Love & Sex

Cara Mempertahankan Hubungan Saat Self-quarantined

  by: Givania Diwiya Citta       3/4/2020
    • Mulai dari 15 Maret 2020, pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk belajar, bekerja, beribadah di rumah untuk menekan penyebaran virus Corona.
    • Selama #dirumahaja dan memberlakukan Work from Home alias WFH, tak bisa terelakkan bahwa kamu menghabiskan 24/7 waktu bersama si dia di rumah. Situasi ini bisa menantang!


    Jadi, pandemi COVID-19 ini telah membuat kamu semakin (atau bahkan terlalu dekat) bersama sang significant other alias S.O. Selamat, ini berarti kamu adalah salah satu dari 48% dari pembaca Cosmo yang menjalani self-quarantined bersama pasangan di rumah saja. Tentunya, di atas kertas, situasi ini tampak seksi: Karena akhirnya kamu dan S.O. bisa menikmati makan siang bersama, dan merancang berbagai skenario role play yang bisa, ehm, dimainkan saat waktu luang yang lebih banyak karena berada di rumah saja.





    Tapi setelah beberapa hari melalui dan menyaksikan betapa riuhnya suara conference call si dia dengan tim kantornya – bahkan kamu jadi mengonsumsi waktu dan energi tambahan untuk menyiapkan segala kebutuhan di rumah sambil multitasking mengerjakan tugas kantor (belum lagi tentang menjawab pertanyaan, “Sayang, di mana gunting kuku, ya?” atau, “Sayang, kamu masak apa untuk makan siang hari ini?” – hingga kamu berpikir: Apakah bisa keluar dari mimpi buruk tentang perasaan ‘terjebak’ dalam hubungan ini?


    “Sepertinya semua sedang mengalami tekanan karena akhirnya pasangan jadi hidup berdampingan amat erat, yang mungkin bisa jadi bagian dari permasalahan ini, tapi rasa frustrasi dari pandemi ini sendiri juga menyita banyak energi – secara fisik, emosi, dan finansial bahkan hampir bagi setiap orang di dunia ini,” ujar Jess O’Reilly, PhD, sexologist dalam Astroglide.


    Tapi hei, hanya karena dunia sedang erupsi sekarang, bukan berarti hubungan kamu dan si dia juga harus meletus. “Pertengkaran kecil mungkin bisa jadi membantu melepas tensi dan menghindari konflik yang lebih besar,” ujar Jess. Tapi ada pula cara yang benar untuk berargumen, ada juga cara yang salah. Jadi berikut cara kamu dan S.O. bisa meredakan badai di rumah, tanpa perlu ingin berpisah dari satu sama lain atau sampai-sampai mengalami 'covidivorce' (yikes):


    Katakan pada pasangan tentang yang kamu rasakan… secara kalem

    Ulangi ungkapan ini: Hanya karena kamu takut dan emosional tentang apa yang sedang terjadi di rumah, bukan berarti kamu jadi diizinkan untuk menumpahkan semua perasaan tersebut pada pasangan tanpa sebab. “Penting untuk menamai emosi Anda,” ujar Jess. “Kenali apa perasaan tersebut, dan berikan izin pada diri sendiri untuk memvalidasi apa yang sedang dirasakan.”



    Daripada memojokkan perasaan tersebut, duduklah berdua dan beritahu ia tentang yang kamu rasakan terhadap segala hal. “Jangan bersikap keras pada diri Anda dan pasangan Anda,” ujar Jess. Dan jika kamu tahu bahwa kamu terlanjur memuntahkan semua perasaan pada si dia? Kendalikanlah, dan mintalah maaf.


    Meminta ruang untuk bersama dengan diri sendiri secara baik-baik

    Kamu mungkin berpikir, bagaimana cara saya bisa punya waktu sendiri jika setiap jam setiap hari saya selalu bersama dengan pasangan? Pertanyaan bagus. “Rancang jadwal untuk waktu sendirian, juga waktu untuk bersama, juga waktu terpisah untuk bersosialisasi dengan teman-teman secara online,” ujar Jess. Jika di rumah kamu terdapat ruang tamu dan kamar tidur, putuskan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing ruang tersebut, baik untuk bekerja terpisah, atau untuk istirahat – dan berkomitmen dengan kesepakatan itu. Tak perlu sampai harus kabur ke kamar mandi lagi untuk merasa punya me-time, mmmkay?



    Semisal rumah kamu tak memungkinkan untuk memberi jarak terlalu jauh untuk kamu dan pasangan, coba temukan cara lain untuk punya ‘ruang’ masing-masing. Seperti memasang headphone, atau menonton show favorit dari smartphone masing-masing. Atau buat jadwal spa malam di kamar mandi, saat ia sudah bersantai di kamar tidur. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi jika kalian berdua dalam keadaan relaks dan nyaman? ;-)


    Tawarkan dukungan, jika kamu memang bisa melakukannya…

    Meskipun pertengkaran tentang siapa yang menghabiskan yoghurt strawberry tampak remeh, tapi menekankan masalah perihal uang itu tetaplah serius – dan ini pula yang jadi poin besar dari kemarahan selama masa-masa tak menentu ini, terutama ada banyak kasus pula di mana orang-orang di luar sana kehilangan pekerjaannya. “Ini adalah waktu yang baik untuk mendiskusikannya dan meminta bantuan, atau menawarkan bantuan,” ujar Jess. Uang memanglah topik yang tricky. Apalagi dengan kemungkinan layoff dan pandemi global, topik ini terasa semakin brutal.



