Love & Sex

Fakta Ilmiah Tentang Putus Cinta

  by: Adya Azka       14/5/2015
  • Harus diakui, selain menjadi masa yang menyedihkan dan menyakitkan, putus cinta juga menjadi masa yang “unik” dalam sebuah hubungan percintaan. Hal ini ternyata menarik para ahli untuk melakukan berbagai penelitian. Apa saja fakta ilmiah yang telah ditemukan? Simak!

    Putus Cinta Sama Seperti Berhenti dari Obat Candu

    Ada alasan mengapa sulit untuk move on dari mantan. Ini karena putus cinta sama seperti berhenti dari obat candu. Apa “obat candu” yang Anda hentikan saat putus cinta? Tentu saja perasaan bahagia dan berbunga-bunga ketika jatuh cinta dengan sang mantan. Para peneliti menemukan kalau otak memroses perasaan jatuh cinta sama dengan perasaan ketika menggunakan obat-obatan candu. Tidak heran kalau jatuh cinta memiliki efek adiktif yang membuat Anda tidak mau beranjak dari hubungan masa lalu.



    Perasaan Tidak Setia Menjadi Alasan Utama

    Selingkuh adalah alasan utama untuk mengakhiri hubungan. Pria secara terprogram akan memutuskan hubungan ketika Anda selingkuh secara fisik. Menurut hasil studi dari Saint Louis University, pria merasa terancam ketika dia tahu tidak dapat meneruskan gennya kepada pasangan. Sedangkan bagi wanita, selingkuh secara emosional menjadi alasan kuat untuk memutuskan hubungan. Wanita biasanya akan menjauhi pria yang mulai memiliki keterikatan emosi dengan wanita lain.

    Uang dapat Merusak Hubungan

    Ya, JLo memang pernah mengatakan dalam lagunya kalau Love Don’t Cost a Thing tetapi pada kenyataannya, menurut studi yang diterbitkan oleh Family Relations Journal, uang dapat merusak hubungan Anda dan pasangan. Hal ini karena argumen tentang uang biasanya lebih lama dan lebih intens. Para peneliti meyakini kalau perkelahian karena uang dapat mencerminkan masalah-masalah yang lebih dalam di hubungan.



    Media Sosial dapat Menjadi Hal yang Buruk

    Anda mungkin tidak akan suka dengan ini, tetapi media sosial dapat memberikan pengaruh tidak baik dalam hubungan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior and Social Networking, penggunaan Facebook secara berlebihan dapat menyebabkan perselingkuhan, perpisahan, serta perceraian secara emosional dan fisik. University of Missouri-Columbia juga menemukan hal yang sama pada Twitter. Para ahli berspekulasi media sosial akan memudahkan seseorang untuk selingkuh dan bermain dengan “api lama”.

    Memikirkan Mantan Terus Menerus Membantu untuk Melupakannya

    Percaya atau tidak, tidak berhenti memikirkan mantan ternyata dapat membantu Anda untuk move on. Hal ini bahkan dipercaya dapat mempercepat proses pemulihan emosi Anda. Penelitian oleh Social Psychological and Personality Science mengungkapkan mereka yang lebih lama merenungkan sang mantan akan lebih cepat menemukan kekuatan dan menerima kenyataan untuk menjadi single kembali. (Hana Devarianti/VP/Image: grafvision/iStock/Thinkstock)