Beauty

Ini Ciri-ciri Beauty Hoarder! Apa Kamu Salah Satunya?

  by: Yovita Pratiwi       23/4/2020
  • Apakah kecintaanmu pada kosmetik mulai tak dapat dikontrol? Kali ini, Cosmo membahas beauty hoarding alias penimbunan produk kecantikan, dan akan berikan solusi untuk mengatasinya.


    Kamu tau skenario ini: bedak, palet eyeshadow, botol foundation, dan puluhan lipstik memenuhi seluruh permukaan meja riasmu, serta terjadi situasi ‘meluber’, di mana produk-produk yang masih tersegel hanya duduk manis di rak, menunggumu untuk membuka kemasannya. Terdengar familier? Harus kamu akui, tampaknya kamu adalah seorang beauty hoarder. 




    Waktu kamu sedang membeli produk-produk tersebut, mungkin yang ada di pikiran hanya ‘kosmetik untuk sehari-hari’, lalu tanpa sadar jadi menumpuk. Industri kosmetik yang cepat berubah juga tak membantu, selalu ada produk baru yang dirilis setiap minggu. Apakah kamu merasa nyaman dengan gunungan kosmetik yang tak ada habisnya, ataukah metode materialisme ala Marie Kondo untuk menjalani hidup yang lebih baik? Untuk mengetahuinya, kamu perlu paham mengapa beauty hoarding merupakan sebuah masalah. 


    What is Hoarding?


    Secara klinis, hoarding merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan untuk melepas atau berpisah dengan barang miliknya, terlepas dari nilai barang tersebut. Ini merupakan penyakit yang terhubung dengan pembelian kompulsif, contohnya tak mampu menolak diskon atau secara obsesif merasa memiliki kewajiban untuk membeli barang yang baru saja dirilis. 

    Salah satu ciri-cirinya adalah mengalami kecemasan ketika harus membuang barang, tak dapat memutuskan barang yang harus disimpan, kesulitan dalam mengkategorikan dan mengorganisir, juga pemikiran obsesif dan ketakutan akan kehabisan stok atau kemungkinan memerlukan barang yang telah dibuang di masa depan. 


    Beauty Hoarding


    Saat ini, sangat mudah untuk memperoleh produk kosmetik yang kita inginkan. Contohnya, para YouTuber yang mengunggah video tutorial serta review yang mampu mengedukasi siapa saja asal tersambung dengan Wifi. Tanpa sadar, kita menangkap pesan subliminal sehingga terus membeli produk kosmetik baru, entah karena keinginan untuk memiliki apa yang sedang naik daun saat ini, atau karena ulasan produk yang menjanjikan. 

    Supply dan demand juga ikut memengaruhi, karena pembelian dan penggunaan kosmetik yang terus meningkat membuat perusahaan-perusahaan kosmetik untuk terus berinovasi dan meluncurkan produk-produk baru, yang membuat para beauty hoarder untuk terus membeli produk baru sehingga menciptakan siklus yang salah. 




    Solution


    Tentunya gaya hidup beauty hoarding tak dapat kamu teruskan jika ingin hidup lebih efisien. Cosmo tahu, menyingkirkan segenap koleksi kosmetik secara bersamaan dapat membuat siapa pun stres. Yang dapat kamu lakukan ialah menetapkan goal, lalu mulai buang produk-produk yang tak kamu kenakan lagi secara perlahan. Kamu dapat mencoba menonton video decluttering di YouTube agar lebih paham dan termotivasi untuk mulai mengurangi koleksi yang tak terpakai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. 


    Setelahnya, tentu kamu tak langsung dapat melupakan kecintaanmu pada makeup dan akan tetap tergiur bila produk baru diluncurkan. Solusinya, kamu dapat membeli produk itu dalam ukuran yang lebih kecil, seperti travel size atau bahkan sekedar memperoleh sample untuk mencoba terlebih dahulu. Dari sabun mandi hingga perona pipi, ukuran produk kosmetik mulai meyusut, sehingga mencoba produk baru dan membawanya bepergian jadi jauh lebih mudah.


    Tak hanya itu, ukuran produk yang lebih kecil memungkinkan kita untuk menyelesaikan masa pemakaian produk sebelum tanggal kadaluarsa datang. Bahkan, jika kamu butuh touch-up di tengah hari, kini kamu tak perlu repot-repot membawa kosmetik kesayanganmu dengan kemasannya yang berat dan memenuhi ruang dalam tas itu. 


    Travel size dan sample telah menjadi sebuah tren yang mempermudah hidup banyak beauty enthusiast. Para wanita diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai jenis produk yang tadinya tak terpikir terpikir untuk dibeli, namun dengan harga yang lebih murah. Banyak kasus juga memperlihatkan para beauty enthusiast membeli produk yang sama dalam dua ukuran berbeda, satu untuk pemakaian di rumah, satu untuk dibawa bepergian. Produk kosmetik travel size dan sample berhasil memberikan solusi untuk dilema dalam dunia kecantikan. 


    (Yovita Pratiwi. Image: Dok. Jazmin Quaynor on Unsplash.)