Beauty

Mendekati Usia 30? Waspadai 4 Tanda-Tanda Awal Penuaan Ini!

  by: Astriana Gemiati       6/4/2021
  • Ya, saat kamu mendekati usia 30-an dan 40an, pastinya kamu akan melihat perubahan pada penampilan kulit —bintik-bintik hitam dan kusam akan menjadi hal yang sangat umum pada kecantikan dan bangun dengan jerawat di pagi hari tidak lagi menjadi penyebab kekhawatiran. Dan, sementara perubahan biologis dan hormonal ini tidak dapat dihindari, jadi tidak ada salahnya kamu untuk mengetahui alasan sebenarnya di balik tanda-tanda penuaan dini ini. Cosmo akan menjelaskan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’ penuaan kulit, serta indikator penuaan dini yang harus kamu waspadai.


    Kulit kusam dan kering

    Seiring waktu, kulit mulai kehilangan hyaluronic acid, pergantian sel melambat dan produksi sebum berkurang, yang mengakibatkan peningkatan kekeringan. Karena perubahan alami ini, sensitivitas dan terpaan sinar matahari meningkat. Semua ini dikombinasikan dengan berbagai faktor gaya hidup termasuk merokok dan pola makan yang buruk dapat menyebabkan kulit kamu terlihat kusam dan pucat. Ditambah lagi, di usia 30an produksi kolagen kulit mulai melambat: yang artinya, protein akan memberikan bentuk dan mempertahankan kekenyalan pada kulit. Kulit kamu akan mulai terlihat kurang kencang dan tanda-tanda kehilangan volume —kebanyakan terlihat di bagian tengah wajah dan pipi— menjadi lebih menonjol.




    Garis Halus dan Kerutan

    via GIPHY


    Tanda-tanda penuaan kulit yang paling mencolok adalah garis-garis halus dan kerutan, ditambah dengan kulit yang tidak bercahaya serta tampak kusam. Fine lines serta wrinkles mungkin mulai muncul sejak pertengahan usia 20an, dan terus akan semakin banyak dalam seiring waktu. Saat kulit kehilangan kelembapan, elastin dan kolagen, kerutan akan mulai muncul di daerah dahi dan sekitar mata. Merokok dan paparan sinar matahari yang berlebihan dapat mempercepat pembentukan kerutan.


    Jerawat Dewasa

    Salah satu masalah kulit paling umum dan mendesak yang cenderung dihadapi perempuan di usia 20-30an adalah jerawat. Jerawat dapat bertahan hingga masa remaja atau dapat bermanifestasi untuk pertama kalinya selama masa dewasa, karena kondisi seperti Polycystic Ovary Disease (PCOD). Hubungan jerawat yang telah diteliti dengan baik dengan etilogi hormonal biasanya membawa serta beberapa tanda klinis lain termasuk hirsutisme, seborrhoea, alopecia, gangguan menstruasi, disfungsi ovulasi, dan infertilitas. Jerawat hormonal biasanya muncul di bagian bawah wajah di sepanjang garis rahang dan daerah dagu, serta erupsi cenderung bertepatan dengan awal menstruasi.


    Jerawat mungkin memiliki gejala ringan seperti komedo (blackheads, whiteheads) atau papula inflamasi yang menyakitkan, lesi berisi nanah dan bahkan kista. Selain ketidakseimbangan hormon, konsumsi makanan tinggi glisemik dan produk olahan susu meningkatkan kadar insulin dan IGF1 yang pada gilirannya dapat menyebabkan jerawat juga. 




    Bintik Hitam dan Pigmentasi

    Seiring bertambahnya usia, masalah perawatan kulit serius lainnya yang sering kamu hadapi adalah pigmentasi, seringkali mengakibatkan warna kulit yang tidak merata. Hiperpigmentasi adalah pembentukan bercak hitam pada kulit, karena produksi melanin yang berlebihan. Paparan sinar UV yang berbahaya, kerusakan pasca peradangan dan penyebab stres lingkungan lainnya bertanggung jawab untuk memicu sel memproduksi lebih banyak melanin yang dapat melindungi kulit kamu. Di sisi lain, hiper-pigmentasi pasca inflamasi adalah suatu kondisi di mana peradangan pada kulit terjadi dalam bentuk jerawat atau eksim, dan setelah peradangan ini mereda akan sembuh dengan hiper-pigmentasi. 


    Gangguan kekebalan otomatis dan ketidakseimbangan hormon yang umum juga bertanggung jawab atas pigmentasi. Melasma / chloasma adalah bercak cokelat pada kulit yang diakibatkan oleh perubahan hormonal selama kehamilan. Lebih sering daripada tidak, pil KB juga dapat menyebabkan pigmentasi wajah. Hiper-pigmentasi periorbital atau lingkaran hitam adalah kondisi menyedihkan lainnya bagi perempuan dengan anemia dan kebiasaan tidur yang buruk.







     (Artikel ini disadur dari www.cosmopolitan.in / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Astriana Gemiati / Nara sumber: Dr Simal Soin, ahli dermatologi estetika dan kosmetik, Aayna Cllinic, India / Image: freepik.com, GIPHY.com )