Lifestyle

Wajib Nonton! 5 Film Inspiratif yang Diangkat dari Buku

  by: Givania Diwiya Citta       24/4/2019
  • Masih dalam euforia Hari Buku Internasional, mari rayakan karya tulis yang nyatanya berpengaruh menambah wawasan serta mengubah cara kita bertindak, alias berkontribusi dalam membentuk diri kita menjadi versi yang lebih baik. Dan seperti yang kita tahu, banyak film inspiratif yang lahir dari hasil adaptasi terhadap buku-buku menggugah.

    Dalam daftar kali ini, Cosmo mengurasi lima film inspiratif yang diangkat dari buku, yang memuat nilai akan kekuatan hidup serta women empowerment. Selamat menonton dan terinspirasi!




    1. The Help



    Yes, Cosmo ingin mengajak kamu nostalgia betapa menggebrak serta menginspirasi film The Help yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Kathryn Stockett ini. Bukan hanya karena latar cerita yang mengangkat tentang ketidaksetaraan ras dalam histori Amerika, namun film ini mengangkat perjuangan para perempuan lintas warna kulit dalam meraih mimpinya.

    Tanpa takut namun waspada, Aibileen (Viola Davis), Skeeter (Emma Stone), Minny (Octavia Spencer) bersama-sama belajar meniti mimpi meski hidup dalam keterbatasan ruang untuk bergerak. Ketiga karakter perempuan ini menginjeksi pelajaran bahwa perbedaan talenta justru membuat diri unik, dan bahwa keberanian dalam menaklukan ketakutan untuk memperjuangkan hal yang diyakini benar adalah kunci meraih mimpi.

    Be inspired to go and get your dreams, girls!


    Baca juga: Rekomendasi Film Indonesia dengan Tema Women Empowerment


    2. The Little Prince



    Sejak novella The Little Prince ditulis oleh Antoine de Saint Exupéry dan dirilis pada tahun 1943, buku ini harus diakui bukan ditujukan untuk anak-anak. Obviously it’s for adults! Berkat nilai-nilai hidup dalam adulthood yang dilalui relatable oleh setiap individu, yang kemudian direfleksikan oleh sang karakter Little Prince. Lantas pada tahun 2015 di mana sutradara Mark Osborne mengemasnya ke dalam film animasi 3D, this movie was a hit.

    Berdasar pada cerita menggugah orisinal Antoine, film The Little Prince menginfusi plot perempuan yang menjadi hero dalam menyelamatkan kembali gairah mimpi sang Little Prince. Yaitu untuk tidak berhenti menjadi diri sendiri saat beranjak dewasa, untuk tetap menjelajah dunia menggunakan mata penuh rasa ingin tahu dan imajinasi layaknya seorang anak, demi terus berkarya dan berkreasi sesuai hati.

    The movie sparks a hero in our inner child!


    3. Life of Pi



    Sutradara Ang Lee sukses mengangkat novel fiksi karya Yann Martel hingga membawa pulang empat piala Oscar untuk titel Best Director, Best Cinematography, Best Visual Effects, Best Original Score sekaligus. Tapi yang juga tak kalah mengesankan adalah adaptasi cerita dalam novel menjadi visualisasi di layar lebar yang tetap otentik.

    Apalagi saat menontonnya (dengan banyak menghela nafas karena alur cerita penuh emosional tinggi!), film ini menebarkan pesan-pesan positif dalam menjalani hidup lewat hubungan mutual respect seorang manusia dan harimau Bengal bernama Richard Parker yang bertahan hidup saat terombang-ambing di lautan luas.



    Salah satu pesan inspiratif terkuat adalah tentang betapa aksi memaafkan adalah hal yang benar, dan bahwa mengelola perspektif saat menghadapi situasi adalah krusial. Intinya, kita diajarkan untuk berdamai dengan segala situasi baik maupun buruk, dan tetap melanjutkan hidup ke masa sekarang serta masa depan. Because stories are the greatest teachers!


    Baca juga: Jarang Diketahui, Deretan Film Indonesia Ini Mendunia!


    4. Lion



    Diangkat dari buku non fiksi berjudul A Long Way Home yang mengisahkan ekspedisi Saroo Brierley mencari keluarga aslinya di India, Lion menjadi film biopic yang penuh turbulensi emosional. Terutama karena sang sutradara, Garth Davis, berhasil mengekspos jalan cerita buku yang sarat akan kekosongan batin terhadap identitas budaya seseorang.

    Film ini mengisahkan tentang Saroo (Dev Patel) yang berakhir diadopsi oleh pasangan domisili Australia (Nicole Kidman dan David Wenham) saat usia lima tahun, sejak terpisah dengan keluarganya di kampung halamannya, India. Ia pun dibesarkan dengan budaya Australia, hingga akhirnya batinnya merasakan kekosongan terhadap jati dirinya saat memasuki masa kuliah.

    Ia pun memulai ekspedisi untuk mencari akar identitasnya di India, dan pesan-pesan inspiratif mengenai jati diri pun mulai memantik emosi. Be inspired beyond being touched!


    5. Still Alice



    Film yang membuat pemeran utama Julianne Moore memenangkan banyak penghargaan (salah satunya Oscar hingga Golden Globe) untuk titel Best Actress, berhasil menyentuh emosi penonton dan menginspirasi kita lewat perjuangan seseorang – sekaligus keluarga sebagai sang support system – dalam menghadapi penyakit alzheimer.

    Film yang digarap oleh sutradara Wash Westmoreland serta mendiang Richard Glatzer (yang didiagnosa ALS saat mengerjakan film ini), adalah hasil adaptasi dari buku berjudul sama karangan Lisa Genova.

    Bukan hanya proses produksi film yang menjadi contoh nyata bahwa dengan kekurangan pun seseorang mampu berkarya tanpa batas, namun cerita ini juga mengeksplorasi signifikansi peranan keluarga sebagai support system terbaik dalam sebuah hubungan. Karena Lisa pun menulis buku ini berdasarkan pengalaman hidupnya yang terhubung dengan sang nenek yang memiliki penyakit serupa.

    Melalui film ini, kita bisa belajar pentingnya support system dari lingkaran terdekat, untuk menjadi versi yang lebih baik dalam menghadapi struggling diri, maupun menjadi wujud pertolongan bagi yang kita kasihi.


    (Image: IMDB.com)