Lifestyle

13 Berita Positif yang Terjadi Selama Pandemi Virus Corona

  by: Shamira Priyanka Natanagara       1/4/2020
  • Wabah virus Corona, COVID-19, telah disebut sebagai 'krisis kesehatan publik untuk sebuah generasi' oleh Perdana Menteri UK, Boris Johnson.

    Banyak negara dari seluruh penjuru dunia mengambil tindakan tegas untuk mengurangi penyebaran virus tersebut, termasuk social distancing, menutup bar, restoran, dan sekolah, atau seperti di Italia, memilih opsi lockdown.

    Situasi ini berubah setiap jamnya dan pada era di mana teknologi sangat mendukung penyebaran informasi, berita terus-menerus diperbarui. Saking banyaknya berita, World Health Oragnisation (WHO) telah menyarankan bahwa jika kesehatan mentalmu mengalami kecemasan atau anxiety, ada baiknya untuk membatasi diri dari berita, dan 'mencari informasi baru pada waktu-waktu tertentu satu atau dua kali pada siang hari,' menurut laporan BBC.



    Berita mengenai COVID-19 pun serius dan bertujuan untuk menginformasikan kepada publik tentang perkembangan terbaru terkait pandemi ini. Meskipun begitu, dengan segala kebisingan, menjadi mudah untuk merasa resah dan ketinggalan kabar positif yang sebenarnya masih terjadi selama masa-masa mencemaskan ini.

    Selama waktu yang dipenuhi dengan rasa takut dan ketidakpastian, elemen terbaik dari sifat manusia bisa menang, seperti halnya dalam kisah-kisah berikut ini yang Cosmo temukan dari seluruh dunia, menunjukkan kekuatan rasa peduli dan kebaikan hati pada yang kurang beruntung atau kurang mampu daripada dirimu dalam sebuah krisis.


    1. Quarantined dance-alongs


    Di Italia, di mana para warga telah di-lockdown sejak awal bulan Maret, kegiatan menyanyi dan menari bersama secara mendadak seringkali dilakukan melalui balkon tempat tinggal.

    Akun Instagram The Good News Movement mengunggah video yang menampilkan sebuah dance party di kota Milan pada Jumat malam yang berlangsung di balkon tempat tinggal masing-masing. Para warga berusaha untuk menyemangati satu sama lain meskipun harus tetap di rumah.


    Baca Juga: Cara Mengatasi Kecemasan dan OCD di Tengah Wabah Corona


    2. Quarantined sing-alongs


    Mirip dengan warga Milan, warga Copenhagen, Denmark pun berpesta bersama melalui tempat tinggal masing-masing. Orang-orang mencondongkan tubuh ke luar jendela mereka untuk menyanyikan lagu "You've Got A Friend" bersama selagi dikarantina.


    3. Tepuk tangan meriah untuk tenaga medis


    Banyak dari kita bekerja dari rumah dan melakukan self-quarantine selama wabah ini, tapi tentu saja staf medis tidak. Mereka bekerja keras seperti tak kenal lelah untuk merawat orang-orang yang terkena dampak COVID-19.

    Pada tanggal 14 hingga 15 Maret lalu, setelah sebuah kampanye media sosial, sejumlah massa mengadakan aksi tepuk tangan untuk tenaga medis di beberapa area di Spanyol, termasuk Pamplona, Madrid, dan Murcia—di mana kebanyakan orang di-lockdown—melalui jendela mereka.


    Baca Juga: 5 Langkah Membangun Pribadi yang Positif

    4. Kartu sukarelawan


    Sudah ada beragam versi catatan dan flyer yang dibuat untuk membantu orang brbelanja dan terutama bagi yang tidak bisa pergi ke luar rumah untuk membeli persediaan. Akun Instaram Tooting yang berbasis di London menunjukkan kebaikan yang ditawarkan orang-orang, tapi tetap mengambil langkah-langkah untuk social distancing.


    5. Supermarket Australia sediakan waktu khusus lansia

    Pada pertengahan Maret di UK, sejumlah supermarket memberi peringatan kepada para pelanggan untuk tidak memborong hal-hal yang tidak diperlukan. Mereka menegaskan bahwa seharusnya ada stok yang cukup untuk semua selama orang-orang membeli hanya yang mereka butuhkan.

    Di tengah kekhawatiran bahwa warga lansia dan yang rentan akan kehabisan persediaan penting karena tidak sedikit orang menimbun—yang sungguh mengkhawatirkan di Australia—salah satu supermarket terbesar di negara kangguru tersebut membuka jam operasional khusus untuk yang membutuhkan.

