Lifestyle

Ini Informasi Terbaru Mengenai Sekuel Call Me by Your Name

  by: Alvin Yoga       9/4/2020
  • Apakah kamu sudah pernah menonton film Call Me by Your Name? Film ini berhasil mendapatkan empat nominasi Oscars dan memenangkan piala Best Adapted Screenplay pada ajang penghargaan Academy Awards 2018 lalu. In short, the movie was, in a word, perfect. Timothée Chalamet dan Armie Hammer juga menampilkan chemistry yang sangat baik, sampai-sampai kita benar-benar terpikat dengan dunia Elio dan Oliver. Nah, minggu lalu, sebuah kabar tersiar bahwa film ini akan dibuat sekuelnya. HELL, YEAH?!

    Ini merupakan salah satu berita terbaik yang saya dengar selama stay at home atau #dirumahaja. But, there’s a problem. Para penggemar yang sempat membaca dan menonton film Call Me by Your Name mengatakan bahwa mereka tidak menyukai buku Find Me - sekuel untuk novel Call Me by Your Name - begitu juga dengan para kritikus yang menganggap bahwa novel Call Me by Your Name seharusnya tidak perlu dilanjutkan. Jadi jika filmnya akan diangkat dari novel tersebut, mungkin diperlukan beberapa perubahan cerita yang besar (in my humble opinion) supaya sekuelnya bisa melanjutkan kesuksesan film pendahulunya. Ini adalah beberapa saran yang, secara gratis, saya berikan pada tim produksi film tersebut.




    [PERINGATAN! Untuk kamu yang belum membaca novel keduanya, ada spoiler mengenai Find Me di bawah ini.]


    Bagian mengenai ayah Elio sebaiknya dihilangkan saja.

    Find Me dibagi menjadi tiga bagian besar, dan bagian pertama (yang cukup panjang) menceritakan soal ayah Elio, Mr. Perlman (yang memutuskan untuk bercerai dengan ibu Elio). Ia kemudian bertemu dengan perempuan yang lebih muda ketika ia sedang melakukan perjalanan ke Roma, dan mereka 1) banyak bercinta dan 2) akhirnya menikah. Namun cerita ini sedikit...terkesan menyeramkan. Karena André Aciman, sang penulis, mengaku bahwa ia menulis novel tersebut setelah ia duduk di dalam kereta dan menyadari bahwa perempuan muda yang duduk di depannya cukup cantik, dan begitu ia turun dari kereta, ia mulai melanjutkan novel tersebut - berdasarkan kisah nyata yang ia alami (?). Mmkay? A bit, like, predator?

    Di sisi lain, Michael Stuhlbarg, sang pemeran Samuel Perlman, terlihat sangat lovable di film pertamanya. Ia berhasil memerankan sosok ayah sekaligus profesor yang cerdas dan sensitif. Oh, who doesn't love him? Namun masalahnya, Mr. Perlman akan mengambil lebih kurang SETENGAH porsi di sekuel kali ini, yang tentu saja rasanya terlalu panjang. Sedangkan para penggemar film pertamanya pasti akan lebih merindukan kehadiran Timothée dan Armie. So, give the people what they want!!


    Mereka perlu menulis ulang bagian Elio.

    Dalam buku sekuelnya, Elio diceritakan telah berumur 30 tahun. Sedangkan, siapa sih, yang percaya bahwa pria yang satu ini terlihat setua itu? As a reminder, he looks like this…



    …yup, umurnya bahkan belum 25 tahun. Mereka perlu memberikan sentuhan makeup ajaib di sana-sini, atau well, mengubah sedikit ceritanya. Belum lagi, di novel sekuelnya Elio diceritakan memiliki hubungan dengan orang yang lebih tua, yang tentu saja membuat saya semakin tidak tertarik!




    Kita perlu lebih banyak porsi Oliver. Titik.

    Meski saya tidak benar-benar menghitung jumlah halaman yang menampilkan bagian Oliver, namun saya yakin bahwa bagian Oliver adalah yang terpendek dibandingkan tokoh lainnya. Kalau novel ini benar-benar diadaptasi menjadi film, dengan cerita dan porsi yang sama persis, berarti porsi Armie Hammer akan sangaaat sedikit. Bahkan mungkin hanya beberapa menit saja. Hal ini tentu akan mengecewakan para penggemar. Belum lagi, ia juga dikabarkan berusia lebih tua di dalam sekuelnya. Akan sangat disayangkan jika kedua tokoh utama favorit kita yang muda dan atraktif kini menjadi tua. Like. What. Is. The. Point?






    Ada bagian yang...hilang di dalam cerita sekuelnya.

    Dalam Find Me, Elio memutuskan untuk mencari Oliver ke New York. Lalu kemudian, di halaman selanjutnya, Elio tiba-tiba saja sudah menemukan Oliver, dan mereka ternyata sudah menjadi pasangan, dan yeah, habis sudah ceritanya. Ini adalah 12 halaman terakhir dari novelnya. Like, literally. I'm not kidding!

    PLEASE, saya perlu tahu apa yang terjadi antara kedua orang ini! Saya ingin melihat Oliver menangis karena ia memutuskan untuk berpisah dengan istri yang ia cintai! Saya ingin melihat seberapa awkward Elio mencari-cari Oliver dengan Google untuk mencari tahu alamat tempat tinggalnya, atau apalahI want the drama! Ini adalah bagian yang penting, dan ketidakhadiran bagian ini merupakan suatu kehilangan yang besar. Bagian ini harus diisi jika tim produksi ingin benar-benar mengangkat buku tersebut ke dalam film. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu setuju dengan Cosmo?


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Outnow.ch)