Love & Sex

18 Pertanyaan Penting untuk Bisa Lebih Memahami Si Dia

  by: Givania Diwiya Citta       18/4/2020
    • Untuk tahu apakah hubungan yang kamu jalani dengan si dia merupakan serius, coba pertanyakan hal-hal penting ini.
    • Pertanyaan-pertanyaan ini juga penting untuk membangun hubungan yang langgeng dan sehat.


    Bukan, bukan hanya pertanyaan standar seperti, “Musik apa yang kamu suka?” atau, “Apakah kamu terobsesi dengan Money Heist juga?” Tapi lebih seperti pertanyaan serius yang bisa memberi kamu wawasan terhadap kepribadian pasangan, atau motivasi dan aspirasi miliknya… Pokoknya semuanya.




    Cosmo berbincang dengan Gurpreet Singh dan Simone Bose, relationship counsellors dari Relate, yang menjelaskan bahwa ada sederet pertanyaan yang seharusnya kamu tanyakan pada si dia untuk benar-benar tahu apakah kalian cocok. “Anda harus memusatkan pertanyaan seputar ‘dinding’ yang memperkuat hubungan,” ujar Gurpreet. “Termasuk tentang komunikasi, negosiasi, memecahkan perbedaan, dan sifat independensi.” Simak, girls!


    “Apa saja hal yang kamu anggap penting?”

    Gurpreet menyarankan untuk bertanya ini pada pasangan, “Beritahu aku lima hal yang paling penting dalam hidupmu.” Jawaban mereka bisa beragam mulai dari karier, uang, sampai traveling atau membangun keluarga. “Coba lihat apa saja perbedaan miliknya dengan Anda,” ujar Gurpreet. “Anda sedang mencari kesamaan di sini.”



    Jika kamu tak menanyakan ini di awal-awal hubungan, maka saat hubungan berubah menjadi lebih matang, kamu baru mengetahui apa saja yang sebenarnya menyesakkan kamu. Tentu saja, bukan berarti kamu harus mencari sosok yang punya bayangan persis seperti kamu. Tapi, seperti kata Gurpreet, kamu “harus memiliki beberapa sistem nilai sama yang bisa menyatukan kalian berdua. Kalian bisa bertengkar tentang pilihan sofa, atau siapa yang tidak menutup kembali pasta gigi, tapi jika kalian bertengkar tentang memiliki anak, keuangan kalian, pilihan karier kalian, inilah pertanyaan yang sebenarnya penting, untuk tahu apakah kalian menuju ke tempat tujuan yang sama.”


    “Apa yang bisa kubantu agar membuat kamu merasa lebih baik?”

    Di level yang sederhana, menanyakan pada pasangan apa yang bisa kamu lakukan untuk membuat hari mereka lebih baik, adalah cara mudah untuk menunjukkan bahwa kamu peduli. “Hanya menunjukkan bahwa Anda mendengarkan pasangan dan kebutuhannya sudah merupakan hal yang penting,” ujar Simone Bose, counsellor di Relate. “Dan semoga, mereka akan bertanya balik dan menanyakan Anda hal yang sama.”


    “Hal apa saja yang layak dibayar dengan uang?”

    Keuangan adalah topik besar yang butuh didiskusikan, jelas Gurpreet. Tanyakan pasangan apa yang mereka pikir penting saat menggunakan uang, untuk memastikan bahwa kalian ada di pandangan yang sama. Semisal apakah uang penting untuk dibelikan jadi Ferrari, atau menyalurkannya untuk penggalangan dana, semua jawabannya akan membuat kamu mengerti tentang kepribadiannya.


    “Menurut kamu, akan seperti apa kehidupan ideal kita di lima sampai 10 tahun ke depan?”

    Kamu harus menanyakan pasangan apa proyeksinya terhadap masa depan. Bicarakan apakah kalian akan pergi traveling, menikah, memiliki anak, membeli rumah, pindah ke luar negeri, meningkatkan karier, dan sebagainya. “Kadang, saat idealisme-idealisme ini tidak sejalan, bisa menjadi penyebab masalah di masa depan,” ujarnya.


    “Apa yang paling kamu takutkan terjadi di masa depan?”

    Menanyakan pasangan apa yang mereka takutkan akan memberi kamu pemahaman lebih baik tentang mereka sebagai seorang individu, tapi hal ini juga bisa memberi kamu kesempatan untuk membantu mereka mengatasi ketakutan mereka. “Menanyakan tentang ketakutan pasangan berarti Anda bisa mengerti apa saja yang membuat mereka merasa aman dalam hidup, apa saja harapan mereka untuk masa depan, juga apakah mereka takut untuk memenuhinya,” ujar Simone.


    “Seberapa penting keluarga bagi kamu?”

