Beauty

Begini Urutan Yang Benar Menerapkan Produk Skincare!

  by: Astriana Gemiati       23/4/2021
  • Oke, Cosmo akan jujur: Mencari tahu urutan yang benar dari rutinitas skincare kamu bisa sangat membingungkan. Sebenarnya, tidak, skincare itu sendiri yang sangat membingungkan. Tanyakan pada belasan orang apa yang harus kamu tampilkan, dan kamu akan mendapatkan selusin jawaban yang sangat berbeda —sebagian besar diantaranya benar-benar salah. Seperti, apakah saya benar-benar membutuhkan 10 produk? Juga, apa yang lebih dulu, serum atau toner? Atau, face oil? Apakah itu digunakan sebelum dan sesudah pelembap? Oh, dan Retinol. Apakah saya perlu retinol?!


    Dengar, Cosmo mengerti! Ini tidak seperti kita dilahirkan dengan pengetahuan bawaan tentang cara menggunakan produk skincare, dan itu menyebalkan. Karena apa yang kamu gunakan (dan bagaimana kamu menggunakannya) benar-benar penting dan melapisinya secara tidak benar —atau memilih formula yang salah untuk jenis kulit kamu— dapat membuatnya sama sekali tidak efektif atau hanya membuat wajah kamu teriritasi parah. Tidak ideal.




    Tapi jangan panik —Cosmo menghabiskan hidup dengan melafalkan langkah-langkah produk skincare seperti perintah, dan sekarang Cosmo akan memberikan kebijaksanaan kepada kamu. Di bawah ini, Cosmo uraikan urutan yang benar untuk menerapkan perawatan kulit kamu, langkah-langkah yang pasti dapat kamu lewati.



    Let’s begin…



    Tapi pertama-tama, dengarkan!

    Kamu tidak membutuhkan rutinitas skincare dengan delapan langkah. Sebagian besar wajah bekerja jauh lebih baik dengan produk yang lebih sedikit. Jika kamu baru memulai, lakukan dengan sederhana: Cleanser, moisturizer, dan sunscreen. That’s it! Cukup tiga produk. Serius! Punya kulit kering? Mungkin kamu bisa memasukkan face oil atau hydrating serum. Berurusan dengan jerawat? Tambahkan retinoid atau acne toner, dan lakukan dengan gerakan perlahan!


    Langkah 1: Cleanser


    Pastikan kamu menghapus riasan dan cuci muka sebelum mengoleskan produk selanjutnya. “Agar bahan dapat terserap dengan baik, kamu membutuhkan kulit bersih yang benar-benar bebas dari minyak dan kotoran,” kata dokter kulit Mona Gohara, MD, profesor klinis di Yale School of Medicine.

    Yang berarti jika kamu ingin melakukan sesuatu dengan benar, lewati penggunaan makeup wipes (mereka meninggalkan lapisan residu lengket yang dapat merusak kulit kamu) dan memilih cleansing oil, yang melarutkan semua riasan tanpa mengupas kulit kamu. Kemudian lanjutkan dengan pembersih yang lembut (terutama jika kamu memiliki kulit berjerawat). Dan, jangan mengeluh tentang ini sebagai proses dua langkah —ini adalah satu-satunya langkah yang diperlukan dalam keseluruhan rutinitas ini.


    » Tidak yakin di bagian mana sheet mask digunakan? Di sini. Gunakan sheet mask pada kulit yang bersih, lalu tepuk-tepuk sisa serum yang tertinggal, atau bilas kulit kamu dengan air sebelum beralih ke penggunaan toner, serum, atau pelembap.


    Langkah 2: Toner

    Dulu, toner adalah cairan berbasis alkohol yang sangat mengiritasi wajah dan membuat kulit kamu terasa perih. Tapi toner saat ini diisi dengan bahan yang lembut dan lembapkan untuk memanjakan kulit kering atau pengelupasan kimiawi untuk mengobati jerawat. “Mereka tidak dimaksudkan untuk menjadi sesuatu yang menempel di kulit dan terasa berat,” kata Dr. Gohara. “Mereka pada dasarnya hanya melapisi wajah kamu agar bahan-bahan dapat diserap lebih baik di kemudian hari.” Reminder: Toner (seperti kebanyakan langkah dalam datar ini) sepenuhnya opsional.


    » Tidak yakin bagian mana essence digunakan? Toner dan esensi cukup dapat dipertukarkan dalam konsistensinya, jadi jika kamu mencari di mana produk essence kamu digunakan... Aplikasikanlah sebagai langkah kedua (bukan toner).


    Jika kamu punya jerawat...

