Celebrity

Caitlin North-Lewis: Wajah Baru Dunia Film Indonesia

  by: Givania Diwiya Citta       22/4/2021
  • Perkenalkan, inilah Caitlin North-Lewis, nama serta wajah baru dalam dunia akting yang memberi napas segar pada industri film tanah air. Kamu pasti akan mengenalinya dari film mendatang Paranoia yang melibatkan bintang-bintang besar, dan mungkin akan sulit melupakannya setelah mengenal sosoknya lebih dekat. ‘Cause Cosmo can’t simply forget this soon-to-be-rocketed persona!


    Hai Caitlin! Apa kabar?

    Baik dan sehat! 




    Apa yang bikin kamu sibuk akhir-akhir ini?

    Tahun 2020 lalu saya sempat shooting untuk film Paranoia, bersama Mira Lesmana, Nirina Zubir, Lukman Sardi, dan Nicholas Saputra. Itu seru sekali! Setelah kembali ke Bali, saya mulai mempersiapkan diri untuk kuliah di Belanda. Namun sembari menunggu, saya pun masih sibuk dengan modelling di Bali. 



    Omong-omong, jurusan kuliah apa yang kamu tuju?

    Saya melamar ke jurusan fashion business and management, dan jika diterima, maka pertengahan tahun ini saya bisa memulai kuliah!


    Sejak kapan mulai modelling? Dan apa yang paling kamu sukai dari profesi ini?

    Saya memulainya sejak usia 14 tahun. Saya pun membuat portfolio modelling di Instagram, hingga lewat platform itu, saya ditemukan dan bisa terjun ke dunia akting. Yang saya sukai dari pekerjaan ini adalah bisa bertemu bermacam orang-orang kreatif yang berbeda, dan saya senang bekerja yang bukan tipikal 9-to-5. Belum lagi kalau sudah berada di lokasi yang indah! 


    Apa tantangan terbesar dari menjadi seorang model?

    People always look at you, or are constantly judging you. Tapi saya hanya harus percaya diri, dan yakin dengan diri saya sendiri, karena jika tidak, saya pasti akan sangat insecure serta terus-menerus membandingkan diri dengan model-model lainnya. Itu menantang, tapi saya membiasakan diri untuk mengingat bahwa semua orang itu berbeda dengan caranya masing-masing. Dan bahwa saat ada yang memilih saya untuk suatu proyek, itu pasti ada alasannya.



    Dress, Kate Spade. Aksesori, milik stylist.


    Ketika kamu menyebutkan mengenai insecure… bagaimana cara kamu menghadapinya?

    Keluarga dan teman-teman selalu mendukung saya. Ada lumayan banyak teman perempuan saya yang berdarah campuran di Bali dan mengikuti modelling. Mereka bahkan lebih senior dibandingkan saya. Jadi, mereka banyak menasihati saya caranya menghadapi rasa insecure, dan mereka selalu bilang pada saya bahwa saya pun pasti bisa jadi lebih percaya diri dari fase ini. Itu sangat membantu.  


    Ingatkah job modelling pertama kamu?

    Modelling bersama kakak saya. Awalnya saya hanya mengikutinya ke lokasi untuk melihatnya bekerja, namun kru di sana mengajak saya untuk bergabung, akhirnya saya pun ikut jadi modelnya! Itu adalah pemotretan untuk sebuah brand crochet di Bali.


    Bagaimana dengan pekerjaan modelling yang paling berkesan?

    Wah, saya pernah diminta terbang ke Mentawai untuk film turisme komersil mereka. Itu terjadi sebelum shooting Paranoia. Jadi ketika shooting filmnya dimulai, saya pun “dimarahi” oleh kru karena saya gosong akibat terlalu menikmati alamnya! Hehe.


    Apa saja yang kamu pelajari dari modelling?

    Berpose modelling untuk fashion dan film memang berbeda, jadi untuk menguasainya dan mengetahui semua bentuk wajah saya, akhirnya saya belajar untuk melakukan riasan secara mandiri, hingga makeup artist bisa tahu keunggulan wajah saya. Mungkin dari modelling pula, saya jadi jatuh cinta pada dunia kecantikan. Semoga suatu hari nanti saya bisa menciptakan lini kecantikan saya sendiri, ya! Siapa yang tahu?


    Tentu! Apa produk kecantikan yang akan kamu buat suatu hari nanti?

    Skincare! Saya sangat tergila-gila dengan skincare, apalagi sunblock yang dikenakan sehari-hari.


    Bisakah kamu bagikan satu tips rahasia kecantikan kamu?

    Kenakan sunblock setiap hari!



