Fashion

Ini 5 Dampak Pandemi Corona pada Industri Fashion

  by: Hendry Leo       21/4/2020
  • Wabah virus Corona kini semakin meluas hampir mencakup seluruh negara di dunia. Berdasarkan data dari situs worldometers.info mencatat per tanggal 20 April 2020 ini terdapat 2.414.464 pasien yang positif terkena Corona di dunia dengan korban yang meninggal sebanyak 165.174. Hal ini pun tentu bukan lagi kasus yang bisa dianggap remeh, sehingga banyak upaya yang dilakukan pemerintah pada setiap negara di antaranya menghimbau seluruh masyarkatnya untuk tidak banyak beraktivitas di luar dan menjaga jarak antara satu sama lain atau social distancing.

    Kebijakan ini pun menghambat pertumbuhan ekonomi di dunia. Selain itu, beberapa sektor pun iku terkena dampaknya, salah satunya adalah industri mode. Berikut 5 dampak pandemi corona yang dirasakan industri fashion!

    1. Penutupan Gerai-gerai

    Hampir seluruh label fashion di dunia memutuskan untuk menutup gerai-gerai mereka. Hal ini tentu berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan para pekerja dan pelanggannya. Seperti perusahaan induk LVMH dan Kering Group yang menutup sebagian toko-tokonya di dunia. Kamu juga bisa simak lebih lanjut deretan label fashion yang menutup gerainya selama wabah virus Corona berlangsung secara lengkap di artikel ini.





    2. Ajang Pekan Busana Ternama Terpaksa Ditunda

    Yup, tak hanya itu, Acara pekan mode yang paling ditunggu-tunggu sebagai kiblat fashion pun terpaksa dibatalkan, seperti Cruise Fashion Show hingga New York Fashion Week. Beberapa label juga memutuskan untuk melakukan pergelaran busana secara live streaming agar para penikmat mode masih bisa menikmatinya.



    3. Acara-acara Besar Dibatalkan

    Selain pekan mode yang terpaksa dibatalkan, acara besar yang berkaitan dengan fashion pun terpaksa dibatalkan tahun ini. Seperti Met Gala, CFDA, dan Baselworld.





    4. Penurunan Penjualan

    Semenjak penutupan sejumlah gerai dari label fashion global, ini berpengaruh terhadap perusahaan pendapatan yang menurun secara drastis. Menurut laporan dari CNBC, Ralph Lauren mengalami penurunan penjualan hingga 70 juta Dollar Amerika. Sedangkan Capri Holdings, yang merupakan induk perusahaan dari brand Versace, Michael Kors, dan Jimmy Choo mengalami kerugian hingga 100 juta Dollar Amerika.



    5. Inovasi Terhadap Dunia Digital

    Untuk menghadapi pandemi ini, beberapa perusahan pada industri fashion pun melakukan inovasi terhadap dunia digital agar tetap memberikan interaksi bagi para pelanggannya. Salah satunya adalah dengan melakukan inovasi-inovasi pada dunia digital. Seperti melakukan fashion show secara online, hingga memberikan penawaran-penawaran menarik saat berbelanja online.




    (Teks: Hendry Leo/ Foto: instagram.com/ Sumber: fashionunited.com, time.com/ Opening web: @vm_store_design)