    Carilah toner yang memiliki kandungan BHA (beta hydroxy acid, seperti asam salisilat) atau AHA (alpha hydroxy acid, seperti asam glikolat atau asam laktat), yang bekerja untuk membuka pori-pori tersumbat, mencegah munculnya jerawat, dan melarutkan komedo dari waktu ke waktu. Jika kamu memiliki kulit kering, coba AHA dan jika kamu memiliki kulit berminyak, tetap gunakan BHA.

    Setelah dibersihkan, tepuk-tepuk pada kulit yang bersih dan kering setiap dua malam (atau setiap pagi. Dan, jka kamu berencana menggunakan retinol di malam hari, tunggu lima menit —atau, paling tidak, sampai kering— sebelum mengaplikasikannya apa pun atau kamu akan secara tidak sengaja menetralkan asam sebelum mereka melakukan sihirnya.


    Jika kamu memiliki jenis kulit lainnya...

    Kamu dapat memilih toner yang dapat bantu membantu kelembapan, mengisi kembali air yang hilang dari pelindung kulit kamu saat mencuci dan mengeringkan wajah. Setelah membersihkan, tepuk-tepuk kulit kamu yang bersih dan kering setiap pagi, malam, atau keduanya: “Tidak ada yang namanya terlalu banyak kelembapan, apapun jenis kulit kamu,” kata Dr. Gohara. Pada dasarnya, kelembapan dapat membuat wajah bahagia. Make your face happy, ok?


    Langkah 3: Serum


    Ah, serum —kamu pernah melihatnya, kamu mungkin punya beberapa di lemari dan kamu tidak yakin apa yang harus dilakukan dengannya. You’re not alone. “Serum pada dasarnya hanyalah suntikan nutrisi yang sangat terkonsentrasi, hidrator, dan antioksidan yang benar-benar meningkatkan kesehatan kulit segera setelah kamu mengaplikasikannya,” kata Dr. Gohara. “Orang-orang sering kali tidak menggunakannya, tetapi sejujurnya mereka adalah pengangkat berat dari rutinitas skincare kamu.” Pada dasarnya, pikirkan toner seperti seteguk bir dan serum seperti segelas tequila.

    Meskipun, sekali lagi, serum benar-benar opsional, serum sering kali merupakan langkah pertama yang baik untuk meningkatkan rutinitas perawatan kulit kamu


    Pagi hari…

    Dr. Gohara (dan semua derm lain yang ada) mengatakan dengan serum vitamin C, akan bantu melindungi kulit kamu dari peradangan dan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas di siang hari sekaligus mencerahkan kulit dan menyamarkan bintik-bintik hitam dari waktu ke waktu. Ini merupakan bahan skincare yang efektif dan kuat. Jadi, jika kulit kamu sensitif, gunakan setiap pagi bukan setiap hari.


    Di malam hari…

    Pilih serum yang diisi dengan asam hialuronat, yang menarik air dari udara ke kulit kamu untuk mengembang dan menjaganya tetap terhidrasi saat kamu tidur. “Jika kamu menggunakan perawatan jerawat atau produk anti-aging, yang dapat membuat kulit kering dan iritasi, kamu harus mempersiapkan kulit kamu dengan kelembapan sebanyak mungkin terlebih dahulu,” kata Shereene Idriss, MD, seorang dokter kulit kosmetik di NYC. 


    Langkah 4: Eye Cream


    Krim mata cenderung lebih ringan dan tipis daripada pelembap wajah, jadi pastikan untuk mengaplikasikannya sebelum mengoleskan krim dan oil. “Aturan praktis saat menerapkan adalah yang paling ringan terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan yang paling berat, karena produk yang lebih tipis tidak dapat menembus produk yang lebih tebal,” kata Dr. Idriss. Ya, menjengkelkan betapa semua ini masuk akal sekarang, bukan?

    Namun, meskipun krim mata tampak seperti perawatan kulit yang paling penting (dan anti-penuaan), sejujurnya krim mata tidak diperlukan bagi kebanyakan orang. “Selama kamu menggunakan moisturizer dan sunscreen, area mata kamu sudah mendapatkan perlindungan,” kata Dr. Gohara. Namun, jika kamu ingin mencobanya, berikut cara memilih:


    Pagi hari…

    Carilah krim mata yang memiliki aplikator roller ball (ini akan sedikit membantu retensi cairan —alias kantung mata— terutama jika kamu menyimpan krim di lemari es di sela-sela penggunaan,” kata Dr. Gohara) dan formula diisi dengan kafein, yang membantu mengencangkan serta puffiness di bawah mata untuk sementara dalam waktu 20 menit.


    Di malam hari…

    “Kebanyakan orang mengira krim mata malam harus mengandung semacam retinol untuk membantu menghilangkan garis-garis halus. Namun kenyataannya, area mata kamu sensitif dan berisiko menimbulkan ruam serta iritasi. Jadi, kamu harus berhati-hati,” kata Dr. Gohara. “Sebagai gantinya, gunakan krim mata sederhana yang bisa bantu melembapkan dan melindungi bagian bawah mata, serta memperbaiki pelindung kulit kamu dalam semalam.”


