuma cantik kalau....” Whoa, i can smell some jealousy. Cantik bukan segalanya, bisa jadi kamu punya nilai lebih darinya, contoh: kamu punya interest yang sama dengan si dia, mulai dari musik, film, politik, etc.


    Enggak perlu sibuk stalking media sosial si lawan (sampai aib-aibnya segala dicari). Cukup jadi diri sendiri, lihat apa yang bisa kamu tonjolkan. Pada akhirnya, kamu bakal tahu si pria incaran lebih memilih siapa – dan ini bukan kesalah kamu atau si lawan, it’s about his choice, kamu patut menghargainya. No hate!




    Membandingkan diri kamu dengan perempuan lain



    Just like Cosmo said, kamu hanya perlu menjadi diri sendiri – buat apa membandingkan diri sendiri dengan perempuan lain? Well Cosmo get it, terkadang kalau melihat perempuan lain di media sosial yang jauh lebih cantik, seksi, punya pasangan yang romantis, dan populer bikin kamu merasa sia-sia hidup di dunia. “Aku mah apa, cuma butiran debu.” But no, you are not. Kebiasaan seperti ini malah memperlihatkan kalau kamu enggak mendukung sesama perempuan. Awalnya kamu membanding-bandingkan, kemudian berujung ke komentar yang negatif, “Memang cantik sih tapi ternyata enggak pinter sama sekali.” Cosmo pastikan ini sering terjadi.


    Intinya begini, semua perempuan itu cantik, tetapi cara pandangnya saja yang berbeda. Jadi kalau menurut kamu perempuan itu punya wajah yang cantik, jangan mengedepankan gengsi untuk memberikan pujian – hidup kamu memang tak seindah perempuan lainnya, tetapi perbandingan bukan menjadi solusi. Kecantikan kamu bakal semakin redup kalau kamu sendiri enggak menghargai apa yang kamu punya #respectyourselfandothers.


    The point is: ‘menggandeng’ jauh lebih baik dibanding ‘menusuk’ satu sama lain!

    via GIPHY


    (Image: Doc. Outnow.ch, GIPHY.com)