Lifestyle

Star Trek into Darkness

  by: Redaksi       14/5/2013
  • Usai melanggar peraturan Starfleet saat menyelamatkan Spock (Zachary Quinto) dari ledakan gunung berapi di sebuah planet primitif, wewenang Captain Kirk (Chris Pine) atas pesawat kebanggaannya USS Enterprise pun dicabut. Di saat yang bersamaan, pusat arsip Starfleet di London diluluh-lantakkan oleh aksi terorisme yang dilakukan John Harrison (Benedict Cumberbatch), mantan perwira tinggi Starfleet yang memiliki dendam terselubung dan berambisi menghancurkan Starfleet sampai ke akar-akarnya. Sebuah misi perburuan untuk menangkap buronan berbahaya itu pun dilakukan, sampai ke sebuah planet kosong yang masuk dalam wilayah kekuasaan Klingon, musuh bebuyutan Starfleet. Sebuah misi yang sangat berisiko, mengingat “percikan” sekecil apapun bisa memicu perang besar antar galaksi. Apalagi persenjataan Kirk dilengkapi 72 misil nuklir dengan daya hancur yang supermassive. Di luar dugaan, saat Kirk dan kawan-kawannya terjebak dalam adu tembak dengan para Klingon, si bengis John Harrison muncul menyelamatkan mereka. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa sebenarnya sosok berwajah dingin yang membuat pemimpin Starfleet ketar-ketir?

    Sekali lagi, JJ Abrams sukses menghidupkan nostalgia para penggemar Star Trek dengan megah dan elegan. Dari awal sampai akhir film, penonton diajak mengikuti plot yang cukup intens dan tempo yang stabil. Nyaris tak ada scene yang “tidak perlu” atau membosankan. Every scenes matter! Tak hanya menjual visual 3D yang memanjakan mata, pendalaman emosional masing-masing karakternya pun digali lebih dalam oleh sang sutradara. Bagi Cosmo, yang paling menarik adalah perkembangan karakter Spock sepanjang film, dari sosok yang begitu dikendalikan oleh logika menjadi sosok yang lebih manusiawi. Kehadiran Benedict Cumberbatch sebagai supervillain John Harrison tak ayal menjadi salah satu alasan mengapa banyak wanita rela mengantre untuk menyaksikan Star Trek into Darkness. Dengan suara berat berlogat Inggris (sedikit mengingatkan akan Alan Rickman), rambut klimis, serta sorot mata tajam dan bengis, he's definitely Cosmo's new favorite bad guy!

    Unsur komedi, romance (antara Spock dan Uhura), sampai bromance (antara Kirk dan Spock) pun diselipkan dalam porsi yang pas, ibarat fresh air di tengah plot yang cukup rapat. Soal aksi-aksi mendebarkan tentu tak perlu diragukan lagi, karena JJ Abrams adalah pakarnya. Bahkan lima menit pertama saja Anda akan dibuat menahan napas melihat aksi Spock di gunung berapi.



    Setelah membaca ulasan ini tentu Anda kian tak sabar untuk menyaksikannya bersama si dia, bukan? Star Trek into Darkness akan mulai tayang di bioskop tanah air pada hari Rabu, 15 Mei 2013. Sekadar masukan dari Cosmo, akan lebih komplet lagi kalau Anda juga menonton film produksi 1982, Star Trek II: Wrath of Khan. (Imron Ramadan / VP / Image: dok. internet)