    Ya, kamu bisa —dan harus!— Menggunakan retinol di sekitar mata kamu, tetapi lebih baik baik mengoleskan retinoid ke seluruh wajah kamu daripada hanya mengoleskannya di bagian tertentu. 


    Langkah 5: Spot treatment




    Idealnya, kamu akan menerapkan spot treatment (apakah itu untuk jerawat, bekas luka, atau bintik hitam) di malam hari karena saat itulah tubuh kamu bekerja paling keras untuk memperbaiki dirinya sendiri. Namun, jika kamu sudah pernah menggunakan toner melawan jerawat atau kamu berencana untuk melapisi retinol, cobalah perawatan di pagi hari sehingga tidak mengiritasi kulit kamu sekaligus.

    Kapanpun kamu mengaplikasinnya, pastikan untuk mengoleskan spot treatment sebelum pelembap, sehingga benar-benar dapat menembus kulit kamu.


    Untuk dark spot dan luka jerawat…

    Dr. Idriss merekomendasikan untuk menggunakan perawatan di tempat dengan hydroquinone (bahan pemutih kulit yang bekerja cepat namun dapat menyebabkan iritasi pada siapa saja yang memiliki kulit sedikit sensitif) atau niacinamide (alias vitamin B3), yang dengan lembut mencerahkan bekas luka dari waktu ke waktu. Niacinamide dapat digunakan setiap hari —sebagian besar formula tidak akan menyebabkan iritasi— namun hydroquinone sebaiknya digunakan dua hari sekali (atau setiap tiga hari) sampai kamu tahu bagaimana kulit kamu meresponsnya.


    Untuk jerawat…

    Dr. Gohara mendukung benzoyl peroxide dan salicylic acid—namun tidak bersama-sama, kecuali jika kamu ingin mengiritasi kulit kamu. Benzoyl peroxide akan membunuh bakteri penyebab jerawat (gunakan untuk komedo), sedangkan salicylic acid melarutkan minyak dan sel kulit (gunakan untuk pori-pori kecil yang tersumbat dan benjolan yang meradang).

    Apapun yang kamu pilih, aplikasinya tetap sama: Oleskan lapisan tipis pada noda atau jerawat kamu, lalu tunggu setidaknya satu menit penuh hingga mengering. Kemudian, agar perawatan tidak dilap di sekitar wajah kamu, oleskan pelembap di sekitar flek terlebih dahulu. Saat wajah kamu tertutup, tepuk-tepuk selapis pelembap langsung di atas spot treatment untuk menyegelnya tanpa menggesernya.


    Langkah 6: Moisturizer


    Kamu perlu menggunakan pelembap. Selalu. Dua kali sehari. Apapun yang terjadi, baik kulit kamu berminyak atau mudah sensitif (ada formula untuk kamu!). Karena ini satu-satunya hal yang akan menjaga pelindung kulit kamu —alias hal yang sangat temperamental dan bertanggung jawab untuk membuatnya wajah kamu terlihat bagus— sehat. Selain itu, “pelembap tidak hanya memberikan kelembapan pada kulit kamu, namun juga membantu menjebak semua produk di bawahnya untuk membuat bahan-bahannya lebih efektif.”


    Pagi hari...

    Carilah pelembap berbahan dasar hyaluronic yang ringan, lembut, yang akan bantu menjaga kulit tetap terhidrasi tanpa terasa berat atau berminyak. Dan idealnya, dapatkan formula dengan produk sunscreen minimal SPF 30 di dalamnya, terutama jika kamu tidak berencana mengoleskan tabir surya terpisah nanti. Apapun yang kamu pilih, biarkan meresap setidaknya selama lima menit penuh sebelum merias wajah (jika kamu tahu, ini adalah akhir dari rutinitas skincare kamu, dan riasan adalah langkah kamu selanjutnya).


    Di malam hari…

    “Kulit kamu memasuki mode perbaikan di malam hari, belajar ekstra keras untuk memperbaiki kerusakan dan meningkatkan regeneraso,” kata Dr. Gohara. “Jadi pelembap malam kamu harus diisi dengan semua hal yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan dapat digunakan lebih banyak, seperti hyaluronic acid, lipids, dan protein.” Kamu juga bisa memadukan ke dalam permainan retinol denan menggunakan krim malam anti-penuaan, yang memiliki dosis retinoid “encer” yang cenderung lebih lembut, terutama pada kulit sensitif.


