Better You

Jadi, Kapan Sebaiknya Kita Mulai Pergi ke Dokter Kandungan?

  by: Giovani Untari       22/4/2022
  • Bisa dipahami apabila pergi ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter obgyn masih menjadi nightmare bagi banyak perempuan Indonesia. Ini jelas bukan seperti kita sedang diare lalu ke dokter dan pulang dengan membawa obat seperti biasanya.


    Membayangkan peralatan ‘ajaib’ yang digunakan untuk memeriksa area kewanitaan kita serta rasa tidak nyaman saat harus berkonsultasi dengan dokter dari lawan jenis saja sudah terasa melelahkan.



    Belum lagi cerita-cerita tak ramah (khususnya terhadap perempuan yang belum menikah) yang berkunjung ke berkunjung ke klinik / poli obgyn juga masih cukup sering kita temukan di thread media sosial. Segala daftar panjang penyebab ketakuan tersebut pada akhirnya membuat kita mundur teratur untuk memeriksakan diri.





    Sebagai penulis saya pun sempat melalui fase-fase penuh ketakutan di atas dan memikirkan betapa mengerikannya harus pergi ke dokter obgyn dengan segala peralatannya yang terlihat asing.

    Tapi akhirnya hari itu harus tiba, ketika berusia 21 tahun area labia saya muncul benjolan merah yang tak kunjung hilang selama lebih dari tiga minggu. Buruknya, benjolan ini mulai menganggu saat fase menstruasi tiba. Saya akhirnya memutuskan memeriksakan diri dan ternyata pergi ke dokter obgyn tidak seburuk yang saya pikirkan!

    Sepulang dari sana saya merasa lega dan masalah kesehatan area intim saya tersebut bisa terselesaikan secara tuntas. 



    TAK HARUS SELALU SOAL KEHAMILAN

    Kunjungan kedua saya ke dokter obgyn adalah saat saya melakukan vaksin HPV. Dari sana saya jadi belajar banyak bahwa ternyata pergi ke dokter obgyn tak harus selalu untuk urusan kehamilan. Sesuatu yang sering ada di persepsi kita semua, bahwa dokter obgyn = dokter untuk kehamilan. 

    Nyatanya ada banyak sekali masalah yang bisa dibantu oleh para dokter obgyn mulai dari kesehatan reproduksi, masalah kesuburan, menstruasi, gangguan hormonal, penyakit infeksi menular seksual (IMS), konsultasi soal alat kontrasepsi, bahkan soal kanker pada organ reproduksi perempuan.

    Perempuan apapun status pernikahannya juga tak perlu khawatir akan di-judge apabila datang ke sini. Sebab pada dasarnya adalah hak setiap warga negara untuk mendapat pelayanan dan perawatan kesehatan atas dirinya






    JADI KAPAN SEBAIKNYA KITA PERGI KE DOKTER KANDUNGAN?

    Jawabannya adalah sesegera mungkin

    “Sebaiknya para perempuan pergi ke obgyn ketika ia mulai memasuki usia dan fase menstruasi. Sedangkan bagi mereka yang berusia 20 tahun ke atas atau yang sudah aktif berhubungan seksual, pemeriksaan lebih lanjut dibutuhkan untuk mendeteksi penyakit atau gangguan reproduksi tertentu,” ujar dr. Sandy Prasetyo, SpOG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Brawijaya Hospital Antasari.


    Dan jika kamu masih belum yakin atau merasa butuh pergi ke obgyn, dr. Sandy juga memberi satu alasan yang cukup penting untuk kita sadari: “Sistem reproduksi perempuan adalah sesuatu yang rentan dan membutuhkan perhatian lebih. Pemeriksaan organ reproduksi jelas diperlukan untuk menemukan kelainan sedini mungkin, sebelum berkembang ke gejala dan penyakit yang lebih serius.”



    Noted!



    (Giovani Untari / FT / Images: Dok. Freepik.com, Sora Shimazaki from Pexels).