Beauty

Alasan Rambut Semakin Rontok Saat Self-Quarantine, Kata Ahli

  by: Shamira Priyanka Natanagara       29/4/2020
  • Coba bayangkan: kamu sudah super stres karena situasi di dunia ini yang mirip dengan adegan-adegan dalam film sci-fi Hollywood. Kamu baru selesai menonton video HIIT... atau yoga, atau pilates, atau at-home workout lainnya di YouTube (dan tentu saja menyerah untuk mengikutinya), dan menyadari: sudah cukup lama sejak saya mencuci rambut. Kapan terakhir kali saya mencuci rambut?

    Itulah salah satu sisi terang dari self-quarantine, bukan? Sekarang kamu menuju ke kamar mandi dan membersihkan rambut yang belum dicuci sejak, err, tujuh hari yang lalu, mungkin? Tidak apa-apa, we don't judge! Namun ketika membilas conditioner, kamu mulai panik karena melihat ada lebih banyak helai rambut rontok dari biasanya. Level stres pun meningkat sebesar, hmm... seribu persen.

    Peringatan: rambut rontok disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk stres, perubahan diet, fluktuasi hormon, dan kondisi kesehatan mendasar. Meskipun begitu, penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika merasa ada sesuatu yang tidak beres.



    Nah, tapi ada alasan yang lebih meyakinkan di balik kerontokan rambutmu selama self-quarantine. Mau tahu apa saja? Simak!


    Kerontokan rambut kumulatif

    Pada dasarnya, jika kamu lebih jarang mencuci rambut dari biasanya, dan melewatkan rutinitas styling atau menyisir rambut, kemungkinan kamu akan memiliki lebih banyak rambut yang terkumpul untuk rontok ketika keramas.

    "Jika kamu mengurangi frekuensi keramas dalam seminggu, ketika kamu keramas, kamu akan melihat lebih banyak rambut rontok," kata Jane Mayhead, Trichologist (spesialis dalam ilmu struktur, fungsi, dan penyakit rambut) dari The Private Clinic of Harley Street.

    "Alasan sederhananya adalah rambut rontok setiap hari tapi dalam jumlah yang beragam. Rambut rontok bisa terjebak bersama dan ketika kamu keramas rambut [yang terkumpul] dibebaskan, terutama dengan conditioner yang membuat rambut licin dan terurai."

    "Menyisir rambut akan mencabut lebih banyak rambut. Yang penting adalah untuk tidak panik. Ketika saya melakukan uji koleksi rambut untuk analisa, akan selalu membutuhkan lima hari untuk tidak keramas agar membuat rambut rontok."


    Berapa banyak rambut yang seharusnya rontok per keramas?

    "Normal untuk kehilangan hingga 100 helai rambut dalam sehari—jadi kalau kamu keramas setiap hari kamu bisa melihat sekitar 80 helai rontok (dan sisanya rontok selama sehari). Jika kamu keramas setiap tiga hari, kamu mungkin akan melihat rambut rontok yang telah terkumpul selama tiga hari—mungkin sekitar 250 sampai 280 helai rambut—tergantung seberapa sering kamu menyisir atau styling rambut tanpa keramas," kata Anabel Kingsley, Trichologist di Philip Kingsley.


    Apakah demam dapat memicu kerontokan?

    Jika belum lama ini kamu mengalami suhu tubuh tinggi, kemungkinan ini adalah faktor penyebab rambut rontok yang lebih banyak dari biasanya.

    "Demam tinggi (lebih dari 39 derajat Celcius) hampir selalu membuat rambut rontok berlebihan enam hingga 12 minggu kemudian. Namun jangan khawatir—kerontokan rambut akan berhenti dengan sendirinya dan rambut akan tumbuh seperti sebelumya."




    Apakah saya harus melewatkan keramas saat self-quarantine?

    Meskipun tekanan untuk rajin keramas berkurang selama masa self-quarantine ini, ada baiknya untuk memiliki jadwal keramas yang konsisten mengingat siklus alami kulit kepala. 

    "Pedoman praktis: rawat kulit kepalamu dengan perawatan yang mirip dengan kulit pada wajah. Kulit kepalamu, lagi pula, adalah lanjutan dari kulit pada dahimu," kata Anabel.

    "Terlalu jarang keramas bisa menimbulkan masalah kulit kepala, yang bisa menjadi masalah rambut. Kulit kepalamu adalah support sytem rambutmu, so penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya."

    Kamu lebih mengenal tubuhmu dari siapa pun. Jika ada yang merasa ada yang tak beres dengan tubuhmu, selalu konsultasi dengan ahli kesehatan.


    Bagaimana cara menjaga kondisi rambut?

    Sarung bantal sutra dan turban sutra bisa membantu—keduanya akan menjaga rambutmu dari gesekan yang tidak perlu saat tidur.

    Kamu bisa mengonsumsi suplemen dengan nutrisi yang memperkaya rambut, seperti zat besi, vitamin C, vitamin B12, vitamin D3, tembaga, zinc, selenium, dan asam amino yang esensial, yaitu L-Lysine dan L-Methionine.

    Dan yang terakhir, ada baiknya untuk memilih produk haircare yang mampu menjaga kondisi rambutmu jika sedang rapuh. Mau tahu caranya? Baca cara mendapatkan rambut berkilau dan halus di sini.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Hailey Reed on Unsplash)