Better You

6 Cek Kesehatan Yang Harus Rutin Anda Lakukan

  by: Kanta       1/5/2016
  • Medical check-up mungkin tidak semenyenangkan belanja sepatu atau tas baru, tapi hal ini sebaiknya jangan sampai Anda lewatkan. Berikut enam tes kesehatan yang para wanita muda seperti Anda harus lakukan.

    DENTAL EXAM
    KAPAN: Setiap 6-12 bulan
    SIAPA: Dokter Gigi Anda
    APA: Pemeriksaan secara menyeluruh termasuk rontgen untuk memastikan tidak ada yang salah dengan gigi dan gusi Anda. Menjamin kebersihan mulut dan menghilangkan plak di gigi.
    KENAPA: Kesehatan mulut adalah bagian terpenting dari kesehatan seluruh tubuh manusia. Terganggunya kesehatan gigi dan gusi bisa membawa dampak serius hingga timbulnya penyakit jantung. Anda bisa mulai mencegah terjadinya kerusakan gigi dengan rutin memeriksakan diri ke dokter gigi.

    SKIN INSPECTION
    KAPAN: Jika menemukan ketidaknormalan pada kulit seperti bintik-bintik, ruam atau keanehan lainnya.
    SIAPA: Dokter pribadi atau dermatologist.
    APA: Pertama, Anda akan ditanya tentang ketidaknormalan yang terjadi di kulit, lalu seluruh tubuh Anda akan diperiksa sehingga dokter akan mengetahui gejala-gejala yang sebenarnya terjadi.
    KENAPA: Kejadian yang memicu terjadinya kanker kulit atau sering disebut Melanoma sekarang sudah sering menjangkiti pasien berusia muda –  kebanyakan disebabkan oleh tanning di salon. Sangatlah penting jika kanker  kulit bisa dideteksi sejak dini sehingga masih bisa ditangani dengan jalan  operasi. Tapi jika dibiarkan begitu saja maka akan menimbulkan risiko yang  lebih parah.



    BREAST SCREENING
    KAPAN: Periksa payudara Anda sebulan sekali di waktu yang sama setalah menstruasi.
    SIAPA: Anda atau dokter pribadi bisa melakukan pemeriksaan payudara.
    APA: Cek bila terjadi perubahan seperti payudara mengeras, mengendur atau ada benjolan. Lakukan gerakan memutar dari bagian bawah ketiak sampai puting. Jika menemukan kejanggalan, Anda harus langsung memeriksanya ke dokter.
    KENAPA: Deteksi kanker payudara sejak awal bisa menyelamatkan jiwa. Sangat penting untuk memastikan jika benjolan yang ada di payudara Anda bukan disebabkan oleh kanker. Tapi jangan panik jika menemukan hal yang berbeda dan segera diskusikan hal tersebut kepada dokter Anda.

    PAP SMEAR
    KAPAN: Setiap dua tahun sekali. Atau jika terjadi pendarahan yang tidak normal di vagina (khususnya setelah melakukan intercourse sex) sangat disarankan untuk melakukannya.
    SIAPA: Dokter pribadi, ginekolog, atau perawat yang berkompeten.
    APA: Sebuah alat yang bernama speculum akan dimasukkan ke dalam vagina sehingga pemeriksa bisa melihat kondisi serviks. Lalu akan ada sikat kecil yang akan melakukan gerakan berputar di serviks untuk diambil sampel sel-nya dan dilakukan tes di laboratorium. Prosedur ini memang sedikit tidak nyaman, tapi tidak akan terasa sangat sakit. Sedikit pendarahan adalah hal yang normal.
    KENAPA: Pap smear adalah pengecekan untuk mendeteksi kelainan sel di dalam serviks yang seringkali disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), dan biasanya berpindah lewat hubungan seks. Jika dibiarkan sel ini bisa berkembang menjadi kanker serviks.



    URINE TEST
    KAPAN: Jika Anda memiliki gejala infeksi saluran kencing, seperti merasa perih saat kencing atau kencing yang berlebihan.
    SIAPA: Dokter pribadi atau ke urologist.
    APA: Pengecekan sampel air urine untuk diperiksa. Setelah itu dokter mungkin akan melakukan 'dipstick test' secara langsung untuk melihat adanya tanda-tanda infeksi sebelum dibawa ke laboratorium.
    KENAPA: Infeksi saluran kencing yang akut membutuhkan penanganan serius yang cukup lama. Apabila tidak terdeteksi sejak dini bisa menyebabkan infeksi ginjal, yang jika makin serius bisa mengakibatkan sepsis dan harus dirawat secara intensif.

    STI SCREENING
    KAPAN: Rutin dilakukan setiap tahun bagi Anda yang berusia 15 – 29 tahun dan aktif berhubungan seksual.
    SIAPA: Dokter pribadi.
    APA: Pemeriksaan cairan vagina untuk diteliti lebih lanjut, selain itu tes darah untuk mendeteksi HIV, sifilis, dan hepatitis B juga dibutuhkan.
    KENAPA: Wanita yang terkena chlamydia memiliki kesempatan 2 – 8% mengalami infertilitas. Hal ini bisa dihindari apabila dideteksi sejak dini. Sayangnya, hubungan seksual yang tidak aman sekarang ini makin meningkat  dan menyebabkan perpindahan infeksi kelamin makin tinggi. ( Eunike Freskanta / SW / Image:  )