    Jika pasangan kamu sedang takut akan kehilangan pekerjaannya, atau bahkan sudah terkena PHK dan kehilangan arah tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya, ini adalah tugas kamu untuk mendengarkan keluh kesahnya dan menawarkan bantuan. Dalam percakapan, harus ada nihil penghakiman di sana. Bantu ia tentang bagaimana cara bebenah diri saat menganggur, atau hubungi kenalan kamu yang mungkin membutuhkan orang dengan pekerjaan lepas. Atau beri saja ia ruang dan waktu sendiri jika ia memang memintanya. Jika sebelumnya penghasilan kamu tidak dijadikan join income dengannya, dan jika kamu punya pendapatan lebih untuk membantu membiayai kebutuhan rumah, kamu bisa menawarkannya. Pastikan saja bahwa kalian berdua punya rencana ke depannya, dan cara ia agar bangkit mendapatkan pekerjaan lagi.


    … Tapi juga jangan bergantung pada si dia sebagai satu-satunya sumber dukungan kamu

    Saat bekerja dari rumah, mungkin ia jadi tampak lebih punya banyak waktu untuk bersantai di sofa ketimbang kamu, dan akan jadi sangat mudah bagi kamu untuk menumpahkan segala emosi padanya. Tapi S.O. seharusnya memang tak jadi satu-satunya sumber dukungan kamu, girls. “Pastikan Anda tetap terhubung dengan sahabat dan keluarga via chat, telepon, atau bahkan video chat,” ujar Jess. “Dengan meluangkan waktu bersama orang lain, Anda akan mengangkat tekanan dalam hubungan dengannya, dan memperkuat hubungan Anda dengan yang lain di waktu yang sama.”





    Jess juga menekankan tentang pentingnya merawat kesehatan mental sendiri. “Jalankan ritual harian yang bisa membuat Anda tenang,” ujar Jess. Jadi, lakukanlah hal-hal yang bisa menenangkan kamu: mewarnai, yoga, atau bermain di ranjang sendirian (‘coz why not). Temukan zen kamu sendiri.


    Investasikan hubungan kamu dalam cara yang berbeda

    Jangan tunggu sampai masa-masa karantina di rumah ini berakhir untuk mengembangkan hubungan. “Lakukan sekarang juga,” ujarnya. “Anda bisa memulai dari sesederhana saling mengecek kabar masing-masing setiap pagi agar tahu mood berdua sedang seperti apa.” Tetaplah intim. Jika stres tidak menaikkan libido kamu, pastikan kamu meluangkan waktu berada di kamar tidur. Dan alih-alih menyantap makanan pesan antar kalian di sofa, coba buatkan latar piknik manis di karpet lantai, dan jalani ‘kencan’ selama karantina di rumah ini.



    Memang betul, bahwa dunia sedang kesulitan sekarang. Tapi menjalani dan melewati masa-masa menantang dan gelap ini secara tidak seorang diri, juga merupakan hal yang patut disyukuri, bukan?


    Jika kasusnya adalah kamu menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan…

    Dan jika kasusnya tidak memungkinkan pasangan untuk pulang ke rumah karena dinas jauh di luar pulau atau negeri (atau, jika kasusnya kamu dan pacar tidak bisa berkencan dulu selama masa social distancing ini), ada cara-cara lain untuk mempertahankan hubungan yang ‘berjarak’ ini.

    1. Buat rutinitas untuk kencan virtual, sesuai dengan zona waktu yang tepat untuk berdua. Semisal saat masing-masing mempersiapkan sarapan dengan menu yang sama, atau saat masing-masing akan menyeduh kopi atau minuman coklat favorit. Bisa juga, kok, kalau ingin tur online mengunjungi museum! Lihat daftar museum yang memberi layanan tur gratis online ini.

    2. Ingat euforia masa-masa 90an di mana pasangan bisa bertukar mixtape saat Valentine? Hei, lakukan juga ini sekarang, namun dalam versi bertukar playlist rancangan kamu sendiri dalam Spotify atau YouTube Music. Kirimkan padanya link untuk mendengarnya, dengan sederet lagu-lagu favorit berdua, atau yang mengingatkan kalian pada masa-masa indah seperti momen kencan pertama, dan sebagainya.



    3. Video call sambil menonton film yang sama. Ini sangat bisa dilakukan! Coba unduh extension Netflix Party di browser Chrome kalian. Selamat menonton (dan chatting) secara in sync!

    4. Rutin bertukar meme atau juga video menggemaskan dari binatang peliharaan juga akan meredakan keresahan kalian berdua, bb

    5. Coba mainkan game online untuk menghabiskan waktu, atau jawab berbagai kuis seru dari Cosmo di sini yang mampu membakar gairah hubungan kalian. You’re welcome.



    6. Rancang rencana berlibur setelah masa-masa sulit ini berhasil terlewati! Apa yang lebih memberi semangat dan motivasi selain menantikan hari-hari bahagia yang bisa dihabiskan bersama di masa depan?

    7. Berikan kejutan dengan mengiriminya buku atau mainan yang dinanti (atau yang sudah ia gencar beri kode). Tetap hidupkan percikan asmara itu, bb, karena percayalah, kalian dan kita semua akan melalui ini bersama-sama.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Givania Diwiya / Image: Dok. Cosmopolitan US/Sanchi Oberoi)