Better You

Stres & Frustasi Akibat Jerawat? Ini 6 Cara Menghadapinya!

  by: Fariza Rahmadinna       19/4/2022
  • Jerawat sebenarnya dalah sebuah kondisi kulit umum. Namun terkadang bentuk dan bekasnya dapat memengaruhi tampilan kulit kamu. Jerawat dan bekas jerawat juga dapat memengaruhi kepercayaan diri, kehidupan sosial, serta mungkin hubungan kamu dengan orang lain. Maka tak mengherankan juga apabila jerawat bisa membuat stres dan frustasi.


    Faktanya, sebuah penelitian tahun di 2018 yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology, menemukan bahwa pasien jerawat memiliki risiko yang lebih tinggi terkena depresi berat. Meskipun dianggap sebagai kondisi kulit yang umum, tetapi jerawat dapat memengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk hubungan percintaan, pertemanan, dan pekerjaan.




    Nah, berikut ini beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi stres dan frustasi akibat jerawat.



    1. Mengakui apa yang sedang kamu rasakan


    Mengakui apa yang sedang kamu rasakan adalah cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi stres dan frustasi akibat jerawat. Ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian, babes; ada banyak orang yang juga mengalami hal serupa denganmu.


    2. Bicaralah dengan terdekatmu


    Memendam sendiri perasaan stres dan frustasi justru bisa membuat kamu semakin terpuruk. Berbagai perasaan dan kecemasaan dengan sahabat atau keluarga dapat membantu, kata Whitney Bowe, MD, dokter kulit di New York.


    Jika kamu merasa tidak nyaman berbicara secara langsung dengan sahabat atau keluarga tidak masalah untuk berbicara secara anonim melalui forum online mengenai perasaanmu tersebut.


    3. Menjalani gaya hidup sehat

    (Photo by Karolina Grabowska from Pexels)


    Berdasarkan penelitian tahun 2020 dalam The Cureus Journal of Medical Science, menjalani gaya hidup sehat adalah termasuk makan makanan yang sehat dan seimbang, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Cara ini dapat membuat kamu merasa lebih baik, meningkatkan suasana hati, dan membantu membangun kepercayaan diri, sekaligus membantu kulit terbebas dari jerawat.


    American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan bahwa menghindari makanan dengan glikemik indeks tinggi seperti: white bread, kentang russet, mac and cheese, dan jenis makanan olahan dapat membantu mengurangi jerawat lainnya. Sebab makanan tersebut cenderung dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dengan cepat.


    Lonjakan kadar gula darah ini memicu serangkaian efek yang meningkatkan peradangan dan menyebabkan kulit memproduksi lebih banyak minyak dan menyumbat pori-pori, yang memicu munculnya jerawat.


    Cobalah beralih dari white bread ke whole-grain bread, atau dari nasi putih ke nasi cokelat yang memiliki glikemik indeks yang lebih rendah serta tinggi serat, serta bisa memperlambat lonjakan kadar gula darah setelah makan. Makanan tersebut bisa membantu mengurangi jerawat, menurut Harvard Health. Selain itu, setelah melakukan aktivitas yang berkeringat; pastikan untuk membersihkan kulit wajah, mengeringkannya, dan merawat kulit sesudahnya agar terhindar dari jerawat.


    4. Lakukan aktivitas penghilang stres

    (Photo by Polina Tankilevitch from Pexels)


    Memiliki jerawat memang bisa membuat frustrasi dan stres. Tetapi, membiarkan stres dan frustasi terus ada di dalam diri kamu hanya akan memperparah kondisi jerawat.


    Faktanya, satu penelitian tahun 2015 dalam Journal of The European Academy of Dermatology and Venereology, menyimpulkan bahwa stres ternyata tidak menyebabkan jerawat, tetapi dapat memperburuk kondisi jerawat yang ada.


    Saatnya untuk mengelola stres dan frustasi dengan melakukan aktivitas penghilang stres — entah itu meditasi, yoga, membaca buku, memancing, berkebun, atau apapun yang bisa membuat kamu lebih rileks dan positif.


    5. Jangan memencet jerawatmu!

    (Photo by Anna Nekrashevich from Pexels)


    Salah satu hal terpenting yang dapat kamu lakukan saat merawat jerawat adalah tidak memencetnya. Jangan pernah lakukan ini, dear!


    Memencet jerawat, terutama saat masih dalam keadaan meradang, dapat merusak jaringan kulit yang bisa menimbulkan noda bekas jerawat permanen, munculnya jerawat baru, infeksi jerawat, dan denting. Semua hal itu tentu saja hanya akan membuat kamu semakin stres dan frustasi.




    Sebaiknya, oleskan acne spot treatment pada jerawat dan biarkan jerawat mengering dan kempis dengan sendirinya.


    6. Konsultasikan dengan dokter kulit dan terapis


    Seperti yang disebutkan sebelumnya, memiliki perasaan frustasi dan stres akibat jerawat adalah hal yang wajar— itu bukanlah hal yang berlebihan dan kamu tidak sendirian.

    Tetapi, jika hal tersebut sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter kulit untuk membantu mengobati jerawat dan terapis (jika diperlukan). Mereka akan memberikan perawatan kulit yang bisa membantu mengurangi jerawat sehingga perasaan stres dan frustasi akibat jerawat pun lebih bisa teratasi. 



    (Fariza Rahmadinna/ GIO / Image: Doc. Polina Tankilevitch from Pexels)