Better You

Oh No! Ternyata Ini Efek Negatif Kopi dan Cara Mengatasinya!

  by: Giovani Untari       2/4/2019
  • Coffee in one hand, confidence in the other! Jelas, mengonsumsi segelas kopi di pagi hari masuk ke dalam list para wanita modern seperti Anda. Permasalahannya, minuman satu ini dianggap menyumbang dampak buruk bagi kesehatan Anda! Benarkah? Rasanya terlalu sulit untuk memisahkan kopi dalam tren lifestyle kaum urban saat ini. Bahkan beberapa dari Anda, Cosmo yakin setiap hari auto berkunjung ke kedai kopi andalan atau melakukan pemesanan melalui aplikasi online atas minuman berwarna gelap ini.





    Ice Americano? Asian Dolce Latte? Atau Caramel Macchiato? Apapun kebiasaan meminum kopi pasalnya tidak hanya “mewabah” di Indonesia tetapi juga masyarakat dunia. Bahkan menurut survei dari National Coffee Association, 64% penduduk Amerika mengonsumsi kopi setiap harinya. Yang menariknya, jumlah presentasi tersebut baru saja meningkat sebanyak 62% di tahun 2017 silam. Spectacular!

    COFFEE BABE PROBLEMS!

    Pertanyaannya, apakah mengonsumsi kopi setiap harinya menjadi sesuatu yang berbahaya? Cosmo merangkum beberapa efek negatif kopi yang mungkin bisa Anda hindari:

    CASE 1: MASALAH PENCERNAAN & ASAM LAMBUNG 



    Pernah merasa mual sehabis mengonsumsi kopi? Atau tiba-tiba perut Anda terasa tidak nyaman karenanya? Sebenarnya kedua hal tersebut adalah hal yang wajar, karena bagaimana pun kandungan di dalam kopi membawa dampak berbeda bagi sebagian orang. “Kopi dapat menurunan kekuatan otot sfingter antara kerongkongan dan lambung. Sehingga minuman ini dapat memudahkan terjadinya peningkatan isi lambung ke kerongkongan (gastroesofageal refluks). Akhirnya tak jarang Anda merasakan keluhan heartburn. Selain itu kopi juga bersifat asam yang dapat merangsang keluarnya asam lambung,” tutur dr. Juwalita Surapsari, SpGK.


    SOLUTION: “Bagi Anda yang memiliki masalah saluran cerna seperti GERD (gastroesophageal reflux disease) dan gastritis kronis sebaiknya jangan mengonsumsi kopi dalam perut kosong,” saran dr. Juwalita.


    CASE 2 : JERAWAT



    “Yang menjadi penyebab timbulnya jerawat bukan kopi, namun ingredients yang ditambahkan seperti susu dan gula secara berlebihan. Makanan atau minuman yang tinggi lemak dan karbohidrat, memicu meningkatnya produksi sebum dan faktor risiko timbulnya jerawat,” jelas sang dokter spesialis gizi klinik yang berpraktik di RSPI Pondok Indah, RS Pelni, juga Prodia Health Care Bintaro tersebut.



    SOLUTION: Say good bye to acnes! Es kopi susu, segelas frapuccino, hingga latte memang menarik untuk diteguk. Tapi, sebaiknya Anda menghindari pilihan es kopi yang tinggi lemak dan gula. 


    CASE 3: GANGUAN PENYERAPAN MINERAL & KALSIUM



    Memang kopi memilki zat polifenol yang kaya akan kandungan anti oksidan di dalamnya. Tetapi sisi lainnya, kopi dapat menurunkan penyerapan kalsium di saluran cerna. Selain itu kopi juga menghambat kemampuan ginjal Anda untuk mempertahankan seng, magnesium dan mineral penting lainnya agar diserap tubuh.


    SOLUTION: Jika Anda khawatir, bantu sistem pencernaan bekerja lebih baik dengan mengonsumsi makanan yang ramah untuk usus Anda. Coba mulai meningkatkan konsumsi probiotik, makanan berserat, juga buah-buahan dengan enzim yang membantu pencernaan. Best choices? Pepaya, nanas, dan semangka!


    Images: Dok. Brigitte Tohm from Unsplash.com, Tenor.com.