Better You

5 Alasan Anda Tidak Datang Bulan (Selain Karena Hamil!)

  by: Redaksi       20/5/2015
  • Hamil bukan satu-satunya penyebab Anda tidak datang bulan, dear. Siklus menstrual yang tidak datang hingga tiga atau empat bulan juga bisa menandakan masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut adalah beberapa alasan mengapa siklus bulanan Anda bermasalah.

    Masalah Kelenjar Tiroid

    Kelenjar yang berada di leher ini memiliki peran penting bagi tubuh. Ia tidak hanya mengatur metabolisme tubuh tetapi juga menghasilkan hormon, mengontrol suhu tubuh, dan banyak lagi. Tidak heran jika masalah pada kelenjar tiroid akan mempengaruhi siklus bulanan Anda. Menurut studi The Obstetrician & Gynaecologist, kadar kelenjar tiroid yang kurang atau berlebih dapat menghentikan ovulasi, mendorong siklus yang tidak teratur, dan mengganggu kesuburan.

    Stres

    Kondisi jiwa yang sedang cemas dan tertekan juga dapat menyebabkan Anda tidak datang bulan. Ketika stres tubuh akan memutuskan bahwa itu bukan waktu yang tepat untuk hamil sehingga ia akan menghentikan ovulasi pada rahim. Selama Anda masih dapat mengontrol diri saat stres, siklus akan kembali normal setelah satu atau dua bulan.

    Olahraga Berlebih



    Cosmo tahu jika Anda ingin mendapatkan tubuh yang ideal seperti Gigi Hadid. Namun, memaksakan diri untuk pergi ke gym (meski Anda masih merasa letih karena sesi olahraga sebelumnya) tidak baik bagi kesehatan tubuh. Olahraga yang terlalu berlebihan dan intens dapat menganggu siklus bulanan Anda. Ini karena tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup untuk beregenerasi. Sebaiknya pastikan tubuh sudah ter-charge dengan baik sebelum memulai sesi olahraga.

    Berat Badan Naik atau Turun Drastis



    Angka di timbangan ternyata juga dapat memengaruhi jadwal datang bulan Anda. Penurunan berat badan yang cepat dan eating disorder akan menghentikan ovulasi pada rahim. Sedangkan, berat badan yang naik drastis akan menggangu hormon tubuh yang berperan selama siklus berlangsung. Tidak hanya itu, sebuah studi yang dilakukan di Australia juga mengungkapkan bahwa mereka yang mengalami obesitas dua kali lebih mungkin untuk memiliki siklus tidak teratur dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal. Kabar baiknya, melalui diet yang tepat, siklus bulanan dapat kembali normal.

    Penyakit PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

    Anda mungkin belum pernah mendengarnya, tetapi penyakit ini sebenarnya sering terjadi pada wanita. WHO mencatat bahwa 3 hingga 5 persen penduduk di dunia menderita penyakit ini. PCOS atau masalah kesehatan yang kompleks dan terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal. Gejala selain datang bulan terlambat adalah jerawat, obesitas, dan tumbuh rambut pada wajah dan dada. Meskipun tidak ada obat untuk PCOS, gejala penyakit ini dapat dikontrol dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. (Hana Devarianti / VP / Image: doc. RomoloTavani / iStock/ Thinkstock)