    Nilai kekeluargaan, dan membicarakan itu dengan pasangan, amatlah penting untuk sebuah hubungan yang sehat, ujar Gurpreet. “Sebagai contoh, jika dalam hubungan ada yang lahir dari keluarga yang punya hubungan baik, sementara pasangannya tidak begitu. Pasangan tersebut mungkin tak akan mengerti bagaimana hubungan sebuah keluarga – yang bagi beberapa orang, nilai ini dianggap penting.”



    Jika keluarga merupakan sebuah prioritas bagi kamu tapi ternyata tidak bagi pasangan, akan menyebabkan hubungan jadi tricky. Kecuali kalian berdua menerima perbedaan masing-masing terhadap hubungan keluarga.


    “Apa kenangan terbaik dan terburuk dari masa kecil kamu?”

    Saat kamu mendiskusikan perihal keluarga dengan pasangan, tanyakan apa kenangan masa kecil yang paling ia favoritkan, dan yang paling tak ia favoritkan, ujar Simone. “Mengenal masa kecil pasangan Anda itu penting untuk memahami bagaimana mereka berperilaku sebagai orang dewasa, dan apa yang telah membentuk dirinya selama ini,” jelas Simone. “Anda bisa menanyakan bagaimana masa kecil mereka berdampak pada cara mereka merasa nyaman dalam sebuah hubungan, atau bagaimana mereka menghadapi rasa percaya dalam hubungan.”


    “Apa saja minat kamu?”

    Kamu harus bertanya pada diri sendiri, “Bisakah saya bersenang-senang dengannya?” jelas Gurpreet. Tanyakan pada mereka, “Apa yang biasanya kamu lakukan saat punya waktu luang?”



    Tentu jawabannya tak harus sama seperti milik kamu. Tapi hal ini akan memberi wawasan penting tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka, dan apa yang jadi gairah mereka. Coba ambil contoh Michelle dan Barack Obama. “[Mereka] dipersatukan oleh sistem nilai yang sama, dan punya beberapa minat yang sama, tapi keduanya punya pekerjaan masing-masing, dan saling mendukung satu sama lain. Mereka adalah pasangan panutan,” ujar Gurpreet. “Kate Middleton dan Pangeran William juga merupakan contoh pasangan yang baik. Seperti itu pula dengan Meghan Markle dan Pangeran Harry. Semua ini tentang berbagi apa yang menjadikan masing-masing seorang individu, bukan malah membuat perbedaan jadi pemisah kalian.”


    “Siapa saja teman-teman kamu?”

    Pertemanan itu sangat menentukan, dan dengan siapa ia kerap menghabiskan waktunya jadi suatu hal yang penting. Jelas Gurpreet. “Jika [pasangan kamu] menghabiskan waktu minum-minum di bar hampir tiap malam, mungkin ia bukan sedang mencari komitmen,” ujarnya. Cara terbaik untuk mencari tahu seperti apa pertemanan miliknya, adalah dengan bertanya, “Apa saja yang biasanya kamu perbincangkan dengan teman-teman? Apa saja kegiatan kalian? Apakah mereka adalah support system kamu?”


    via GIPHY




    “Semua orang pasti telah melalui sesuatu dalam hidupnya, dan memiliki support system adalah hal yang amat membantu. Jika mereka bisa berbicara terbuka tentang teman-teman mereka, maka artinya mereka tak takut untuk mengakui kerapuhan dan kelemahannya.”


    “Bagaimana cara kamu menyelesaikan masalah?”

    Sangatlah penting untuk tahu bagaimana seseorang bisa menyelesaikan masalah dan konflik dalam hubungan. Tanyakan pada mereka, “Jika kamu bertengkar dengan seseorang yang dekat dengan kamu, bagaimana kamu menghadapinya?”



    Beberapa orang mungkin akan jawab dengan cara mendiamkannya, ada juga yang akan menjawab, “Aku biasanya akan berbicara dengan mereka,” atau “Aku mencoba untuk memperbaikinya.” Gurpreet mengatakan, cara seseorang menghadapi masalah akan memberi kamu wawasan seberapa cocok kalian berdua.


    “Bagaimana cara kamu menenangkan diri setelah bertengkar?”

    “Hal ini akan memberitahu bagaimana mereka mengatasi amarah,” jelas Gurpreet. Mereka mungkin akan menjawab berdiam diri, atau mungkin sering keceplosan marah, atau mencoba mendiskusikannya. Tapi, ingat, “sebuah pertengkaran bisa jadi hal yang bagus,” tambahnya. Tak pernah bertengkar bisa jadi merupakan hubungan yang tak sehat, dan bisa jadi kamu tak pernah membicarakan hal penting antara berdua.


    “Apa satu hal yang tak termaafkan bagi kamu?”

