Lifestyle

Rekomendasi Film Indonesia dengan Tema Women Empowerment

  by: Shamira Priyanka Natanagara       17/4/2019
  • Girls, apakah kamu merasa deretan film Indonesia masih kurang menunjukkan tokoh perempuan yang empowered? Film Indonesia seringkali menunjukkan karakter perempuan yang manja, penurut, dan kurang berdaya, padahal perempuan juga mampu dan berhak untuk membela dirinya sendiri. Tapi, ada beberapa film Indonesia yang menunjukkan perjuangan dan kekuatan perempuan, kok! Berikut adalah pilihan film Indonesia dengan karakter utama perempuan dan mengusung tema women empowerment. Simak!


    1. Siti (2014)



    Sinopsis: Siti (Sekar Sari) adalah seorang perempuan berumur 24 tahun dengan banyak tanggung jawab. Ia harus menafkahi anaknya (Bintang Timur Widodo), ibu mertuanya (Titi Dibyo), serta suaminya (Ibnu Widodo). Tubuh suami Siti lumpuh akibat kecelakaan saat melaut, serta kapal yang ia beli menggunakan uang pinjaman pun hilang. Karena itu, Siti harus bekerja siang dan malam untuk menafkahi keluarganya, walaupun sang suami tidak setuju akan pekerjaan sambilannya sebagai host karaoke. Siti menjadi semakin bimbang ketika Gatot (Haydar Saliz), polisi yang ingin menikahi Siti, memintanya untuk meninggalkan sang suami.

    Alasan kamu harus tonton: Siti memperlihatkan kehidupan perempuan Indonesia yang masih dibatasi oleh ketidaksetaraan gender. Melalui film ini, kamu dapat menyaksikan perjuangan Siti menghadapi lingkungan rumah dan kerja yang didominasi oleh laki-laki.


    2. Berbagi Suami (2006)


    Sinopsis: Berbagi Suami mengikuti kisah tiga orang perempuan: Salma (Jajang C. Noer) yang berprofesi sebagai dokter, Siti (Shanty Paredes) yang bercita-cita untuk mengambil kursus kecantikan di Jakarta, dan perempuan berumur 19 tahun bernama Ming (Dominique). Masing-masing perempuan ini memiliki hidup yang berbeda, namun mereka semua memiliki suami yang berpoligami.

    Alasan kamu harus tonton: Film yang disutradarai oleh Nia Dinata ini menunjukkan perjuangan tiga wanita berbeda untuk meraih keinginannya masing-masing. Walaupun berada dalam situasi yang sulit, Salma, Siti, dan Ming bertekad untuk memberanikan diri masing-masing agar bisa menggapai masa depan yang mereka dambakan. 


    3. Nay (2015)


    Sinopsis: Nayla Kinar (Ine Febriyanti) adalah perempuan berusia 30-an yang tengah menghadapi berbagai masalah kehidupan. Masalah utama yang harus dihadapi Nayla adalah janin yang telah ia kandung selama 11 minggu. Hal ini membuat Nayla bimbang dan frustrasi, ditambah lagi pacarnya Ben (Paul Agusta) kurang perhatian akan kondisinya, serta Adjeng (Cinta Ramlan), manajer Nayla, tidak terima jika Nayla meninggalkan karirnya sebagai artis demi janinnya.

    Alasan kamu harus tonton: Nay mengandung pesan bahwa hidup itu banyak pilihan, dan orang-orang terdekatmu tidak selalu mendukung jalan yang ingin kamu pilih. Film ini mendorong perempuan untuk tidak takut bersuara, terutama jika menyangkut tubuh dan masa depanmu. Who knows your body and life better than yourself? 


    4. Marlina the Murderer in Four Acts (2017)


    Sinopsis: Marlina (Marsha Timothy) bertekad untuk mencari keadilan untuk dirinya yang baru saja diperkosa. Dengan membawa kepala sang pemerkosa yang telah ia penggal, Marlina menelusuri sabana Sumba, Nusa Tenggara Timur, demi membela dirinya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Novi (Dea Panendra) yang sedang hamil tua.



    Alasan kamu harus tonton: Selain memiliki dua pemeran utama perempuan yang fearlessMarlina the Murderer in Four Acts juga disutradarai oleh seorang perempuan (Mouly Surya). Film ini menyorot beberapa isu perempuan yang terkadang masih dianggap tabu di Indonesia, diantaranya pemerkosaan dan bagaimana kejahatan ini masih sering disepelekan. Selain itu, film ini juga menunjukkan bahwa perempuan itu tidak lemah dan mampu untuk melawan. 


    5. Ini Kisah Tiga Dara (2016)


    Sinopsis: Gendhis (Shanty Paredes), Ella (Tara Basro), dan Bebe (Tatyana Akman) adalah tiga saudari dengan kepribadian yang berbeda, tapi mereka bertiga sama-sama memiliki ambisi. Gendhis ingin merintis karirnya sebagai seorang chef, Ella ingin mendalami bidang marketing, dan si bungsu Bebe yang baik hati memiliki sifat yang cuek. Sayangnya, cita-cita dan kepribadian para perempuan ini tidak sejalan dengan keinginan sang Oma (Titiek Puspa) yang ingin mencarikan jodoh untuk mereka.

    Alasan kamu harus tonton: Film musikal yang terinspirasi dari film legendaris Tiga Dara (1956) ini mengusung permasalahan perempuan masa kini yang cukup relatable. Ini Kisah Tiga Dara juga menyorot perbedaan nilai-nilai yang dianut oleh perempuan dari beda generasi, dan juga mendorong pesan bahwa perempuan memiliki hak untuk memilih gaya hidupnya sendiri. Walaupun film ini bisa dibilang cukup ringan, pesan-pesan tentang women empowerment tersampaikan dengan jelas.


    6. Eliana, Eliana (2002)


    Sinopsis: Eliana (Rachel Maryam) kabur ke Jakarta karena dipaksa ibunya (Jajang C. Noer) untuk menikah. Lima tahun kemudian, bertepatan dengan hari Eliana diusir dari tempat tinggalnya, ibu Eliana datang dan mengajak Eliana untuk pindah ke Padang bersamanya. Hubungan Eliana dan sang ibu perlahan mulai hidup ketika mereka mengelilingi kota untuk mencari Heni (Henidar Amroe), teman serumah Eliana yang menghilang. 

    Alasan kamu harus tonton: Film ini menampilkan kisah Eliana yang ingin menjadi independen dan lepas dari kekangan ibunya yang cukup konservatif. Tokoh Eliana sendiri juga menunjukkan sosok wanita berprinsip kuat yang masih jarang ada di film-film Indonesia. 


    7. Mendadak Dangdut (2006)


    Sinopsis: Akibat ketahuan membawa narkoba, Petris (Titi Kamal) dan kakaknya Yulia (Kinaryosih) melarikan diri ke sebuah kampung agar tidak masuk penjara. Kakak beradik ini secara terpaksa harus memulai kehidupan baru, dan Petris yang seorang penyanyi rock mengalami kesulitan karena harus beralih profesi menjadi penyanyi dangdut. 

    Alasan kamu harus tonton:  Film yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo ini menyorot kemandirian dan kecerdasan perempuan. Perjuangan Petris untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, serta menghadapi pelecehan yang kerap dialami penyanyi dangdut wanita, menunjukkan bahwa perempuan itu mampu untuk melawan dan tidak melulu manja. Kalau kamu sedang merasa down, mungkin film drama-komedi ini dapat menghiburmu.


    (Shamira Natanagara / VA / Image: Dok. Miles Films)