    Dress, Kate Spade. Aksesori, milik stylist.


    Apa yang membuat kamu ingin terus berkarier menjadi model?

    The people and the freedom it gives me. Tapi untuk sekarang, saya lebih ingin melanjutkan berkarier di akting.


    Oke, mari bicara tentang film. Bagaimana caranya kamu bisa menerjuni akting?

    Kakak kelas saya, Arya Vasco, terlibat dalam suatu film, ia bermain peran dalam film pertama saya, yaitu My Generation. Ia meminta saya untuk ikut casting bersamanya, dan akhirnya kami berdua justru berhasil mendapat peran dalam film! Semua itu dimulai saat saya berusia 13 tahun.


    Kamu telah membintangi tiga film: My Generation, Hit And Run, dan Paranoia. Adakah pengalaman shooting yang paling seru selama ini?

    Itu adalah saat shooting Hit And Run, karena seluruh pemeran bisa bersantai di Pulau H (Kepulauan Seribu). Peran saya adalah menjadi pemeran pembantu, jadi saya berkesempatan untuk menjelajah pulau itu sendirian. Saya menjajal jet ski, yacht, dan semuanya sangat menyenangkan!


    Apakah kamu sudah lama menyukai dunia film?

    Suka sekali! Tapi saya tak tahu apakah saya benar-benar bisa tinggal di dunia film ini secara permanen. Karena saya suka sekali hidup di Bali… dan ingin kuliah dahulu. Tapi semoga di antara kesibukan kuliah nanti, saya tetap bisa bermain film saat liburan. 


    Adakah satu film yang pernah kamu tonton, dan membekas bagi kamu?

    27 Steps of May yang dibintangi Raihaanun. Saya sangat menyukainya karena dialognya tak banyak, namun kesannya banyak. Ceritanya sangatlah kuat. Oh man, saya sangat ingin bisa bekerja sama dengannya suatu hari nanti. Selain itu, saya sangat suka Parasite. Wow, film itu sangat mindblowing. Saya tak menyangka plotnya akan seperti itu.


    Role model kamu dalam dunia film?

    Saya sangat suka Lily Collins, Emilia Clarke, dan dari Indonesia sendiri, saya mengagumi Maudy Ayunda. 



    Dress, Kate Spade. Aksesori, milik stylist.


    Adakah yang bisa Cosmo tahu tentang film Paranoia?

    Ah, maaf, tapi saya hanya bisa bilang bahwa ini bukan film tentang romansa!


    Cosmo semakin tak sabar! Apa tantangan dalam membintangi film yang bukan tentang romansa ini?

    Sejujurnya, ini adalah peran utama pertama saya dalam film. Jadi, saya harus selalu ada di lokasi shooting setiap hari. Terasa agak mengintimidasi karena saya bekerja dengan semua orang yang sangat profesional, apalagi saya yang paling muda di situ. Namun saya bekerja sama dengan sutradara dan produser yang sangat hebat, saya bisa merasa nyaman dan merasa disambut. 


    Apa pelajaran yang bisa kamu dapat dari sosok-sosok besar tersebut?

    Bernapas dan rileks sajalah saat panik, dan bahwa tak apa jika sedikit mengacau, karena semua orang juga bisa mengacau meskipun mereka lebih profesional.


    Jika bisa menekuni dunia film, karakter atau peran seperti apa yang ingin kamu mainkan?

    Film action, atau drama romansa. Dan kalau bisa memilih satu peran antara antagonis atau protagonis… saya pilih antagonis. Karena saya ini pemalu.




    Pernahkah kamu mengalami momen terberat dalam berkarier?

    Saya ingat bahwa saya pernah ingin sekali mendapat peran dalam satu film, tapi saya gagal. Itu berat sekali, apalagi karena kemampuan saya berbahasa Indonesia dinilai kurang. Tapi saya kemudian mendapat job lain! Persis satu bulan setelahnya, yaitu Paranoia. So it’s fine, mungkin film itu bukan ditakdirkan untuk saya. 


    Mari bicarakan hal lain! Seperti apa hari tipikal kamu di Bali?

    Saya bangun pagi, berlatih yoga, lalu berselancar, atau biasanya menjalani pemotretan, setelah itu saya boxing, kemudian bersantai di pantai bersama teman-teman. That’s my day.



    Atasan, Coach.

    Jika Cosmo ke Bali, apa yang akan kamu rekomendasikan untuk kunjungi?

    Cliff jumping di Aling-Aling! Saya pernah ke sana, dan saya melompat lebih dari 50 meter ke bawah. It was really fun! Lalu coba juga kunjungi Pantai Bingin dan Dreamland, keduanya selalu punya spot matahari terbenam paling indah.