    Menanyakan pasangan pertanyaan ini artinya mereka bisa berbagi tentang apa yang menurut mereka paling merusak hubungan, dan betapa pentingnya untuk menyematkan batasan. “Aksi yang paling tak bisa dimaafkan bukan hanya tentang perselingkuhan,” ujar Simone, “Tapi bisa jadi hal-hal yang bisa menyebabkan Anda merasa pasangan mengecilkan Anda, atau berbicara buruk tentang Anda, atau berteriak pada Anda.” Hal ini bisa membuka pembicaraan tentang apa yang bisa memicu pertengkaran kalian, atau batasan-batasan dalam hubungan.


    “Hubungan siapa yang paling kamu kagumi?”

    Simone menyarankan untuk bertanya pada si dia siapa pasangan yang ia kagumi, baik nanti jawabannya adalah temannya atau anggota keluarganya, atau orang lain yang ia tahu, “Ini akan memberi Anda gambaran seperti apa hubungan yang ingin ia miliki, dan apa saja yang ia anggap berharga dalam hubungan,” terang Simone. Ditambah, jika pasangan kamu tak terlalu merespons baik saat ditanya pertanyaan personal, ini adalah cara yang tepat untuk bisa mengenal mereka tanpa harus memusatkan pertanyaan tentang diri mereka.


    “Bagaimana cara kamu menghabiskan waktu saat sedang tidak bersamaku?”

    Independensi dalam hubungan juga sangat penting, lho. “Tak peduli apa yang mereka jawab, selama mereka bisa melakukan hal-hal secara individual, independen dari Anda, itu cukup. Anda bisa menggunakan jawaban mereka untuk lebih tahu mendalam tentang mereka. Cara mereka menghabiskan waktu seorang diri adalah sangat penting,” tambah Gurpreet.


    “Akankah kamu beritahu aku kalau aku bau?”

    Mungkin terdengar bodoh, tapi Gurpreet bilang yang satu ini akan memberi wawasan BANYAK tentang kepribadian dan nilai-nilainya. Ia menjelaskan, “Ini tentang orisinalitas dan kejujuran. Terkadang demi tak mempermalukan seseorang, Anda mungkin tak ingin berkata jujur dan mengatakan mereka fakta yang menyakitkan, tapi hal ini tak akan membantu mereka membaik.” Dalam hubungan yang sehat, kamu seharusnya bisa saling jujur tentang hal yang sulit.


    “Apakah kamu terbuka dengan couples counselling?”

    Bersedia atau tidaknya si dia untuk mengakses bantuan saat rapuh, baik saat sendirian atau saat menjalin hubungan, adalah penting untuk diketahui. “Jika mereka bersedia untuk mendapatkan bantuan, maka ini menunjukkan bahwa mereka tak takut jadi rapuh. Dan kerapuhan tersebutlah yang memberi Anda kesempatan untuk benar-benar terhubung dengan seseorang.”



    Gurpreet mengatakan jika kamu tak menyentuh topik tentang kerapuhan di stase awal sebuah hubungan, maka mereka hanya akan tampak menumpuk masalah di masa depan. “Jika Anda bisa mengeluarkan sisi-sisi sulitnya, Anda bisa membangun hubungan yang lebih kuat dari sana,” jelasnya.


    “Apa yang paling kamu suka dari aku?”

    Kamu pun harus merasa bisa dipahami oleh pasangan, ujar Gurpreet. “Menanyakan hal seperti, ‘Apa yang kamu suka dari aku?’ dan melihat bagaimana mereka benar-benar mengerti Anda adalah hal bagus. Itu bisa memberi Anda wawasan apa yang sebenarnya menarik Anda berdua terhadap satu sama lain.”



    Simone juga menyarankan, “Tampilan apa yang paling kamu sukai dari aku?” Ini bisa termasuk tampilan fisik, bisa juga sifat dan kepribadian, dan hal ini akan mendorong kamu untuk menghargai satu sama lain. Simone juga menyarankan untuk menanyakan, “Bagi kamu, kapan aku tampak paling menarik?” untuk mengingatkan kalian hal apa saja yang disukai dari masing-masing.


    “Apa satu pertanyaan yang kamu harap aku lebih sering tanyakan pada kamu?”

    Berikan keleluasaan padanya dan tanyakan apa hal yang ia harap lebih sering ditanyakan padanya, ujar Simone. “Ini bisa berarti tentang pertanyaan-pertanyaan emosional, atau bisa juga hal yang praktis, seperti meminta Anda untuk lebih sering giliran mencuci,” jelas Simone. Hal ini juga bisa membuka percakapan tentang masing-masing bahasa cinta kalian berdua, tambah Simone. “Tanyakan pasangan apa yang membuat mereka merasa dihargai, baik itu aksi bantuan, kata-kata memuji, atau mungkin hanya jika mereka ingin ruang untuk sendiri – tapi biarkan mereka mengutarakan yang mereka mau.”


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Davids Kokainis on Unsplash.com)