Better You

Hati-Hati Jadi Hoarder a.k.a Si Penimbun Barang!

  by: Adya Azka       24/5/2015
  • Gemar mengumpulkan baju, sepatu, hingga kardus yang entah berisi apa sehingga butuh manuver tertentu untuk bergerak di kamar Anda? Uh-oh—hati-hati, ladies, karena kebiasaan “mengoleksi” tersebut berpotensi membuat Anda mengidap gejala “hoarderlho. Simak rangkaian fakta penting berikut ini.

    So, What Exactly is Hoarding?
    Menurut deskripsi dari International Obsessive Compulsive Disorder (OCD) Foundation, orang yang memiliki karakter hoarder adalah mereka yang merasa kesulitan membuang (atau mendaur ulang, menjual, menyumbangkan) barang-barang mereka sehingga memengaruhi kondisi hidup hingga tempat tinggal mereka. Bahkan ada juga yang disebut animal hoarder. “Memiliki barang merupakan sesuatu yang dianggap sangat bergengsi bagi kita, memberikan kita identitas diri dan personal history,” ujar Dr. Randy Frost, profesor psikologi di Smith College, Northampton, Amerika. “Untuk orang yang punya problem hoarding, tendensi ini jadi sedikit over.” Bila selama lima tahun belakangan Anda merasa tak pernah melihat lantai atau dinding kamar Anda sendiri, oh you’re definitely a hoarder!

    Seorang Hoarder Bisa Terancam Hidupnya
    Yikes! Menyeramkan ya, tapi barang-barang yang Anda simpan terus itu berpotensi jadi sumber kebakaran, atau bisa saja Anda tersandung sehingga membuat Anda cedera parah. “Akibat paling serius dari kebiasaan hoarding adalah kehilangan nyawa, mayoritas dari kebakaran,” imbuh Frost, yang mengatakan kasus tersebut banyak ditemukan di Australia. “Hoarding tak hanya meningkatkan risiko kematian sang hoarder itu sendiri, tapi juga meningkatkan risiko tersebut bagi para tim pemadam kebakaran dan tetangga-tetangga Anda.”



    Bantu Mereka yang Menunjukkan Gejala Hoarder
    Ya, walaupun bukan Anda, tapi pasti Anda kenal seseorang yang memiliki gejala tersebut, entah itu sahabat atau bahkan orangtua Anda sendiri! Menurut studi memang orang lanjut usia lebih rentan menjadi hoarder lantaran akumulasi barang yang memiliki “cerita” hidup mereka. Kebiasaan buruk ini juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga, depresi, attention deficit disorder, hingga tragedi seperti kematian orang terdekat. Bila dibiarkan, mereka bisa menjadi kesepian dan mengisolir diri dari orang-orang. So that’s why your Mom doesn’t want people to visit your home!



    So  What to Do?
    Well, bila belum akut benar, Anda bisa membantu dengan mengatur dan mengorganisir barang-barang mereka (FYI, seorang hoarder juga cenderung memiliki sifat yang labil, susah mengambil keputusan, dan kesulitan mengorganisir); bantu buang atau menyumbangkan barang yang semisal sudah tak pernah dipakai selama sepuluh tahun terakhir. Namun, bila terlalu parah, bantuan psikolog atau psikiater layak dipertimbangkan karena mereka akan menerapkan solusi Cognitive Behavioural Therapy untuk mengenyahkan kebiasaan buruk tersebut. (Sahiri Loing / SW / Image: NinaMalyna / iStock / Thinkstock)

    tags: barang, kamar, rumah, benda