Better You

Tips Hindari Burnout Tanpa Harus Healing untuk Strawberry Generation

  by: Redaksi       5/4/2022
  • Pernah mendengar istilah strawberry generation? Yess.. strawberry generation disebut sebagai generasi yang penuh dengan gagasan kreatif namun cenderung rapuh atau "gampang mengkerut" layaknya buah stroberi.

    Istilah "burnout" menjadi kata yang sering disebut-sebut oleh strawberry generation karena mereka sering mengalaminya. Burnout merupakan bentuk kelelahan yang disebabkan oleh perasaan kewalahan terus menerus.

    Menurut survei dari CNN Indonesia, 77,3 persen strawberry generation yang menjadi pekerja di Indonesia mengaku pernah mengalami burnout. Bahkan studi dari Montreal University menemukan bahwa wanita lebih berisiko mengalami burnout dalam pekerjaan dibandingkan pria karena cenderung mendapatkan posisi yang lebih kecil dan lebih mudah frustasi.







    Melihat banyaknya masalah yang dialami oleh perempuan di Indonesia ini, Sribuu dan Amartha menghadirkan acara virtual edukatif #Fiercenancial Fest, yang dilaksanakan pada tanggal 12-13 Maret 2022 dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional dengan tujuan mewujudkan perempuan Indonesia yang fierce dan powerful.

    Salah satu sesi webinar #Fiercenancial Fest yang bertajuk “Sukses Berkarir tanpa Burnout” yang diisi oleh pembicara Agata Paskarista memberikan edukasi tentang pentingnya mengenali burnout dan cara mengatasinya. Penasaran apa saja tips-nya? Yuk, simak.


    Menghindari Burnout

    1. Tingkatkan skill adaptasi



    Dengan mengembangkan skill adaptasi bisa membantu kita dalam menghadapi situasi burnout seperti perubahan situasi yang diakibatkan dari pandemi.


    2. Kenali emosi diri




    Sering kali kita memiliki burnout terjadi karena kita mengabaikan tanda-tanda stres yang sudah dirasakan oleh tubuh. Cobalah untuk mengenali tanda-tanda kecil yang terjadi seperti mudah lelah, perubahan sikap menjadi lebih negatif, kurangnya fokus dalam bekerja.

    Kamu juga bisa memperbanyak olahraga dan mencari dukungan dari orang sekitar untuk memperbaiki keadaan burnout ini.


    3. Jangan terlalu overthinking akan masa depan




    Mulailah untuk memfokuskan diri untuk melakukan kegiatan yang akan dilakukan hari ini. Biasakan menerapkan one thing at a time untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau masalah.


    Mengatasi Burnout

    1. Luangkan waktu untuk self-care




    Jika sudah merasa terlalu lelah dengan pekerjaan, luangkanlah waktu untuk bersantai. Kamu bisa melakukan self-care seperti berolahraga, makan-makanan sehat, dan memberikan reward sesekali kepada diri sendiri.


    2. Berani berkomunikasi




    Komunikasi adalah kunci di setiap hubungan, termasuk hubungan kita dengan pekerjaan atau rekan kerja. Jika merasa memiliki permasalahan dalam pekerjaan atau dengan rekan kerja, beranikan diri untuk mengomunikasikan hal tersebut.


    #Fiercenancialfest dihadiri oleh lebih dari 600 peserta dengan antusiasme yang tinggi.



    (Margaretha Gabriella Ayudityas/Images: Dok. Fiercenancial, Photo by Karolina Grabowska on Pexels, Photo by Andrea Piacquadio on Pexels, Photo by MART PRODUCTION on Pexels, Photo by Liza Summer on Pexels, Photo by Valeria Ushakova on Pexels, Photo by Tirachard Kumtanom on Pexel