Career

Wajib Tahu, Ini 8 Cara Menjadi Seorang Financial Feminist!

  by: Alvin Yoga       28/4/2021
  • Gender pay gap telah mendapatkan banyak sekali perhatian dalam beberapa dekade belakangan, dan memang sudah sepatutnya seperti itu. Faktanya, menurut penelitian yang dilakukan oleh Heather McCulloch, founder dari Asset Building Strategies, perempuan di seluruh dunia hanya mendapatkan sekitar 32% dari apa yang didapatkan pria, dan sayangnya persentase tersebut masih belum juga membaik. AND, this is not just about what we get paid. Sebagai perempuan kita juga menghadapi banyak perbedaan—termasuk di antaranya savings gap, pension gap, investing gap, dan bahkan debt gap. Ya, bahkan kita mengalami perbedaan dalam hal mengajukan kredit. :”(

    Ada banyak sekali faktor yang membuat kita mengalami banyak perbedaan, dan salah satunya adalah karena confidence gap. Yes girls, it IS an issue. Kamu bisa saja seseorang yang sangat percaya diri, namun belum tentu kamu merasa nyaman membicarakan dan berjuang mendapatkan hak yang sama dalam hal keuangan.

    Dan industri finansial sejauh ini tidak banyak membantu. Masih banyak perempuan yang melaporkan bahwa mereka dipandang sebelah mata di lingkungan kerja, atau diremehkan ketika mendiskusikan masalah keuangan dengan seorang financial advisor— yang mayoritas masih diisi oleh pria. Penelitian juga menemukan bahwa masyarakat masih memandang pria sebagai kaum yang lebih paham mengenai keuangan, sedangkan perempuan dipandang sebagai kaum yang membuang-buang uang dan kurang produktif.



    BACA JUGA: Apa itu financial feminist dan mengapa hal ini penting bagi perempuan?

    Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Jawabannya: financial feminism. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjadi seorang financial feminist sepenuhnya:



    1. Pandanglah keuanganmu sebagai salah satu bagian dari self-care.

     ...yang berarti kamu harus mengambil lebih banyak waktu untuk memahami dirimu, keadaan rekeningmu serta keuanganmu. Kembangkan kebiasaan yang baik dalam mengatur keuangan, serta buat tujuan finansial (jika tidak bisa membuat money goal setiap bulan, setidaknya tentukan tujuan per tahunnya), unduh aplikasi keuangan jika perlu, perhatikan selalu sisa uang yang ada di dalam rekeningmu dan buat bujet yang bisa kamu ikuti untuk mengatur pengeluaran setiap bulannya. Wajib!


    2. Jangan hanya menabung, mulailah berinvestasi.

    Ya, menabung dan berinvestasi adalah dua hal yang berbeda. Menabung memberimu kebebasan dan kesempatan yang kamu butuhkan di masa ini—semisal kamu ingin keluar dari kantor yang toxic di saat kamu belum menemukan pekerjaan baru, atau membeli gadget baru ketika ponsel yang kamu gunakan tiba-tiba rusak dan tak bisa diperbaiki. Sedangkan investasi lebih fokus pada kesehatan finansialmu di masa depan. Sisihkan uangmu untuk properti, atau saham, atau reksa dana (yang bisa kamu mulai hanya dengan Rp10.000,-, lebih murah dari segelas kopi susu populer. Tak ada alasan lagi untuk tidak berinvestasi, kan?), atau hal lain yang bisa memberikanmu profit. Dan jika kamu bertanya-tanya mengapa kamu membutuhkan investasi, girls, masa depan dan masa tua terletak di tangan KAMU sendiri, bukan pada keluarga atau pasanganmu.


    3. Bicarakan keadaan keuanganmu sehingga hal tersebut tak lagi dipandang tabu.

    It’s time to normalize talking about money. Obrolkan dengan keluarga, sahabat, dan pasanganmu. Semakin banyak isu yang kamu bicarakan bersama, semakin terbiasa mereka membahas masalah keuangan denganmu, dan semakin mudah pula bagimu untuk mencari jalan keluar ketika menghadapi masalah keuangan nanti.