    Wooloworths mengumumkan pada 16 Maret bahwa pukul tujuh hingga delapan pagi adalah 'jam belanja khusus di toko-toko kami untuk membantu kebutuhan para lansia dan orang-orang yang memiliki disabilitas dalam komunitas.' Beberapa supermarket di Irlandia pun telah melakukan hal yang serupa.


    6. Donasi dari seleb


    Beberapa individu dengan net-worth yang tinggi telah turun tangan dengan memberi sumbangan untuk melawan wabah virus corona.

    Donatella Versace adalah salah satunya, mendonasikan €200.000 (sekitar Rp3 miliar) kepada sebuah rumah sakit di Milan. Selain itu, pasangan Blake Lively dan Ryan Reynolds telah menyumbang USD1 juta (sekitar Rp16 miliar) kepada bank makanan di Amerika Serikat dan Kanada.




    Baca Juga: 5 Cara Jitu untuk Menciptakan Pemikiran Positif


    7. Footballers and foodbanks

    Liga Primer UK mengumumkan bahwa semua pertandingan sepak bola akan ditunda untuk sementara demi menjaga para pemain dan fans selama wabah virus corona. Karena itu, sejumlah klub sepak bola, di antaranya Liverpool FC, Everton, Aston Villa, dan Newcastle, menyumbangkan makanan yang telah dipesan ke stadion, ke bank makan sebagai gantinya, serta mendonasikan uang dalam jumlah besar.


    8. Quarantined bingo


    Penduduk lokal yang dikarantina di Seville, Spanyol pun telah membangkitkan semangat mereka dengan bermain Bingo menggunakan loudspeaker. Looks like fun!


    9. Hand sanitizer gratis dari toko kecil di Skotlandia

    Sebuah toko lokal di Stenhousemuir, Falkirk di Skotlandia membagikan 'Covid-19 kits' (perangkat COVID-19) untuk yang berusia di atas 65 tahun.

    Perangkat tersebut terdiri dari hand gel dan tisu basah, dan para pemilik toko (Asiyah dan Jawad Javed) telah mendistribusikan perangkat ini di area mereka. Asiyah memberi tahu The Independent, "Kami hanya mencoba membantu orang-orang yang tidak bisa ke luar rumah."


    10. Pemain NBA dukung staf arena


    Musim basket di Amerika Serikat juga telah ditunda karena COVID-19, dan beberapa pemain NBA memberi sumbangan kepasa petugas keamanan, pelayan, staf katering, dan petugas kebersihan yang bekerja di arena selama musim tersebut, yang kemungkinan besar kehilangan pendapatan saat arena di tutup.

    Blake Griffin menyumbang USD100.000 untuk membantu para pekerja di arena Detroit, Zion Williamson melakukan hal yang sama dengan berjanji untuk 'membayar gaji' rekan kerjanya di New Orleans. Para pemain The Golden State Warriors pun mengonfirmasi bahwa mereka akan menyumbang USD1 juta untuk mendukung para pekerja yang terpengaruh. 


    11. Watch the opera for free!


    Banyak teater telah menunda produksi dan penampilan mereka akibat virus corona, termasuk kota asal Broadway, New York City. Meskipun begitu, menurut laporan Vulture, Metropolitan Opera mengumumkan bahwa daripada sepenuhnya menghentikan produksi, mereka akan mengadakan streaming Opera dari arsip mereka setiap malam secara gratis. Jika kamu bosan dengan tontonan yang ada di televisi, dan belum pernah menyaksikan Opera sebelumnya, ini adalah waktu yang tepat.


    12. Sumbangan tisu toilet


    Salah satu produk yang paling diincar di supermarket negara-negara Barat adalah tisu toilet karena banyak orang telah memborong produk tersebut untuk berjaga-jaga jika tidak bisa ke luar rumah. 

    Menurut The Guardian, sepasang sahabat menggunakan uang saku mereka untuk membeli tisu toilet untuk dibagikan ke tetangga lansia di komunitas mereka di Queensland, Australia setelah kaget melihat bahwa stok tisu toilet di supermarket sangat berkurang. Heartwarming!


    13. LVMH menggunakan pabrik parfum untuk membuat gel disinfektan


    Mulai ada lebih banyak berita mengenai perusahaan besar mengalihkan sumber daya mereka untuk membantu melawan COVID-19. LVMH, perusahaan utama dari beberapa merek high-end ternama seperti Dior dan Givenchy, mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi gel disinfektan daripada parfum yang akan dibagikan ke rumah sakit dan petugas kesehatan secara gratis.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Amanda Lins on Unsplash / Images: Dok. Instagram)