Better You

Bau Mulut? Ini Tips Agar Nafas Tetap Segar Selama Berpuasa

  by: Yovita Pratiwi       27/4/2020
  • Selama berpuasa, biasanya rongga mulut menjadi kering karena tidak mengonsumsi air sehingga nafas jadi berbau kurang sedap. Rasanya kepercayaan diri jadi menurun sehingga tidak nyaman ketika ingin berkomunikasi dengan rekan kerja, teman-teman, maupun keluarga. Tenang, ladies. Cosmo akan berikan tips agar nafas tetap segar selama puasa. Yuk, simak!


    1. Jaga Kesehatan Gigi dan Lidah




    Tentunya kamu sudah paham betapa pentingnya menjaga kebersihan gigi dan lidah. Pastikan kamu menyikat gigi sehingga ke bagian sela-sela sehingga tidak ada kotoran yang tersisa dan menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Jangan lupa untuk bersihkan bagian lidah juga, karena sisa makanan yang menempel dapat menimbulkan bau tidak sedap. Kamu dapat membersihkan lidah dengan alat khusus pembersih lidah. 


    2. Menggunakan Obat Kumur


    Untuk memastikan bakteri bau mulut dibasmi secara menyeluruh, kamu dapat melanjutkan dengan berkumur dengan obat kumur yang sekaligus buat nafas jadi lebih segar. Hindari obat kumur yang mengandung alkohol karena malah membuat mulut jadi kering.


    3. Berkumur dengan Air Garam


    Sebagai alternatif, kamu juga dapat berkumur dengan air garam. Caranya, larutkan satu sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat dan kumur selama 30 detik. Air garam memiliki komponen yang dapat menmbasmi bakteri penyebab bau mulut.




    4. Minum Teh Hijau


    Saat sahur ataupun saat berbuka, kamu dapat mengonsumsi teh hijau tanpa gula karena mengandung zat polyphenol yang mampu bantu bersihkan saluran pernapasan dan bakteri di mulut. 


    5. Hindari Makanan dengan Bau Tak Sedap


    Lebih baik hindari makanan dengan bau tak sedap saat sahur. Hindari makanan-makanan dengan bau menyengat seperti jengkol, petai, bawang, atau durian yang buat nafas semakin tak sedap. Selain itu, sebisa mungkin jangan makan makanan yang terlalu pedas karena dapat menyebabkan radang tenggorokan yang berujung pada bau mulut.


    (Yovita Pratiwi. Image: Dok. João Paulo de Souza Oliveira on Unsplash)