Lifestyle

Merasa Kesepian? Ini Cara Menjaga Kesehatan Mental Kamu

  by: Kezia Calesta       1/4/2020
    • Mulai dari 15 Maret 2020, pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk belajar, bekerja, beribadah di rumah untuk menekan penyebaran virus Corona.
    • Setelah melewati self-isolation selama beberapa minggu, kamu perlu merawat kesehatan mental agar tidak stres akibat kesepian atau paranoid. It's time to fight this together.


    Untuk sebagian orang yang tinggal sendirian, awal mula self-isolation di tengah pandemi virus corona dapat menjadi blessing in disguise, di mana kamu bisa mendapat tidur yang lebih berkualitas, melakukan berbagai hobi, juga bekerja dengan lebih produktif tanpa gangguan. Namun, setelah melalui beberapa minggu menghabiskan waktu sendiri saja, kamu perlu merawat kesehatan mental juga agar tidak stres akibat kesepian atau paranoid. Berikut cara dari Cosmo untuk menjaga kesehatan mental agar kita bisa menghadapi pandemi COVID-19 ini bersama.




    1. Lakukan terapi untuk menangani anxiety

    Saat kamu terkurung di rumah dengan smartphone yang terus memberikan update berita tentang wabah virus yang tak kunjung selesai, rasa takut dan khawatir akan terus menumpuk dan membuat kamu anxious atau paranoid. Memang sulit mengontrol perasaan tersebut, and it’s normal to feel that way. Namun menurut Sierra Frederick, LMSW, olahraga yoga dan meditasi dapat membantu menenangkan diri. Selain itu, hubungi orang terdekat yang bisa membantu menenangkanmu dan pilihlah bacaan berita positif yang uplifting agar suasana hati membaik.


    2. Tunjukkan kasih sayang kepada orang lain

    It’s time to show compassion to others. Self-care sangat penting sekarang, tetapi ingat bahwa gaya hidup kamu sekarang dapat memberikan dampak terhadap kehidupan orang lain juga. Maka dari itu, ingat untuk selalu menjaga kebersihan, menerapkan social distancing, dan work from home jika bisa. Jangan lupakan orang lain juga, khususnya orang-orang sekitar yang kurang beruntung. Jika bisa membantu, berikan bantuan secara material serta dukungan moral dan edukasi untuk mereka yang membutuhkan!


    3. Jangan memaksakan produktivitas

    Ini bukan waktu yang tepat untuk menyalahkan diri sendiri jika kamu sedang merasa tidak produktif. We’re all human, and there will always be bad days. Hanya karena kamu memiliki lebih banyak “waktu luang” di rumah, tidak berarti kamu harus berhasil mencoret segala hal dalam daftar to-do secepatnya, kan? Gunakan waktu untuk menentukan work pace yang pas untukmu. Apakah kamu biasanya lebih produktif pada pagi, siang, atau malam hari? Apakah musik bisa membantumu fokus, atau sebaliknya? Jangan lupa untuk mengambil waktu istirahat dan mengikuti jam makan agar energi kamu tidak terkuras habis.




    4. Pentingkan self-care

    Selain menjaga koneksi dengan orang lain, bekerja, dan mengurus kesehatan diri, ingat untuk memberikan batasan untuk diri sendiri – contohnya, menyingkirkan smartphone saat beristirahat agar kamu tidak dihubungi non-stop. Give space to yourself, dan lakukan berbagai hal untuk menyegarkan pikiran, mulai dari mendapat tidur yang cukup, menjalankan diet yang sehat serta banyak minum air putih, mendengarkan playlist lagu yang menyenangkan, hingga menjaga kebersihan tubuh. Jangan malas mandi, ya!


    Remember, you are not alone in this. Stay strong and safe, girls.


    (Image: doc. @anthonytran via Unsplash.com)