Lifestyle

9 Film Indonesia Tahun 2000-an yang Patut Ditonton di GoPlay

  by: Shamira Priyanka Natanagara       25/4/2020
  • Walaupun dari segi kualitas gambar, audio, dan special effects bisa dibilang lebih buruk daripada film-film zaman kini, ada sesuatu tentang film Indonesia dari era tahun 2000-an yang sungguh menarik. Mungkin gaya berpakaian para tokoh yang 2000s banget, atau soundtrack film yang menyentuh hati, atau mungkin alur cerita masing-masing film yang semakin jarang disajikan film-film tanah air belakangan ini, tapi Cosmo rasa deretan film Indonesia yang dirilis pada era tersebut sungguh... one of a kind.

    So kalau kamu ingin bernostalgia selagi #DiRumahAja, coba tonton pilihan film Indonesia tahun 2000-an yang tersedia di aplikasi GoPlay. Psst... untuk para pengguna baru, kamu bisa mengakses GoPlay secara gratis selama tujuh hari, dan untuk para pengguna setia, kamu bisa mendapatkan diskon 50% selama periode terbatas. Setelah mendaftarkan diri, coba cari film-film berikut ini, karena Cosmo yakin cocok untuk menemanimu yang sedang jenuh di rumah.




    Radit dan Jani (2008)


    Film drama romantis ini disutradarai oleh Upi Avianto, so Cosmo kira itu adalah alasan yang cukup kuat untuk menonton film ini. Dibintangi oleh Vino G. Bastian sebagai Radit, serta Fahrani sebagai Jani, film ini bercerita tentang Radit dan Jani yang berusaha untuk memperjuangkan cinta mereka, meski tidak direstui orang tua dan harus menghadapi beragam rintangan. 


    Keramat (2009)


    Kalau kamu penggemar genre horor, film yang satu ini wajib ditonton. Keramat telah dipuji karena meskipun dibuat tanpa skrip, akting para pemeran patut diacungkan jempol, dan alur ceritanya pun jelas dan tampak natural. Perlu bukti? Coba saksikan trailer-nya dan siap-siap untuk merinding.


    Heart (2006)


    Ingin menyaksikan kembali kisah cinta segitiga Farel (Irwansyah), Luna (Acha Septriasa), dan Rachel (Nirina Zubir) yang sukses membuat kita ikut galau bertahun-tahun yang lalu? Nah, melalui GoPlay, sekarang kamu bisa menangisi hubungan mereka kembali… dan mengingat kembali soundtrack Heart yang penuh nostalgia.


    Get Married (2007)


    Sudah berapa kali kamu menonton film komedi romantis ini, girls? Well, sekarang kamu bisa melihat kembali aksi kocak Mae (Nirina Zubir) dan gengnya. Apalagi jika kamu sedang atau pernah berada di situasi yang sama dengan tokoh Mae (yaitu didesak untuk menikah), film ini bisa terasa relatable.


    Get Married 2 (2009)


    Setelah menonton Get Married, kamu pun bisa langsung menonton sekuelnya: Get Married 2. Jika film yang pertama bercerita tentang Mae yang didesak untuk menikah, kali ini ia didesak untuk segera memiliki anak. Anyone can relate?




    Virgin (2004)


    Tidak banyak film Indonesia membahas kehidupan seksual remaja, terutama soal keperawanan, so Cosmo rasa film ini cukup refreshing karena berani untuk menjelajahi topik yang kerap dianggap tabu masyarakat tanah air. Bonus: kamu bisa melihat gaya fesyen awal tahun 2000-an yang kini terlihat, err, cukup tragis.


    Coklat Stroberi (2007)


    Ada satu alasan utama untuk menyaksikan film ini: kamu tak akan bisa menemukan film Indonesia dengan alur cerita seperti ini sekarang. Film ini berkisah tentang Key (Nadia Saphira) dan Citra (Marsha Timothy) yang kesulitan untuk membayar rumah kontrakan, sehingga mereka mengundang dua orang, Nesta (Nino Fernandez) dan Aldi (Marrio Merdhitia), untuk tinggal bersama mereka, demi meringankan biaya kontrakan. Lama-kelamaan, Key mulai tertarik pada Nesta, sedangkan Citra menyukai Aldi, tapi perilaku kedua laki-laki tersebut agak mencurigakan. Hmm… 


    Lantai 13 (2007)


    Kalau merasa film horor Indonesia kurang menyeramkan, well, mungkin kamu belum menonton film yang satu ini. Lantai 13 bercerita tentang Luna (Widi Mulia) yang dihantui pengalaman menyeramkan ketika ia melamar kerja di sebuah gedung kantor. Ia diminta untuk mengunjungi lantai ke-13 gedung tersebut, yang ternyata tidak ada. Yes, film ini sungguh menegangkan, so get ready.


    Me VS High Heels (2005)


    Yes, film ini memang terlihat agak konyol, tapi penampilan para pemeran cukup menghibur⁠—bisa disebut sebuah guilty pleasure! Dalam film ini, Ayushita (ingat mantan personel BBB ini?) berperan sebagai Sasha, seorang perempuan tomboy yang tidak ingin berpenampilan feminin karena sebuah trauma. Namun prinsip Sasha ditantang ketika ia jatuh cinta pada Roland (Dwi Andhika) yang menyukai perempuan feminin.


    (Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Dok. StarVision)