Better You

6 Mitos Soal Virus Corona yang Sebaiknya Tidak Kamu Percayai

  by: Giovani Untari       3/4/2020
    • 6 mitos soal virus Corona ini mungkin sudah tak asing lagi di telingamu!
    • Benar atau tidaknya 6 mitos soal virus Corona tersebut? Cosmo akan membantu “membedah” jawabannya.


    Tentu tidak semua hal yang kita baca bisa dipercayai begitu saja. Terutama dengan begitu banyaknya informasi dan berita yang kurang bisa dipercaya dan dibuktikan terkait virus Corona. Dari informasi tersebut juga, tidak jarang kita ikut terjebak dalam rasa takut di situasi dunia yang tengah “terjebak” dalam pandemi Corona ini.




    Tetapi bukan berarti kamu harus berhenti membaca tentang informasi terbaru saat ini. Karena meski ada begitu banyak informasi di luar sana, yang paling penting sebenarnya kamu mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Seperti dari praktisi kesehatan yang berpengalaman di bidangnya, serta sosok yang benar-bener paham mengenai penyebaran COVID-19. Cosmo bertanya pada dokter Claudia Pastides dari Babylon Health tentang sejumlah mitos mengenai Coronavirus yang ternyata salah dan ia lihat menyebar luas di media sosial. Yang mana ini mengingatkan kita pula untuk tidak selalu cepat percaya pada apapun yang kita baca.


    Saat ini, memang ada banyak hal yang masih misterius dan tidak diketahui seputar virus Corona. Tetapi berdasarkan riset dan informasi yang Cosmo miliki sejauh ini, ditambah dengan informasi dari sumber yang bisa dipercaya, 6 hal di bawah ini adalah 6 mitos yang kamu dengar di masyarakat. Yang ternyata mereka semua tidak memiliki substansi dan penelitian ilmiah apapun di dalamnya. Apa saja 6 mitos tentang virus Corona tersebut?


    Mitos 1: Coronavirus adalah Buatan Manusia


    Faktanya: “Virus yang menjadi penyebab COVID-19 adalah zoonotic virus. Itu artinya virus ini berasal dari binatang. Virus tersebut bisa bermutasi dan ditularkan dari binatang pembawa virus ke manusia. Proses penyebaran dari spesies ke manusia tersebutlah yang menjadi penyebab COVID-19. Jadi virus ini bukan sesuatu yang dibuat di laboratorium.”


    Mitos 2: Hand Sanitizer Tidak Bisa Membunuh Coronavirus

    Faktanya: “Tidak semua virus bisa mati setelah menggunakan hand sanitizer, contohnya norovirus yang menjadi penyebab gangguan pada lambung. Tetapi tidak demikian dengan virus corona. Menggunakan hand sanitizer yang menggandung kadar alkohol paling tidak 60% di dalamnya, mampu membunuh Coronavirus.


    BACA JUGA: Fakta Seputar Virus Corona Terhadap Kehamilan dan Janin


    Mitos 3: Binatang Peliharaan Dapat Ikut Terserang Virus Corona


    Faktanya: “Sampai saat ini belum ada bukti bahwa COVID-19 bisa menular kepada binatang peliharan Anda. Karena virus ini masih terhitung baru, saat ini banyak ilmuwan yang mencoba menggali lebih dalam mengenai hal ini. Yang terpenting Anda selalu mencuci tangan dengan benar setelah menyentuh binatang apapun.”


    BACA JUGA: Virus Corona Mewabah, Ini Cara Melindungi Hewan Peliharaanmu




    Mitos 4: Panas yang Terkena Kulit atau Mandi dengan Air Hangat Bisa Membunuh Virus

    Faktanya: “Saat virus berada di dalam tubuh Anda, maka sistem imun lah yang bertugas untuk membunuhnya. Mandi dengan air hangat atau minum-minuman panas sama sekali tidak bisa menyentuh atau bahkan membunuh virus karena virus terletak pada sel-sel di dalam tubuh Anda. Tubuh manusia akan mengatur sistemnya dengan baik, meski Anda meminum minuman yang panas atau mandi dengan air panas. Cara terbaik membunuh kuman jika itu menempel pada kulit Anda adalah dengan mencucinya menggunakan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer.”


    Mitos 5: Berkumur dengan Air Garam bisa Mencegah Virus Corona


    Faktanya: “Tidak ada bukti apakah berkumur secara rutin menggunakan air garam atau apapun lainnya, seperti air hangat-bisa mencegah Anda untuk tidak terinfeksi Coronavirus.”


    BACA JUGA: 6 Cara Alami Redakan Batuk dan Tenggorokan Gatal

    Mitos 6: Mengonsumsi Bawang Putih Dapat Menghindari Anda Terkena Coronavirus

    Faktanya: “Mengonsumsi makanan sehat dan diet yang seimbang melalui konsumsi sayur dan buah termasuk bawang putih adalah hal yang baik. Tetapi sama seperti poin nomor 5. Belum ada bukti yang konkret bahwa mengonsumsi banyak bawang putih bisa menghindari Anda dari infeksi COVID-19.”


    Dr Claudia Pastides MRCGP MBBS iBSc adalah seorang dokter umum dan medical copywriter yang bekerja di aplikasi kesehatan Babylon.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Giovani Untari / Image: Dok. Freepik, Unsplash.com)