Better You

Hati-Hati! Inilah 6 Tanda Kamu Alami Oversleeping!

  by: Fariza Rahmadinna       9/4/2022
  • Setiap orang jelas membutuhkan tidur! Bahkan para ahli merekomendasikan orang dewasa untuk tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malamnya. Sebab tidur sangat penting untuk kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan.


    Tetapi, bagaimana jika kamu tidur lebih lama dari waktu tidur yang direkomendasikan? Ternyata, itu juga tidak sebaik yang kamu kira, lho!




    Menurut Safia Khan, MD, spesialis sleep disorders dan asisten profesor di departemen neurologi di UT Southwestern Medical Center, kebiasaan tidur dengan waktu lama, atau disebut juga tidur berlebihan (oversleeping) ternyata dapat mengganggu ritme sirkadian alami, yang telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan. Termasuk menyebabkan depresi, meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung dan stroke, serta mengganggu fungsi otak.



    Sleep Foundation juga mendefinisikan oversleeping atau tidur berlebihan dengan kebiasaan tidur lebih dari sembilan jam setiap malamnya.


    Jadi, bagaimana mengetahui apakah kamu sudah tidur berlebihan (oversleeping)? Nah, selain menghitung lamanya waktu tidur, berikut ini beberapa tanda menurut para ahli kalau kamu sudah mengalami oversleeping:


    1.Merasa lelah bahkan setelah bangun tidur


    Salah satu tujuan tidur adalah untuk menghilangkan rasa lelah dan membuat kamu merasa lebih segar saat bangun tidur. Tetapi, ketika kamu justru merasa kelelahan setelah bangun tidur, kemungkinan kamu SUDAH menghabiskan terlalu banyak waktu untuk tidur!


    Satu riset tahun 2013 dalam jurnal Chronobiology International, menyamakan tidur berlebihan dengan jet-lag, karena ketika kamu terlalu banyak tidur, itu dapat mengacaukan ritme sirkadian alami. Yang mana artinya apabila seharusnya kamu sudah menggunakan energi untuk beraktivitas sejak pagi, tetapi kamu mungkin baru meninggalkan tempat tidur pada jam 11 siang maka tubuhmu bisa saja mengalami jet lag. Inilah yang memicu rasa lelah bahkan setelah bangun tidur!


    2. Sakit kepala dan punggung


    (Photo by Karolina Grabowska from Pexels)


    Para ahli mengatakan bahwa tidur berlebihan bisa mengacaukan neurotransmiter otak, yang dapat mengurangi kadar serotonin. Inilah yang bisa menyebabkan sakit kepala (atau, lebih buruk, migrain). Sakit kepala setelah tidur lebih dari sembilan jam juga bisa disebabkan karena otot leher menjadi kencang akibat terlalu lama berbaring, ujar Dr. Jacob Teitelbaum, MD, seorang internis bersertifikat dalam pengobatan integratif dan ahli dalam gangguan tidur.

    Selain menyebabkan sakit kepala, tidur berlebihan juga bisa menyebabkan sakit punggung, terlebih jika kamu tidur dalam posisi yang sama dalam waktu lama.

    Jika sakit kepala dan sakit punggung yang kamu alami disebabkan karena oversleeping, selain mencoba mengurangi waktu tidur (sesuai dengan waktu tidur yang direkomendasikan), kamu juga dapat meredakan rasa sakitnya dengan kompres dingin. Namun jika rasa sakit terus berlanjut, ini waktunya untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan.


    3. Menurunnya memori otak


    Apakah kamu mulai sering lupa dimana terakhir kali meletakkan dompet? Atau melupakan hal-hal kecil lainnya? Be careful, Cosmo babes! Coba ingat-ingat, apakah belakangan ini kamu sering tidur terlalu lama? Jika iya, bisa jadi itu adalah salah satu tanda bahwa kamu sudah oversleeping. Dari sebuah studi tahun 2014 dalam Journal of The American Geriatrics Society, menunjukan bahwa terlalu banyak tidur dapat memengaruhi kemampuan kognitif otak! Hal ini juga membuat ingatan seseorang jadi berkurang dan menyebabkan mudah lupa.


    4. Mudah terserang penyakit


    (Photo by Andrea Piacquadio from Pexels)


    Beberapa penelitian telah menemukan korelasi antara tidur berlebihan dengan rasa sakit dan inflamasi. Menurut Dr Teitelbaum, hal itu karena tidur lebih dari sembilan jam setiap malamnya dapat menyebabkan peningkatan kadar sitokin, sebuah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk membantu mengatur respon peradangan tubuh.

    Ketika terjadi peningkatan kadar sitokin, ini dapat menyebabkan reaksi berlebihan dan tidak terkontrol dari sistem imun tubuh terhadap virus. Hal tersebut juga membuat kamu mudah terserang penyakit dan mengalami inflamasi.


    5. Mengalami depresi


    Meskipun kurang tidur lebih banyak dikaitkan dengan depresi, ternyata dikutip dari laman Psychology Today, ada lebih dari 40% orang dewasa di bawah usia 30 tahun yang mengalami depresi karena mengalami tidur berlebihan.

    Oversleeping bisa merupakan salah satu gejala dari depresi, tetapi bukan penyebab utama dari depresi itu terjadi.

    Sebuah penelitian tahun 2014 dalam jurnal PLOS One, menemukan bahwa orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malamnya memiliki kemungkinan lebih banyak mengalami gejala depresi dibanding orang yang tidur cukup. Jika kamu memiliki gejala tambahan, termasuk perasaan sedih, cemas, atau kabut otak, mungkin sudah waktunya untuk berbicara dengan profesional terkait kesehatan mental untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.




    6. Kenaikan berat badan

    (Photo by SHVETS production from Pexels)


    Merasa frustasi karena sulit menurunkan berat badan? Bisa jadi itu karena kamu tidur terlalu banyak, dear! Pasalnya, tidur terlalu banyak juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

    Satu penelitian tahun 2013 dalam jurnal PLOS One, menemukan adanya hubungan antara penambahan berat badan dan tidur berlebihan. Orang yang tidur lebih dari sembilan setiap malam, lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan secara signifikan dibandingkan orang yang tidurnya cukup. Noted



    (Fariza Rahmadinna/GIO/Image: Doc. Photo by Miriam Alonso from Pexels from Pexels)