Lifestyle

Wajib Baca! 5 Novel Memoar Bahasa Inggris yang Inspiratif

  by: Givania Diwiya Citta       29/4/2019
  • Inspirasi bisa bersumber dari mana saja, tak terkecuali dari buku bacaan yang ditulis langsung oleh real people yang mengalaminya. Yes, melalui genre memoar, kita dapat langsung menyelami perjalanan hidup yang dilalui sang penulis, mulai dari titik terendah hingga caranya untuk bangkit menghadapi segala dinamika hidup. Dalam daftar berikut, Cosmo mengurasi lima novel dengan bahasa Inggris yang inspiratif untuk kamu baca. Happy reading!


    The Pianist oleh Wladyslaw Szpilman




    Memoar oleh seorang pianis yang mengarungi masa-masa pendudukan Jerman terhadap Polandia ini akan membuat kamu berkali-kali menghela nafas saat membacanya, sekaligus salut oleh perjuangan hidup yang dilaluinya. Szpilman yang berdomisili di kota Warsawa menjadi saksi kekerasan HAM terhadap kaum Yahudi sesamanya, bahkan juga terjadi pada hampir seluruh penduduk Warsawa, kala pasukan Hitler menginvasi. Selama enam tahun (1939–1946), Szpilman menjalani profesi pianis selayaknya ‘tahanan’, karena ia bekerja untuk polisi Jerman. Tapi saat ia berhasil melanjutkan hidup meski keadaan tidak berpihak padanya (mulai dari kekurangan makan hingga pergulatan batin menyaksikan berbagai kepedihan yang terjadi), adalah kisah survival super inspiratif yang menjadi contoh wujud daya kekuatan seorang manusia. 


    Girl, Interrupted oleh Susanna Kaysen


    Berlatar era 60an, Susanna menarasikan memorinya akan dua tahun masa hidupnya yang dihabiskan di psychiatric McLean Hospital. Ia baru 18 tahun saat dibawa masuk ke rumah sakit jiwa tersebut, setelah menjalani satu sesi dengan seorang psikiater yang belum pernah ia kenal. Melalui memoar ini, Susanna membuat kita menjelajahi ‘petualangan’ yang ia alami di rumah sakit. Bukan hanya tentang pertemuannya dengan sesama pasien, namun lebih dari itu, kita diajak untuk mendalami persepsi tentang kesehatan mental, batas antara gila dan waras, hingga sebuah penyembuhan jiwa. Meski terkadang horornya vivid, namun cara Susanna menghadapi serta memahami segalanya secara clear-sighted, menjadi inspiratif berkat kekuatan super dalam menjalani semesta yang non konvensional.


    Tracks oleh Robyn Davidson


    Robyn mengungkapkan memori atas ekspedisinya menjelajah lebih dari 2500 km sepanjang gurun pasir Australia. Perempuan ini menceritakan perjalanannya yang hanya ditemani empat ekor unta dan seekor anjing untuk sebuah self-discovery. Dalam memoarnya, Robyn harus menghadapi tantangan bertemu ular berbisa di alam liar, hingga mengenali lebih dalam para penduduk suku asli Australia. Tapi lebih dari itu, kekuatannya dalam pantang untuk berhenti melanjutkan perjalanan, merawat para untanya saat ia pun harus menjaga diri sendiri, dan transformasi dalam diri yang mengubah cara pandang hidupnya, adalah inspiratif. Ikuti perjalanannya sampai akhirnya ia menemukan lautan luas setelah mengarungi lanskap gurun Australia yang breathtaking, and you might be surprised how it triggers you to be courageous too.




    The Diving Bell and the Butterfly oleh Jean-Dominique Bauby


    Memoar ini menceritakan perjuangan seorang mantan pemimpin redaksi yang tiba-tiba menderita struk berat hingga lumpuh dengan diagnosa sindrom locked-in. Meski ia sepenuhnya sadar dan mampu berpikir normal, namun ia hanya punya satu otot – mata kirinya – yang menjadi satu-satunya cara ia berkomunikasi. Meski berat menjalaninya (serta membacanya…) tapi Bauby justru mengisahkan tentang jiwa serta spirit manusia yang terbukti tidak akan padam meski dihadapkan dengan segala keterbatasan. Cosmo yakin, setelah membaca buku ini, kamu akan mendapat cara pandang untuk bersyukur pada hidup, dan terinjeksi semangat Bauby yang patut menjadi sumber inspirasi.


    Tuesdays with Morrie oleh Mitch Albom


    Mitch menarasikan pelajaran terakhir yang ia dapatkan dari mantan pendidiknya semasa kuliah. Namun bukan tentang pelajaran akademik, Mitch justru mendapat pelajaran hidup terbaik yang mengubah hidupnya. Setiap hari Selasa, Mitch mengunjungi sang mendiang profesor Morrie untuk berdiskusi perihal hidup, sekaligus menjenguk Morrie yang kala itu didiagnosa ALS. Namun perbincangan keduanya akhirnya membuka Mitch untuk mengeksplorasi masalah hidupnya, hingga memberanikannya untuk berdamai dengan masa lalu dan segala ketidaksempurnaan yang terjadi. Memoar ini tak hanya membuat kamu terharu akan hubungan keduanya, namun membuat kamu berpikir ulang tentang hidup dan cara dalam menjalaninya. Life-changing, indeed.


    (Image: Goodreads. Ilustrasi: Maya Rahmawati Putri)