    Bagaimana cara kamu menikmati waktu luang?

    Saya selalu mencoba mengeksplorasi Bali sebanyak yang saya bisa, apalagi secara road trip. Beberapa bulan lalu saya berkemah di Sidemen dan Bedugul. Saya akan terus eksplor dan traveling, itulah passion lain saya.


    Dari semua destinasi yang pernah dikunjungi, adakah yang paling membuat kamu sulit melupakannya?

    Pulau Moyo. Katanya, Putri Diana pernah ke sana di era ’90an! Sangat indah tapi juga sangat sulit untuk tiba ke sana, oleh karenanya alamnya masih sangat bersih. Tapi saya juga menyukai Italia, makanan-makanan di sana enak sekali… Saya tak akan melewatkan makan carbonara dan lemon sorbet jika ke sana lagi!


    Adakah supermodel yang jadi favorit kamu?

    Candice Swanepoel dari Afrika Selatan, dan tentu saja Kendal Jenner. Siapa yang tak suka dengan dirinya?! 


    Kalau beauty icon favorit kamu?

    Putri Diana. Saya tumbuh besar dengan ibu dan ayah saya yang terobsesi dengan gaya stylish miliknya.


    Apa yang paling kamu sukai dari perempuan-perempuan hebat tadi?

    Mereka sangat natural. Riasan serta gaya busana mereka selalu natural dan fit terhadap berbagai bentuk tubuh. Mereka tak pernah melebih-lebihkan jenis kulit mereka, itulah yang saya suka.  



    Dress, Kate Spade. Aksesori, milik stylist.


    Bagaimana cara kamu memaknai kecantikan?

    Cantik adalah ketika kita percaya dengan diri sendiri, dan berlaku baik dari hati. Itulah yang memancarkan kecantikan seseorang. 


    Bagaimana cara kamu mendefinisikan kekuatan seorang perempuan?

    To be able to stand up for herself, di setiap apapun pilihan hidup yang diambil karena akan selalu ada tantangan di dalamnya. Namun apapun yang melanda, semoga kamu selalu memiliki kekuatan untuk menghadapinya. Kuatlah dan percaya dirilah. Kamu hanya harus melaluinya. Kita sebagai perempuan harus kuat dan independen.


    Adakah aksi self-love yang kamu terapkan pada diri sendiri?

    Saya sangat percaya bahwa membaca buku, bermeditasi, dan yoga, mampu menenangkan diri saya. Karena pandemi ini bisa sangat memengaruhi kesehatan mental kita, jadi saya yakin bahwa slowing down adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Saya banyak melihat orang-orang di Jakarta yang beli tanaman, mendekor ulang rumah, dan menciptakan DIY kalung mutiara, itu bagus! Melaju pelan itu terkadang penting. 


    Apa buku terakhir yang kamu baca?

    The Monk Who Sold His Ferrari dari Robin Sharma. 


    Film terakhir apa yang kamu tonton?

    Saya baru mulai maraton nonton anime dari Studio Ghibli! Terakhir yang saya tonton adalah Howl’s Moving Castle. Malam ini saya akan nonton Castle in the Sky.


    Apa yang kamu binge watch terakhir kali?

    Terakhir saya menamatkan The Queen’s Gambit. Itu adalah serial yang para pemeran di Paranoia tonton setelah libur dari shooting. Kami menontonnya dan menghabiskannya hanya dalam dua hari saja! 



    Dress, Kate Spade. Aksesori, milik stylist.


    Apa yang kamu syukuri dari menjadi seorang perempuan di era modern ini?

    Freedom! Dulu perempuan bahkan tak diizinkan untuk menyetir, ataupun menempuh pendidikan tinggi, tapi kini, kita bisa melakukan dan mempelajari apapun yang kita inginkan. Saya sangat bersyukur untuk semua kesempatan itu. 


    Apakah kamu punya pesan yang ingin disampaikan pada para perempuan di luar sana?

    Jangan percaya pada semua yang kamu lihat di media sosial. Itu hanyalah sorotan dari sebagian hidup seseorang. Bersyukurlah pada hidup kamu, karena kita memiliki jalur hidup kita masing-masing.


    AKREDITASI FOTO:

    Photographer: Panji Indra

    Stylist/Sr. Beauty Editor: Astriana Gemiati 

    Makeup Artist: Yosefina Yustiani

    Hair Stylist: Rury Padwa

    Retoucher: Taufiq Rhamadan


    (Givania Diwiya / FT / Layout: Severinus Dewantara)