    4. Bertanyalah, dan jangan merasa inferior.

    Entah kamu sedang menghadapi masa-masa yang sulit (terutama di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini), bingung bagaimana cara menabung yang tepat, atau belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai investasi—bertanyalah. Jangan merasa rendah diri ketika kamu memiliki pertanyaan atau masalah, namun jika mereka memberikan saran atau komentar yang menurut kamu seksis, maka jangan ragu untuk mengangkat kakimu dari lingkaran tersebut.




    5. Perjuangkan hakmu di kantor.

    Cosmo tahu, mempraktikkan hal ini memang jauh lebih sulit dibanding membacanya. Memperjuangkan hakmu di kantor bisa membuat kamu merasa kurang nyaman, takut, serta rentan, namun hal ini penting untuk dilakukan. Jika kamu mendapatkan gaji yang lebih rendah dari rekan kerjamu yang pria meski kamu yakin job desk kalian sama, maka bicarakan baik-baik dengan atasanmu. Jika jaminan pensiun atau fasilitas di kantormu sepertinya lebih menguntungkan pria, maka bahas dengan HRD, dan pastikan kamu mendapat jawaban yang memuaskan.

    Oh ya, tahukah kamu bahwa menurut penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center di tahun 2018, pendapatan seorang perempuan yang telah menikah akan menurun sebesar 29%, dan pendapatan perempuan yang telah bercerai akan turun sebesar 41% (sedangkan pria hanya turun sebesar 18%) meski jabatan dan job desk mereka serupa. While you’re at it: Speak up for yourself.


    6. Cari pasangan yang memahami nilai dirimu.

    Penting untuk membahas mengenai masalah keuangan dengan pasangan sebelum menikah. Jika partnermu masih beranggapan bahwa kamu seharusnya “berada di rumah dan menjadi ibu rumah tangga” setelah menikah nanti, woah woah woah, bicarakan dengan si dia. Tanyakan apa alasannya dan jelaskan bahwa sebagai perempuan kamu juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendukung keluargamu secara finansial.

    Psst, menurut Annual Love & Money Survey yang dilakukan oleh TD Bank, sebuah bank nasional di Amerika Serikat, 78% pasangan yang berbicara secara terbuka mengenai keadaan keuangan mereka lebih bahagia dalam menjalani kehidupan pernikahan mereka dibanding pasangan yang kurang terbuka.


    7. Perkenalkan pada generasi yang lebih muda.

    Entah kamu seorang ibu, memiliki keponakan, memiliki sepupu yang umurnya lebih muda, atau menjadi role model bagi banyak orang, gunakan kesempatan yang kamu miliki untuk memperkenalkan financial feminist pada setiap orang, terutama mereka yang umurnya masih belia, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bisa setara dalam hal finansial… serta kekuatan untuk memberi kesempatan tersebut pada orang-orang di sekitar mereka nantinya.


    8. Dukung perempuan lain dan berinvestasilah pada mereka.

    Apakah kamu pernah mendengar istilah intentional investing? Istilah ini berarti kamu berinvestasi pada perusahaan dan sektor yang sejalan dengan nilai dan kepercayaan yang kamu miliki. Here’s the thing: setiap rupiah yang kamu keluarkan, simpan, dan investasikan seluruhnya memiliki pengaruh. Inilah alasannya mengapa kamu perlu mengetahui perusahaan apa saja yang mendukung kesetaraan terhadap perempuan, atau dipimpin oleh perempuan kuat, dan berinvestasi pada perusahaan tersebut. Lewat cara ini, kamu tak hanya berinvestasi terhadap masa depanmu, namun juga masa depan perempuan lain. Now is the time to take control and be a financial feminist!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Kristin Wilson on Unsplash)