Lifestyle

Cosmo Opinion: Ini Alasan Mengapa Cosmo Kangen ke Bioskop

  by: Alvin Yoga       3/4/2020
  • Ada banyak hal yang Cosmo rindukan selama self-quarantine di rumah di tengah pandemi virus corona ini: Semisal, pergi ke mal yang terletak di sebelah kantor untuk makan siang, atau bertemu rekan-rekan kantor dan bergosip dengan mereka (we're so lucky to have each other, bagaimana dengan kamu?), atau memesan kopi susu favorit di sore hari, atau pergi belanja ke mana pun dan kapan pun kita mau...ah, pokoknya daftarnya panjang! Satu lagi hal yang paling saya rindukan di tengah pandemi ini. Saya rindu untuk menonton film di bioskop.

    I know. Ada banyak hal lainnya yang perlu kita khawatirkan dibanding tidak bisa menonton Mulan di bioskop. I mean, people are dying. For real. Dan Cosmo pun khawatir dengan angka korban meninggal yang terus bertambah setiap harinya akibat pandemi virus corona. Di luar kekhawatiran tersebut, untuk kita yang sekarang ini sedang stay at home atau #dirumahaja, pandemi ini telah mengubah hidup kita dengan cara yang luar biasa. Banyak dari kita yang kini harus membiasakan diri dengan kebiasaan baru. Meeting lewat Zoom? Checked. Membuat kopi sendiri alih-alih membeli kopi di toko favorit (termasuk mencoba kopi Dalgona yang sedang tren)? Checked. Mengusir kebosanan dengan menonton Netflix tiada henti? Also checked.

    Akhir pekan kemarin, saya kembali menonton The Lord of The Rings di Netflix. Saya sudah menonton film tersebut berkali-kali, dan setiap kali menonton saya benar-benar terkesan dengan plotnya yang luar biasa plus performa para aktornya yang luar biasa. It's an absolutely relentless three hours. Namun ketika saya kembali menonton film tersebut pada akhir pekan kemarin, rasanya ada yang...berbeda. Obviously, mengetahui akhir filmnya serta menontonnya di tengah kebosanan membuat film ini tidak terlihat sebaik biasanya, dan selain itu, film ini rasanya lebih menarik untuk ditonton di layar besar dengan sound system terbaik. Betul, tidak?



    Saya juga menonton Top Gun akhir pekan ini untuk pertama kali (yes, I know I'm 30 years late, but I'm still on my twenties so...), dan ketika Tom Cruise menerbangkan jet tempur sungguhan di layar, saya berkata pada saudara saya yang juga sedang menonton film ini (sambil memakan camilan saya, thanks sis!), "Wow, coba kalau kita nonton film ini di bioskop. Pasti seru banget!" Juga ketika saya menonton Ratu Ilmu Hitam di GoPlay. Menegangkan memang, namun saya tetap berharap saya bisa menonton dan menikmatinya di layar besar - sebesar mungkin supaya efek seramnya benar-benar terasa. Alih-alih saya justru menontonnya dari layar ponsel sambil leyeh-leyeh di ruang tamu, tentunya sambil mengeluh dalam hati dan berharap bahwa saya punya fasilitas home theater atau justru layar sebesar bioskop di rumah. No offense, Mom and Dad!

