Lifestyle

5 Tips Agar Kamu Tidak Menjadi Teman yang Posesif dan Toxic

  by: Kezia Calesta       25/4/2020
  • Being a protective friend and a possessive friend are two different things. Jika kamu seorang teman protektif yang tidak ingin sahabatmu terancam bahaya, tentu itu sebuah hal yang positif… namun bila kamu sering bertingkah sebagai teman posesif yang tidak suka saat sahabatmu dekat dengan orang-orang lain, now that’s a different story. Berikut 5 tips dari Cosmo agar kamu tidak menjadi teman yang posesif dan menjadi seorang sahabat yang lebih baik.




    1. Ingat: temanmu bukan milikmu.

    Tidak seperti benda-benda lain dalam rumahmu yang bisa kamu beli dengan uang, your friend cannot be “owned”. Wajar untuk memiliki perasaan ini saat kamu dekat dengan seseorang, namun kamu perlu ingat bahwa kalian berdua memiliki kebebasan tersendiri namun telah memutuskan untuk berteman. So, no one owns anyone.


    2. Luangkan waktu untuk mengenal teman satu sama lain.

    Jika kamu mudah cemburu, satu cara untuk mengurangi perasaan tersebut adalah dengan berkenalan dengan teman-temannya. Saat kamu sudah mengobrol dengan mereka dan mengenal sifatnya, kamu akan mengerti mengapa sahabatmu menyukai mereka. Ditambah lagi, siapa tahu kepribadian kalian juga cocok dan kamu juga akan berteman dengan mereka!


    3. Berikan kepercayaan kepada temanmu.

    Orang bisa menjadi posesif bila tidak ada rasa kepercayaan dalam hubungan tersebut. Jika kamu benar-benar percaya dengan sahabatmu, kamu tidak akan perlu bertingkah dengan posesif dan takut merasa kehilangan, kan? Terkadang, setiap orang memang butuh words of affirmation, maka daripada memenuhi otak dengan pikiran negatif, lebih baik luangkan waktu untuk mengobrol dengan temanmu dan mengecek dirimu sendiri.




    4. Jalankan berbagai aktivitas sendiri tanpanya.

    Kamu tidak harus melakukan segalanya berdua. Ada berbagai kegiatan yang seru dilakukan bersama sahabat, namun ada juga kegiatan yang bisa dinikmati sendiri. Live your own life, dan jangan selalu memaksanya untuk menemani kamu melakukan segala hal. Ingat, kamu adalah seorang individu yang tidak perlu ditemani orang lain terus.


    5. Jangan mencoba merubah mereka.

    Sometimes, people change… dan terkadang pertemanan juga dapat berubah – ada teman “musiman” yang datang dan pergi seiring waktu, dan ada persahabatan kuat yang bertahan selama puluhan tahun (consider yourself lucky if you have one). Bila temanmu lama-lama menjauh darimu, saatnya introspeksi diri: are you being a toxic friend, atau memang ia tipe orang yang mudah bosan dan suka berpindah social circle? Jika temanmu mengungkap bahwa alasannya adalah sifat kamu, ambil langkah-langkah untuk memperbaiki mindset dan sifat negatif tersebut…. Namun jika kamu tidak melakukan apa-apa, then let them go and move on.


    (Image: doc. @huuduong via Unsplash)