    Langkah 7: Retinol


    “Retinoid —istilah umum untuk semua turunan vitamin A, termasuk retinol— meresap ke dalam kulit kamu untuk mempercepat pergantian sel, menyebabkan tubuh kamu menghasilkan kulit yang lebih segar, halus, dan tidak keriput seiring waktu,” kata Dr. Gohara. Namun, hal-hal yang baik membutuhkan waktu, jadi ingatlah bahwa retinoid membutuhkan empat hingga enam bulan penggunaan konsisten untuk memberi kamu hasil.

    Namun hanya karena mungkin perlu waktu setengah tahun untuk melihat kerutan kamu menghilang, bukan berarti kamu tidak akan melihat hasil yang lebih langsung dengan cara lain. “Retinoid memicu produksi kolagen dan pengelupasan sel, yang berarti retinoid juga akan memudarkan bintik hitam, menghaluskan bekas luka, membersihkan pori-pori, mencegah berjerawat, dan mencerahkan kulit,” katanya. Pada dasarnya, retinoid adalah hal yang paling mendekati keajaiban daripada yang dimiliki dermatologists.


    Cara menggunakannya…

    Jika kamu baru mengenal retinoid, pastikan untuk memulai dengan lambat untung mengurangi periode penyesuaian awal serpihan dan sensitivitas. “Oleskan setetes kacang polong ke seluruh wajah kamu satu malam seminggu selama satu minggu, lalu dua malam seminggu selama dua minggu, dan tiga malam seminggu selama tiga minggu, serta kemudian setiap dua malam tanpa batas,” kata Dr. Gohara.


    Lewati langkah ini jika...

    Kamu sudah menggunakan (atau berencana menggunakan) krim malam dengan retinoid, karena penggandaan tidak akan membuat hasil anti-penuaan lebih efektif —itu hanya akan menyebabkan peradangan. Dan, jika kamu memang memiliki kulit yang sangat sensitif, oleskan selapis pelembap 10 menit sebelum dan sesudah mengoleskan retinol untuk mengurangi iritasi tanpa mengencerkan perawatan sepenuhnya. Pada dasarnya, mengapit wajah kamu dengan kelembapan.


    Langkah 8: Oils


    Face oil bersifat oklusif, artinya minyak ini menyegel semua bahan dan kelembapan yang baru saja kamu oleskan ke wajah agar tidak menguap dengan cepat,” kata Dr. Idriss. Dengan sendirinya, oil sebenarnya tidak melembapkan kulit kamu dengan baik, namun ketika kamu melapisinya di atas produk, mereka membantu meningkatkan kemanjuran sekaligus membuat kulit terasa lebih lembut dan halus. Pastikan untuk selalu aplikasikan oil kamu di terakhir. Ya, kamu membacanya dengan benar.

    “Minyak dapat dengan mudah menembus pelembap, serum, dan perawatan, namun tidak ada produk yang dapat menembus minyak, yang berarti minyak harus dioleskan terakhir kali,” kata Dr. Gohara. Dan, jangan mengira bahwa minyak hanya untuk kulit kering —minyak tertentu, seperti rosehip dan jojoba, dapat mengurangi minyak berlebih pada kulit yang rentan berjerawat, sementara marula dan aloe oil dapat menenangkan kulit yang sesitif dan mudah teriritasi.


    Langkah 9: Sunscreen


    Oke, yes, Cosmo tahu bahwa Cosmo mengatakan bahwa minyak adalah yang terakhir, namun secara teknis, sunscreen adalah langkah terakhir yang mutlak. Mengapa? “Minyak masih bekerja untuk menembus dan merawat kulit kamu, itulah mengapa mereka akan bertahan dalam rutinitas perawatan kulit kamu, namun tabir surya tidak mencoba menembus apapun —itu hanya ada untuk melindungi wajah kamu dan bertindak sebagai pelindung terhadap dunia luar,” kata Dr. Gohara. “Pada dasarnya, ini tidak menambahkan apapun ke kulit kamu— itu melindungi kulit kamu.”

    Namun sebelum memberi tahu diri kamu sendiri bahwa SPF 15 dalam foundation atau moisturizer kamu cukup baik, ketahuilah ini: “SPF minimum mutlak yang kamu butuhkan pada wajah kamu adalah SPF 30,” kata Dr. Gohara. Kecuali, kamu tahu, dan kamu tenang dengan penuaan dini, bekas jerawat, dan peningkatan risiko kanker.


    Langkah 10: Celebrate


    Karena kamu akhirnya mempelajari hampir semua hal di dunia tentang perawatan kulit. Kamu sekarang dapat menyebut diri kamu sebagai mini dermatologist (tapi, mungkin tidak di depan dokter yang sebenarnya, k?) Sekarang, tolong dekati wajah kamu dan nikmati kemuliaan pengetahuan.






    ( Artikel ini disadur dari www.cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Astriana Gemiati / Image: freepik.com )