    Dan bukan cuma karena teknologi di rumah tidak sebaik di bioskop. Tapi ketika kita menonton film di rumah - entah itu sambil duduk di sofa atau sambil duduk manis di kamar - ada banyak sekali gangguan yang terjadi yang membuat kita sulit untuk duduk tenang selama dua jam. Semisal, tiba-tiba saja kita terpikir untuk menonton film sambil menikmati semangkuk es krim di tangan (which is, yes, very important) yang membuat kita bangun dari kursi dan pergi sebentar ke dapur untuk mengambil es krim dari dalam kulkas. Atau ketika ada aktor tampan yang muncul di layar, kamu kemudian mengambil remote untuk menghentikan filmnya sebentar karena kamu ingin mencari lebih banyak mengenai sang aktor di Instagram dan Google. Lima menit berlalu, lalu sepuluh menit, dan ketika kamu ingin menonton lagi, kamu malah lebih tertarik untuk membalas pesan dari teman-temanmu di ponsel. Atau yang lebih menjengkelkan lagi, ibumu tiba-tiba ikut menonton dan memberi komentar-komentar tidak penting sepanjang film, atau saudaramu tiba-tiba datang dan mengambil camilan favoritmu dari tanganmu dan tidak mengembalikannya lagi, atau anjingmu tiba-tiba datang dan mengajak bermain dan kamu tak tega meninggalkannya sendirian, atau tiba-tiba saja kamu dipanggil ibumu untuk melakukan sesuatu (duh, so relatable)...daaan daftar panjang lainnya! Awalnya kamu hanya ingin menghentikan film tersebut sebentar saja. Okay, 15 menit. Tapi kemudian kamu jadi malas melanjutkannya lagi karena pengalaman menontonmu sudah terganggu. You lose something with every little break you take.

    Inilah mengapa saya kangeeen sekali untuk masuk ke dalam bioskop dan duduk di ruangan yang gelap dan dingin tanpa harus mendapatkan "bonus" gangguan-gangguan tersebut. Kita "dipaksa" untuk menjauhi ponsel selama dua jam penuh dan fokus sepenuhnya pada film yang sedang diputar, tak perlu memedulikan hal lain yang sedang terjadi di luar sana. (Dan jangan coba-coba bicara soal camilan. Saya suka sekali mengunyah popcorn caramel di bioskop sambil minum segelas soda dingin. Gosh, I really miss those moments.) Kamu bahkan bisa masuk ke bioskop dengan mood yang kurang baik, dan 90 menit setelahnya, kamu keluar dengan senyum lebar di wajah. That's escapism in its purest form. Dan jujur saja, kita butuh lari dari kenyataan sekarang. At least I know I do.



    Alasan lain mengapa saya rindu menonton fim di bioskop ialah: Menonton film merupakan suatu pengalaman menikmati karya seni IRL, yang kita lakukan bersama dengan sekumpulan orang asing, yang duduk di suatu ruangan yang sama demi satu tujuan yang sama - yaitu memberikan fokus sepenuhnya ke layar bioskop. Momen-momen seperti mendengar pria di sebelahmu berujar, "Hah?" karena plot twist di penghujung film, atau teriakan keras dari para penonton karena suatu adegan yang menyeramkan, sampai isakan kecil dari orang di depanmu yang menangis lantaran sedihnya adegan di layar, semuanya adalah waktu-waktu yang...menurut saya tak tergantikan. It's that exact moment, ketika kamu menonton akhir sebuah film yang membuatmu merinding karena kamu tak pernah terpikir kisahnya akan berakhir seperti itu, dan kamu cuma bisa duduk selama beberapa waktu demi bisa mengumpulkan kembali pikiranmu, sebelum akhirnya kamu memutuskan untuk berdiri dan keluar dari bioskop sambil berkata pada temanmu, "WOW, gila, filmnya bagus banget!".

    Ada sesuatu dari pengalaman menonton film di bioskop yang membuat saya sadar bahwa sebagai manusia, kita ternyata memiliki satu kebutuhan yang sama: rasa kebersamaan, dan mungkin inilah yang saya rindukan. Itu, dan tentu saja sebuah alasan untuk kabur sebentar dari apa yang sedang terjadi di dunia ini selama beberapa menit, karena saat ini kenyataan rasanya terlalu menakutkan.

    Sampai keinginan saya ini bisa benar-benar terealisasikan, well, you'll find me here, terbaring di atas sofa ruang tamu sambil mengudap camilan apapun yang bisa saya temukan dari dalam kulkas, serta tak ketinggalan ponsel dengan mode getar yang tergeletak di samping saya. Bioskop: Sampai kita berjumpa lagi. Semoga pandemi ini cepat selesai dan kita semua berada dalam keadaan sehat. Love, Cosmo.

    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com. Perubahan telah dilakukan oleh editor. Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Cosmopolitan US / Khadija Horton)