Lifestyle

5 Coffee Shop di Bandung yang Bikin Betah untuk Nongkrong

  by: Givania Diwiya Citta       19/4/2019
  • Bandung and coffee are like match made in heaven! Bukan hanya karena suasana sejuk Kota Kembang yang mendukung itu, namun kreativitas dalam berkreasi kuliner serta kecenderungan akan slow paced living juga membuat kita selalu betah untuk menikmati berdiam serta bercengkrama dalam waktu yang berkualitas. Mungkin itu juga yang menjadi kunci jawaban banyaknya kedai kopi yang lahir di Bandung.

    Dalam daftar kali ini, Cosmo mengurasi lima coffee shop di Bandung dengan masing-masing vibe yang membuat kamu betah untuk nongkrong, sekaligus menikmati hidangan kopi yang lezat. Happy exploring, girls!




    1. Apéro Coffee & Co

    Jl. Purnawarman No. 32


    Berlokasi di halaman depan area Institut Français Indonesia (IFI), Apéro menawarkan cozy dining space yang memiliki DNA Perancis. Mulai dari interior yang didesain beratmosfer mediterania, hingga menu santapan yang menyajikan French dressing salad, crepes, sampai bakery khas Perancis.

    Lebih dari itu, Apéro mengusung konsep bersih dari sampah plastik! Maka dari itu kamu akan menemukan sedotan bambu sebagai substitusi sedotan plastik, hingga gelas kaca untuk dibawa pulang ketimbang gelas plastik. Salute!


    2. Kopi 372

    Jl. Pakar Kulon 112 PLTA


    Yes, Cosmo tahu kamu pasti ingin menikmati kopi dengan latar tipikal turisme Bandung (baca: Dago Pakar). No worries! Meski perlu diakui bahwa area utara Bandung ini teramat crowded apalagi saat akhir pekan, tapi di kedai kopi ini, kamu justru akan menemukan ketenangan di antara hiruk pikuk jalanan favorit pelancong tersebut.

    Terdapat dua area nongkrong yang ditawarkan di sini. Pertama area indoor yakni di dalam rumah kedai, yang konstruksi arsitektur kolonialnya dipertahankan, dan interior dekorasi vintage yang dilengkapi dengan alat musik piano (yang bisa dimainkan oleh siapa pun!) hingga koleksi kecil buku-buku retro.

    Area nongkrong kedua adalah berlatar outdoor, dipayungi pohon-pohon pinus, dan menghadap danau buatan PLTA. Bahkan tak hanya bikin betah nongkrong berkat kopi dan cemilan lezatnya (rekomendasi Cosmo, coba cireng dengan bumbu sambal kecapnya!), tapi Kopi 372 juga sering menggelar acara kultural seperti musik, baca puisi, hingga screening film. What is not to love?


    Baca juga: Deretan Wisata Yang Instagramable di Lembang!

     

    3. Kopi Kiwari

    Jl. Palapa II No. 55




    Sekarang, mari beranjak ke lokasi timur kota Bandung untuk mendapati kedai kopi di kaki gunung Manglayang. Tuju daerah Padasuka yang masih under the radar bagi para pelancong pendatang, dan nikmati memandang panorama kota dari warung kopi yang berdesain roof terrace ini.

    Coba berkunjung dari sore agar kamu bisa melewati senja kota Bandung yang membuat langit keemasan, lalu tertutup oleh kabut berkat lokasi kedai yang berada di kaki gunung ini. Selebihnya, nikmati kopi otentik yang langsung dicocoktanam oleh Kiwari Farmers, salah satunya Manglayang Karlina yang orisinal ditanam di Gunung Manglayang.


    4. Senemu Coffee

    Jl. Sangkuriang No. 47C


    Ok, jika sekarang kamu craving untuk menikmati Bandung dengan sangat tenang, plus tersembunyi, plus digemari oleh warga lokal, maka tuju Senemu Coffee. Dengan lokasi kedai yang sengaja dibuat secluded, kamu akan betah untuk berlama-lama diam karena atmosfernya yang berbaur dengan alam.

    Baik kamu ingin pergi solo, berpasangan, atau berkelompok, Cosmo jamin kamu akan mendapati waktu berkualitas yang membuat kamu lupa akan waktu selama di sini.


    Baca juga: 6 Bed and Breakfast Unik di Bandung di Bawah 500 Ribu


    5. Copper and Brass

    Jl. Setraduta Raya No. L 6


    Bertempat di dalam kawasan galeri seni Nu Art Sculpture Park, kedai kopi ini turut merefleksikan DNA seni pahat kontemporer yang khas. Seperti furnitur yang didesain unfinished, dan interior yang didominasi industrial vibes.

    Tak hanya Insta-worthy, namun Copper and Brass juga didesain sangat kerasan, terutama dengan sajian kopi yang merentang dari long black hingga piccolo. Lalu bagi kamu yang menggemari seni, nikmatilah ‘tersesat’ saat mengagumi karya-karya pahat seniman Nyoman Nuarta tersebut.


    (Image: Nathan Dumlao on Unsplash)